with 2 Comments

INTRO

Kurang lebih sekitar dua tahun lalu, sebuah studio video game lokal bernama Ekuator Games memulai pendanaan untuk video game mereka yang berjudul Celestian Tales: Old North. Pendanaan pertama sempat tidak sukses, namun akhirnya mereka meluncurkan pendanaam kedua melalui Kickstarer dan berhasil mendapatkan dana yang mereka butuhkan.

Saya sendiri mengikuti perkembangan game ini cukup lama (walaupun tidak ikut mem-back di Kickstarter), hingga akhirnya Ekuator Games merilis versi prototype. Setelah mencoba versi prototype, kesan pertama saya adalah bahwa game ini cukup menarik dan layak ditunggu. Akhirnya, setelah menunggu, Celestian Tales: Old North pun dirilis melalui publisher Digital Tribe pada 10 Agustus kemarin. Oh iya, sebagaimana tertulis dalam deskripsi game di Steam dan halaman Kickstarter, Celestian Tales: Old North merupakan pembuka untuk seri Celestian Tales. Kelak akan dirilis dua game Celestian Tales dengan judul dan kisah lain.

Sebelum memulai review, perlu diingat bahwa review ini ditulis berdasarkan playthrough melalui karakter Aria Geraldine, mungkin saja ada bagian tertentu yang belum diketahui dari lima karakter lainnya. Setelah mencoba playthrough dari karakter lain, saya akan memperbarui review ini.

 

STORY

Celestian Tales: Old North menyajikan story yang sangat menarik, pemain diberikan pilihan untuk berperan sebagai enam karakter yaitu Aria Geraldine, Lucienne Leroux, Isaac Goldenlake, Ylianne, Cammile Ryne, dan Reynard de la Forret. Keenam karakter memiliki latar belakang berbeda, namun dengan kisah utama yang sama yaitu perjalanan mereka untuk menjadi seorang Knight. Dalam review ini, saya memilih untuk berperan sebagai Aria Gelraldine, seorang putri bangsawan yang memiliki spiritualitas tinggi. Selama perjalanan, Aria terkadang harus menerima kenyataan bahwa tak semua orang meyakini Sang Deus Valarus (sosok omnipotent dari kepercayaannya) layaknya House of Geraldine.

Sebelum menyandang predikat Knight, Aria dan teman-temannya harus terlebih dulu menjadi seorang Squire dan menjalankan beberapa tugas yang mungkin terlihat tidak penting seperti mengirimkan kotoran kuda ke suatu desa, menyingkirkan para bandit kampung, membeli persediaan makanan untuk perang, dan mengantar surat. Terdengar lucu? Well.. Memang sedikit tidak biasa, namun semua tugas tersebut kelak akan memberikan pengalaman berharga bagi mereka. Lagipula, it is all about the journey.

“Seeing how commoners are doing is part of noble’s duty too, right?”

– Isaac Goldenlake

 

Selama perjalanan mereka sebagai seorang Squire, Realm of Old North menghadapi ancaman besar dari para World Enders, yaitu sekumpulan raksasa berwarna biru dan abu yang memiliki kekuatan di atas manusia. World Enders dianggap jahat dan biadab sehingga mereka merupakan ancaman bagi para manusia. Untuk menghadapi World Enders, para faction di Realm of Old North harus bergabung dan berusaha melawan World Enders.

Semua story terkumpul dalam sebuah Logbook pada bagian Lore yang cukup menarik. Untuk gamer yang tidak menyukai lore suatu game (kalian, para gamer yang seringkali skip percakapan dalam game), mungkin Logbook tersebut terkesan tidak penting, namun bagi gamer yang menyukai lore suatu game, tentu saja Logbook tersebut sangat berarti dan menarik untuk dibaca.

Kalian harus merasakan sendiri kisah yang terdapat dalam video game ini, namun secara keseluruhan, story merupakan unsur terbaik, lore yang terdapat di dalamnya begitu mendetil dan unik. Tak lupa, terdapat pesan-pesan moral yang mungkin dapat kita pertanyakan pada diri sendiri dalam game ini, seperti tentang toleransi, kesetiaan, dan segala kerumitan dalam kehidupan manusia. Walau secara umum memiliki tema cerita yang serius, ada selipan selipan dialog yang cukup menghibur dan membuat kalian tertawa.

Goddamn it, Severin!
Goddamn it, Severin!

Walaupun ada beberapa kisah yang terasa menggantung, namun hal tersebut cukup wajar karena game ini hanya merupakan pembuka dari seri Celestian Tales. Saya menilai bahwa Ekuator Games telah berhasil menyajikan kisah yang membuat penasaran sehingga tak sabar untuk mengetahui kelanjutannya di seri Celestian Tales berikutnya.

Apabila Ekuator Games suatu saat merilis “Lorebook” untuk seri Celestian Tales, saya tak akan segan untuk menjadi pembeli pertama.

Humans are so complicated, aren’t they?

– Ylianne

 

GAMEPLAY

Tidak ada yang unik dari gameplay yang disajikan dalam Celestian Tales: Old North. Gamer akan diberikan gameplay turn-based a la JRPG (Japanese Role-Playing Game). Dalam suatu battle, kalian harus memilih action seperti attack, defense, skill, atau menggukan item tertentu. Tentu saja, kalian harus dapat memanfaatkan posisi formasi lawan untuk memberikan serangan seefektif mungkin. Pada awal kisah, kalian hanya akan mengendalikan satu karakter, yaitu karakter utama yang kalian pilih (dalam review ini, Aria Geraldine). Namun, kelak kelima karater lain akan bergabung dan kalian dapat mengatur formasi party kalian.

Luck we doth not need. Only the Deus

– Aria Geraldine

Aria VS Bandit?
Aria VS Bandit?

Walaupun kalian memiliki enam pilihan karakter, namun hanya tiga karakter yang akan bertarung dan karakter utama yang kalian pilih tidak dapat diganti. Kalian bebas mengatur item yang digunakan seperti senjata, armor, dan dua aksesori. Layaknya JRPG pada umumnya, kalian akan dapat melihat berbagai macam stat yang cukup penting. Namun sayangnya, tidak ada penjelasan mengenai stat yang sangat banyak tersebut (mari kita hitung; ada Power, Technique, Vitality, Dexterity, Hit Point, Attack, Pierce, Defense, Initiative, dan Critical. Ada 10 stat!), mungkin kalian harus menemukan sendiri sejauh mana masing-masing stat tersebut akan berpengaruh dalam pertarungan. Tak lupa, terdapat beberapa status ailment seperti poison, bleed, blind, dan silence yang terkadang dapat membalikkan keadaan dalam pertarungan.

At its very core, war should never be about glory

– Lucianne Leroux

Setiap menyelesaikan pertarungan, kalian akan mendapatkan experience point dan loot. Setiap karakter pun akan mendapatkan skill baru (ada skill active dan passive) jika telah mencapai level tertentu. Loot dapat kalian gunakan untuk bahan upgrade senjata atau dijual untuk mendapatkan Livre (istilah satuan mata uang dalam game ini; kumpulkan 9999 Livre untuk mendapatkan sesuatu). Kalian pun dapat menggunakan Livre untuk membeli/meng-upgrade senjata, membeli armor, membeli aksesori, atau membeli item untuk digunakan dalam pertarungan. Kalian pun akan menghadapi beberapan makhluk berwujud hitam (makhluk ini disediakan untuk keperluan grinding) dalam map, kalian dapat menghadapi makhluk tersebut untuk bertarung atau menghindarinya untuk “cari aman”. Terdapat “shrine” untuk melakukan save game yang biasanya tersedia di setiap tempat baru atau saat akan menghadapi boss battle.

Selama permainan, kalian akan menghadapi beberapa pilihan, misalnya untuk menghukum mati para bandit atau menyerahkannya ke penguasa setempat untuk diadili. Kalian mungkin penasaran dengan konsekuensi dari masing-masing pilihan tersebut, namun dengan memanfaatkan jumlah save slot yang.. tak hingga, kalian dapat membuat save data untuk masing-masing pilihan dan me-load apabila tidak puas dengan pilihan tersebut. Entah sejauh apa konsekuensi dari beberapa pilihan tersebut, karena dalam playthrough ini saya hanya memilih pilihan yang saya rasa benar dan tidak penasaran dengan konsekuensi dari pilihan lain.

Pilihan sulit
Pilihan sulit

Untuk gamer yang tertantang melengkapi achievement, terdapat beberapa yang dapat kalian lengkapi. Mulai dari mengumpulkan Honored Tier Medal I, Honored Tier Medal II, Honored Tier Medal III, Venerated Tier Medal, dan Hallowed Tier Medal yang tersebar di seluruh Realm of Old North(semua medal inimerupakan perwujudan rasa terimakasih dari Ekuator Games untuk para backers di Kickstarter). Kalian pun dapat meng-upgrade keseluruhan kategori senjata yaitu Axe, Bow, Crossbow, Dagger, Spear, dan Sword untuk mendapatkan achievement Weaponmaster. Tentu saja, kalian pun akan mendapatkan achievement setiap berhasil menyelesaikan game ini dengan masing-masing karakter.

Tingkat kesulitan dari keseluruhan game ini cukup normal (tidak ada pilihan tingkat difficulty), kalian dapat menyelesaikan game dengan hanya memanfaatkan senjata dan armor yang didapatkan selama permain (bukan yang dapat dibeli di “toko kelontong”) dan tanpa melakukan grinding yang berlebihan. Mungkin pengecualian untuk boss battle terakhir, di mana kemampuan kalian untuk memilih action dan memanfaatkan item akan sangat diuji. Jika ingin mendapatkan tantangan, saya sarankan kalian hanya melawan “makhluk hitam” dalam game masing-masing satu kali.

“Just killing some beasts. A good pastime to train your muscles”

– Reynard de la Forret

 

VISUAL

Walaupun menyajikan grafis a la JRPG klasik, game ini tetap memiliki ciri khasnya. Seluruh map dalam game ini dilukis secara manual menggunakan tangan yang tentu saja sangat indah dan unik. Namun, lukisan tangan tersebut terkesan datar sehingga kurang memberikan perspektif visual. Artwork para karakter terlihat cocok dengan latar belakang cerita dalam game ini, seluruh karakter digambar dengan cukup detail dan unik satu sama lain. Mungkin, hal yang disayangkan adalah artstyle yang tidak konsisten seperti yang dapat kalian lihat dalam intro video maupun situs Ekuator Games.

 

AUDIO

Dalam suatu game RPG, tentu saja kalian mengharapkan alunan background music yang top-notch dan terdengar merdu di telinga. Dalam game ini, harapan tersebut terpenuhi. Walaupun sedikit kurang dalam hal sound effects, Ekuator Games dan Agate Simfonia mampu menyajikan background music dan opening/ending song yang tak kalah jika dibandingkan dengan game RPG terkenal lainnya.

 

VERDICT

Celestian Tales: Old North berhasil memberikan pengalaman video game yang baik secara keseluruhan. Walaupun tidak memiliki keunikan dalam hal gameplay, unsur story yang ada sangatlah detil dan mendalam. visual dan audio yang diberikan pun menjadi nilai tambah tersendiri untuk Celestian Tales: Old North. Sebagai game pertama dari seri Celestian Tales, Celestian Tales: Old North telah memberikan babak pembukaan yang mampu menarik gamer ke dalam dunianya.

Jika kalian merupakan penikmat RPG, Celestian Tales: Old North layak kalian coba. Namun, jangan mengharapkan gameplay yang unik karena nilai utama dalam game ini terdapat pada unsur story yang kaya akan lore.

Saya pribadi akan terus bermain game ini menggunakan karakter lain untuk mengetahui keseluruhan kisah yang ada. Kelanjutan dari seri Celestian Tales pun akan saya nantikan demi menemukan jawaban atas berbagai kisah yang menggantung dan mengetahui keseluruhan lore yang ada dalam dunia Celestian Tales.

Celestian Tales: Old North dapat kalian beli melalui Steam, GOG, atau Humble Store seharga 109,999 IDR/12.99 USD. Kalian pun dapat mengunjungi Situs Ekuator GamesFacebook Fanpage Ekuator Games, atau Akun Twitter Ekuator Games untuk informasi lebih lanjut mengenai Celestian Tales: Old North.

“W-What does it look like…? The world outside this realm?”

– Camille Ryne

Celestian Tales: Old North

109,999 IDR / 12.99 USD
7.6

STORY

9.0/10

GAMEPLAY

6.0/10

VISUAL

7.5/10

AUDIO

8.0/10

Pros

  • Kisah melalui enam sudut pandang
  • Lore mendetil dan unik
  • Visual Lukisan buatan tangan yang indah
  • Background music merdu dan berkualitas

Cons

  • Gameplay biasa saja dan tidak unik
  • Environment terasa datar
  • Sound effect kurang menarik
Follow Zul Ahadi:

Editor in-chief

Biasa main game di Wii U, 3DS, dan PC.