with No Comments

Dungeon Travelers 2: The Royal Library and The Monster Seal adalah sebuah DRPG yang dikembangkan oleh Aquaplus/Sting. Versi aslinya dirilis untuk PSP pada bulan Maret tahun 2013 lalu, namun versi PSP ini tidak pernah dirilis di luar Jepang. Versi PSVita yang merupakan rilis ulang dengan beberapa penambahan, dirilis di Jepang pada September tahun lalu dan versi ini juga dirilis diluar Jepang oleh Atlus USA tanggal 18 Agustus kemarin.

Sedikit pembuka saja, bagi saya pribadi ini merupakan salah satu game yang paling saya tunggu tahun ini. Sebagai penggemar DRPG, saya sering mendengar pendapat di berbagai forum dari orang-orang yang sudah memainkan versi Jepangnya tentang betapa bagusnya game ini. Cukup banyak sesama penggemar berat DRPG yang menaruh game ini di lima besar DRPG favorit mereka. Tentu hal ini membuat saya sendiri semakin tertarik, namun karena saat itu hanya tersedia dalam bahasa Jepang dan saat itu bahasa Jepang saya sendiri juga belum begitu baik maka saya hanya bisa berharap ada penerbit yang mau membawanya ke dalam bahasa inggris. Saat itu kebanyakan beranggapan kemungkinannya kecil, karena ini adalah game dengan gaya anime moe dan fanservice dari franchise yang tidak begitu besar, di genre yang juga sangat niche. Oleh karena itu, saya sangat senang saat akhirnya versi US diumumkan dan tentu ekspektasi saya juga sangat tinggi. Masalahnya, apakah game ini bisa memenuhi ekspektasi saya tersebut?

Untuk catatan, ulasan ini ditulis setelah menamatkan bagian cerita utama saja. Masih ada konten postgame yang kabarnya bahkan lebih luas lagi dari konten cerita utamanya.

2015-08-29-171723

Story

Dungeon Travelers 2: The Royal Library and The Monster Seal (DT2 untuk mempersingkat) bercerita tentang suatu dunia di mana monster-monster yang dipimpin oleh Demon God merajalela. Seorang alchemist menemukan teknik untuk menyegel monster-monster ini ke dalam Sealbook. Teknik ditangani oleh class khusus bernama Libra, dan berada dibawah pimpinan Holy Maiden Vitoria, mereka berhasil melawan monster-monster tersebut dan akhirnya mengalahkan Demon God. Vitoria pun mendirikan kerajaan Romulea dan memimpin sebagai ratu pertama. 500 tahun setelahnya, adalah Fried Einhart seorang Libra muda yang ditugasi oleh Royal Library untuk menyelidiki beberapa kejadian-kejadian aneh yang terjadi di kerajaan Romulea. Sebagai Libra, Fried tidak bisa bertarung namun di sepanjang cerita dia akan bertemu gadis-gadis yang akan bertarung melawan monster-monster supaya Fried bisa menyegelnya.

2015-07-31-014242

Sejujurnya, konten ceritanya standar. Tidak jelek, tapi juga tidak membawa sesuatu yang luar biasa. Plot-twist yang ada sudah terlihat dari pertengahan cerita (meskipun hal ini memang disengaja). Ceritanya juga cukup pendek, karena memang fokusnya adalah di eksplorasi dungeon. Tapi mungkin memang lebih baik pendek, setidaknya tidak terasa diulur-ulur dan jadi tidak membuat kita keburu bosan mengikuti ceritanya. Dan seperti disebut di atas, Fried sang tokoh utama tidak ikut bertarung, yang bertarung adalah gadis-gadis yang ikut dengannya. Setting seperti ini mungkin kurang pas dengan selera beberapa orang.

Ya, konten ceritanya memang biasa saja. Tapi untungnya, cerita yang biasa saja ini berhasil diseimbangkan dengan karakter. Karakter yang ada di sini sangat banyak, ada 16 gadis yang bisa dijadikan anggota dan sebagian besar dari mereka memiliki cerita serta kepribadian yang menarik. Tidak hanya keterlibatan mereka dalam cerita utama, mereka juga punya banyak event kecil yang akan muncul ketika sedang menjelajah dungeon dengan dialog-dialog yang menghibur. Tidak hanya dialog antara anggota party, ada juga NPC-NPC yang memberikan tutorial dan juga dengan dialog-dialog yang kocak.

 

Gameplay

Sekarang kita masuk ke bagian utama. Layaknya DRPG pada umumnya, DT2 memiliki fokus yang sangat tinggi di gameplay. Sebagai peringatan, DT2 sangat tidak cocok bagi anda yang tidak suka RPG yang sulit dengan kompleksitas yang tinggi. Meskipun terlihat sederhana, di baliknya terdapat salah satu gameplay paling dalam dan paling menantang dari semua turn-based RPG yang pernah saya mainkan. Untuk mempermudah pembahasan, bagian gameplay akan saya bagi tiga: battle, kustomisasi, dan eksplorasi.

Battle

Seperti DRPG biasa, battle akan dilakukan dengan sudut pandang orang pertama. Tidak ada sprite pemain, hanya ada sprite musuh, dan sprite musuh ini statik. Animasi serangan sederhana, tidak ada animasi-animasi yang heboh di sini. Tampilan yang memang sangat sederhana, tapi bukan berarti sistemnya juga sederhana. Berbeda dengan DRPG biasa, DT2 mengadopsi sistem giliran yang lebih modern di mana giliran ditentukan tiap unit (pilih aksi begitu giliran karakter tiba), bukan tiap fase (pilih aksi untuk semua karakter di awal giliran). Bagi saya, kedua sistem memiliki kelebihan masing-masing, namun sistem ini memang terasa lebih modern.2015-08-17-044101

Yang membedakan lagi adalah, untuk penggunaan magic, ada waktu casting. Mekanisme yang terlihat simpel, tapi sangat menambah tingkat kesulitan dan kedalaman. Misalnya, ada salah satu karakter kita yang sekarat. Meskipun ada healer, ada resiko tidak sempat dan karakter yang sekarat ini sudah telanjur mati. Akibatnya? Item menjadi terpakai. Ya, item. Saya yakin penggemar JRPG tahu betapa tidak bergunanya item di kebanyakan JRPG. Tapi di sini, karena sistem magic dengan waktu casting, mereka jadi sangat berguna. Tentu dengan kekurangannya sendiri, seperti harga yang mahal dan batasan jumlah item yang bisa dibawa sehingga tetap sulit untuk bergantung sepenuhnya pada item. Selain itu ketika sedang casting, jika menerima serangan yang kuat maka casting ini bisa jadi batal, sehingga pemain juga perlu memikirkan kapan untuk casting, dan juga bagaimana mencegah supaya penggunanya terkena serangan. Tentu saja kita juga bisa melakukan hal yang sama untuk musuh. Sangat berguna untuk mencegah musuh mengeluarkan magic berkekuatan besar. Sistem yang sederhana, tapi cukup menambah nilai strategi, terutama karena musuh-musuh di sini kuat sehingga perlu strategi untuk bertahan, bahkan untuk melawan musuh biasa.

Jenis-jenis skill juga banyak. Seperti biasa ada technique dan magic, tapi ada juga song, dance, dan doll. Song dan dance memberikan berbagai efek seperti penyembuhan HP atau TP secara berkala, menurunkan kekuatan serangan musuh, dan lain-lain. Doll akan memanggil teman yang bisa membantu menyerang atau menyembuhkan. Beda dengan technique atau magic biasa, tiga jenis skill ini begitu diaktifkan, efeknya akan ada terus (kecuali doll yang punya durasi) dan penggunanya bisa mengambil aksi-aksi lain selagi mereka aktif. Tapi, sama seperti magic, jika menerima serangan yang kuat selagi aktif ada kemungkinan skill-skill ini bisa dihentikan.2015-08-29-165000

Anggota yang bisa dibawa ada lima orang, yang bisa dibagi menjadi baris depan dan belakang. Formasi dan pilihan karakter sangat penting, karena masing-masing class memiliki peran-peran yang sangat spesifik, sehingga sangat perlu menyeimbangkan komposisi party. Ini akan dibahas lebih lanjut di bagian kustomisasi.

Tingkat kesulitan di sini juga bukan main-main. Tidak jarang ada musuh yang langsung bisa membunuh satu karakter, atau bahkan satu baris sekaligus meskipun karakter kita tidak kekurangan level. Kustomisasi party, penggunaan skill dan item, serta buff dan debuff yang baik adalah kunci utama di sini. Dan sedikit keberuntungan, tapi untungnya di sini kita bisa menyimpan permainan di manapun dalam dungeon sehingga bisa mencegah kehilangan kemajuan berjam-jam hanya karena sedang sial.2015-08-16-184112

Kustomisasi

Salah satu poin terbaik di DT2. Kustomisasi di sini sangat luas, bahkan saya sendiri juga bingung harus memulai dari mana.

Kita coba mulai dari karakter dan class. Ada 16 karakter, yang terbagi menjadi lima class dasar. Tiap class dasar bisa ditingkatkan menjadi 2 pilihan class menengah, dan 3 pilihan class atas (kecuali satu class dasar yang punya 3 pilihan class menengah dan 4 pilihan class atas). Total ada 32 class: 5 dasar, 11 menengah, dan 16 atas. Tentu yang paling penting yang atas, tapi tidak hanya itu saja. Beberapa class atas bisa dicapai dari dua class menengah yang berbeda. Karena skill dari kelas bawah bisa dipakai juga saat berubah ke class atas, maka untuk class-class ini, skill setnya bisa berbeda berdasarkan class menengah yang bisa diambil.

Selain pilihan class, pilihan skill juga sangat banyak. Di sini, setiap satu karakter naik level, dia akan mendapat skill point (SP), yang bisa digunakan untuk mengambil skill baru atau meningkatkan skill yang sudah diambil. Dengan banyaknya pilihan skill, pendistribusian SP yang baik sangat penting. Makin sulit karena variasi skill sangat luas, hampir semua jenis skill di sini berguna, dan sinergi antar skill, baik antar skill satu karakter maupun dengan skill karakter lain juga perlu diperhatikan. Menaikkan level skill juga tidak bisa sembarangan. Dengan menaikkan level skill, efeknya akan semakin baik, tapi akan ada juga efek negatifnya. Misalnya, konsumsi TP yang makin tinggi, atau waktu casting yang lebih lama. Menyeimbangkan level skill dengan kebutuhan dan batasan TP juga penting.

Terdapat juga fitur level reset, di mana kita bisa menurunkan level satu karakter ke level-level tertentu (1, 15, 30, 50, 90). Dengan melakukan hal ini, karakter akan kembali ke class dasar, dan semua skill juga dihapus, sehingga kita bisa mengganti class dan mengganti pilihan-pilihan skill kita.2015-08-29-183537

Di awal ulasan, kita membahas bahwa Fried adalah seorang Libra, yang bertugas menyegel monster tapi tidak ikut bertarung. Kelihatannya tidak berguna, tapi jika Fried berhasil menyegel sembilan monster yang sama, monster yang sudah disegel ini bisa diubah menjadi Sealbook. Sealbook ini bisa dikenakan oleh para gadis dan bisa memberikan banyak efek, misalnya kenaikan parameter seperti ATK, DEF dan lain-lain, penyembuhan HP atau TP secara berkala, lebih mudah menghasilkan critical dan-lain lain.2015-08-29-183549

Tidak hanya itu saja, Sealbook juga bisa dipakai memperkuat perlengkapan seperti senjata dan pelindung. Dengan menggunakan Sealbook, maka efek-efek dari Sealbook tersebut bisa dipindahkan ke perlengkapan yang ingin diperkuat. Ada batas maksimal jumlah efek yang bisa ditaruh dalam satu perlengkapan, jadi pemain harus menentukan efek-efek apa saja yang mau dimasukkan. Selain mendapat efek baru, level perlengkapan juga akan naik. Semakin tinggi level monster yang dipakai Sealbooknya, maka level perlengkapan juga semakin tinggi bertambahnya. Tiap perlengkapan bisa diperkuat sampai lima kali.

2015-08-29-164307

Semua hal di atas perlu dipertimbangkan dengan baik. Pilihan class apa saja yang akan dimasukkan dalam party, skill apa saja yang perlu diambil dan seberapa tinggi level masing-masing, efek-efek apa saja baik dari Sealbook sendiri atau dari perlengkapan yang perlu diberikan untuk menunjang masing-masing karakter.

Eksplorasi

Apalah sebuah DRPG tanpa eksplorasi dungeon. Faktor ini adalah salah satu hal yang saya sangat suka, tapi bisa jadi poin negatif bagi orang lain. Desain dungeon di sini sangat sadis. Jalur yang kompleks, jebakan bom atau status ailment, lubang yang membuat kita jatuh ke lantai bawah, teleporter, pintu dan dinding satu arah. Dungeon terakhir di porsi cerita utama ini memakan waktu dua hari untuk saya selesaikan. Saya pribadi suka hal ini, namun saya sendiri cukup banyak mendengar komplain dari orang-orang yang tidak terbiasa. Bahkan yang sudah cukup terbiasa bermain DRPG modern pun masih bisa frustasi begitu bertemu dungeon di sini. Ditambah dengan encounter rate yang cukup tinggi dan tingkat kesulitan pertarungan bahkan saat melawan musuh biasa, makin membuat game ini mudah membuat pemain baru menjadi frustasi.

Untungnya, seperti disebutkan di atas, pemain bisa menyimpan permainan di mana saja di dalam dungeon. Selain itu, di sini juga kemungkinan berhasil kabur cukup tinggi, sehingga pemain bisa kabur dari musuh dengan cukup mudah jika encounter rate terlalu banyak atau bertemu musuh yang terlalu kuat. Beberapa buff juga bisa diaktifkan di luar pertarungan untuk mempermudah pertarungan dan meningkatkan kemungkinan selamat terhadap kejadian-kejadian yang tidak terduga.

 

Grafik

DT2 menggunakan grafik 3D untuk dungeon dengan sudut pandang orang pertama, dan grafik 2D untuk semua yang lain. Grafik 3Dnya tidak terlalu spesial, tidak berbeda dengan DRPG lain yang dirilis untuk PSVita. Tetapi grafik 2Dnya bagus, telihat tajam dan jelas. Bagi yang familiar dengan Aquaplus, pasti tidak asing dengan gaya gambarnya. Mulai dari desain karakter, desain monster, latar belakang, dan CG, semuanya bagus. Tiap karakter juga punya sprite yang berbeda untuk masing-masing class

 

Audio

SFX

Seperti dibahas sebelumnya, efek-efek serangan di sini sederhana. Karena itu, efek suaranya pun juga sederhana. Tidak ada yang perlu dibahas banyak di sini, karena memang tidak banyak variasi efek suara.

Voice

Bagi saya, untuk sebuah game dengan dialog karakter yang disuarakan, maka pengisi suara yang bagus akan sangat mempengaruhi karakterisasi. Di sini, sebagian besar karakter disuarakan dengan baik, sesuai dengan karakter masing-masing. Ada suara-suara seperti Alisia Heart (Kayano Ai) yang terdengar lucu dan menggemaskan, ada juga suara seperti Houzouji Yae (Sugiura Naoko) yang terdengar sangat cocok dengan karakternya sebagai seorang samurai. Tapi sayangnya ada juga suara-suara yang kurang enak didengar, seperti Souffle (Sakura Ayane) yang kadang membuat saya agak terganggu dengan karakternya.

Music

Cukup baik, kebanyakan musiknya enak didengar dan catchy, dengan lagu pembuka yang dibawakan oleh Suara, dan lagu penutup oleh Tsuda Akari. BGM juga bagus, terdapat cukup banyak lagu untuk pertarungan, bahkan untuk lagu pertarungan biasa saja ada 5 untuk dungeon yang berbeda. Dan lagu untuk event-eventnya juga oke. Sayangnya lagu masing-masing dungeon kurang catchy meskipun cocok dengan suasana.

 

Lain-lain

Karena ini sepertinya tidak masuk ke bagian-bagian lain, tapi sebaiknya ini juga dibahas. Fanservice. Fanservice di sini cukup kuat. Yang paling sering saja, setiap mengalahkan boss maka boss tersebut akan ditampilkan dengan pose yang… kurang aman, sebelum akhirnya disegel oleh Fried. Belum lagi beberapa event dengan CG yang juga agak berbahaya, bahkan desain monsternya (yang sebagian besar berupa monster musume; bahkan nama mereka di dialog pun begitu) pun beberapa kurang aman. Tentu hal ini tidak mempengaruhi kualitas game keseluruhan, namun jelas tidak direkomendasikan untuk anak-anak ataupun untuk orang-orang yang memang tidak tahan dengan yang seperti itu.

Verdict

Akhir kata, saya pribadi sangat puas. Belakangan ini cukup banyak game yang saya taruh ekspekstasi tinggi hanya untuk dikecewakan akhirnya, tapi untungnya ini tidak termasuk ke kategori itu. Sangat saya sarankan bagi orang-orang yang menginginkan turn-based RPG dengan tingkat kesulitan dan kompleksitas yang tinggi, juga untuk orang yang bisa menikmati karakter-karakter yang menyenangkan. Namun, tidak saya sarankan untuk anak-anak, atau untuk orang-orang yang tidak tahan dengan fanservice bergaya anime.

Dungeon Travelers 2: The Royal Library and The Monster Seal telah dirilis oleh Atlus USA, bisa didapat dari PS Store seharga $39.99 atau dari toko-toko game terdekat.

Dungeon Travelers 2: The Royal Library and The Monster Seal

$39.99
Dungeon Travelers 2: The Royal Library and The Monster Seal
0

Pros

  • Gameplay kompleks dan menantang
  • Desain visual 2D bagus
  • Musik yang bervariasi
  • Karakter yang menarik dengan pengisi suara yang bagus

Cons

  • Grafik 3D hanya untuk dungeon dan terasa biasa saja
  • Cerita yang kurang "wah"
  • Presentasi keseluruhan terlihat sederhana
Follow Ketampanan:

Seorang wibu-in-denial (kata orang sih, padahal sih emang bukan wibu). Senang bermain game, terutama JRPG yang relatif kurang terkenal, Dungeon RPG, dan Hunting game, tapi kadang juga main FPS, RTS, atau Rhythm game.