with No Comments

Nintendo Home Console

Tepat pada 19 Oktober , 30 tahun yang lalu, Nintendo merilis konsol pertama mereka, Nintendo Entertainment System. Konsol yang juga dikenal dengan nama Famicom di negara asalnya tersebut membangkitkan kembali industri video game yang sebelumnya sempat “loyo”. Sejak merilis NES, Nintendo semakin dikenal sebagai perusahaan video game yang terbesar (sekaligus tertua), Nintendo pun meneruskan tradisi mereka untuk memperkenalkan konsol-konsol generasi berikutnya yang memiliki fitur baru bahkan revolusioner.

Seperti apakah perubahan konsol buatan Nintendo dari masa ke masa? Mari kita simak.

(p.s: klik gambar untuk melihat ukuran besar)

 


NINTENDO ENTERTAINMENT SYSTEM / FAMILY COMPUTER

NES

Sebelum dirilis di Amerika Serikat, NES dirilis dua tahun sebelumnya di Jepang pada tahun 1983. NES menjadi konsol pertama yang dirilis sejak kejadian North American video game crash of 1983. Bersamaan dengan peluncuran NES, Nintendo menyertakan video game Super Mario Bros karya Shigeru Miyamoto dan Takashi Tezuka. Super Mario Bros kelak menjadi video game platformer paling populer di seluruh dunia; bahkan sang maskot Mario, menjadi ikon salah satu maskot Nintendo.

NES membawa beberapa hal yang menjadi standar sebuah video game. Mulai dari controller, NES memperkenalkan tombol empat arah yang dinamakan D-Pad. Pada masa sebelumnya, konsol video game menggunakan joystick berukuran besar sehingga tidak praktis. Dengan D-Pad, kendali video game menjadi lebih kecil dan ringan sehingga kita dapat bermain video game dengan lebih nyaman. NES pun memperkenalkan dua tombol legendaris yaitu Start dan Select yang hingga saat ini masih digunakan.
NES berhasil terjual sebanyak 61,91 juta unit di seluruh dunia, kesuksesan tersebut tak lepas dari peran beberapa game ikonik Nintendo seperti The Legend of Zelda, Metroid, Donkey Kong, Duck Hunt, Excitebike, dan Kid Icarus.

 


SUPER NINTENDO ENTERTAINMENT SYSTEM / SUPER FAMILY COMPUTER

SNES

Berpindah ke generasi 16-bit, Nintendo pun turut ambil bagian. Nintendo memperkenalkan konsol “sequel” dari NES yang bernama SNES. Dirilis pada tahun 1991 (1990 di Jepang), SNES pun membawa beberapa hal menjadi standar video game.

Seiring dengan bertambahnya kepopuleran game fighting di mesin-mesin arcade, para perusahaan pembuat konsol pun berpikir bahwa jumlah tombol yang ada pada gamepad tak lagi cukup. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Nintendo memperkenalkan gamepad SNES yang memiliki tombol D-Pad, dua shoulder button, dan tombol ABXYShoulder button dan tombol ABXY menjadi standar tombol sebuah gamepad, walaupun dengan nama berbeda (PlayStation menggunakan istilah silang-kotak-bulat-segitiga, sementara Xbox menggunakannya dengan urutan berbeda, XYAB).

Selain melanjutkan kesuksesan seri video game sebelumnya, SNES pun memperkenalkan video game Nintendo baru seperti Star Fox, F-Zero, Pilotwings, dan Super Mario Kart. Tercatat sebanyak 49,10 juta unit SNES laku terjual di seluruh dunia, menjadikan SNES sebagai konsol 16-bit terlaris (mengalahkan Sega Mega Drive/Genesis).

 


NINTENDO 64

N64

Seiring dengan kemajuan teknologi, industri video game pun turut berkembang. Nintendo memulai generasi video game ke-5 dengan merilis Nintendo 64. N64 dirilis pada tahun 1996. Nintendo mendeklarasikan N64 sebagai konsol 64-bit pertama. Pada saat perusahaan lain berpindah menggunakan media penyimpanan berbasis optik, namun Nintendo tetap bersikeras menggunakan media cartridge.

Dengan munculnya pesaing baru, Sony PlayStation, dominasi Nintendo pun terusik. Pada akhirnya, N64 akan kalah bersaing dengan PlayStation, hanya terjual sebanyak 32,93 juta uni, tertinggal jauh dari PlayStation yang terjual  102,49 juta unit.

Walaupun demikian, N64 tetap memperkenalkan hal baru dalam industri video game, terutama untuk gamepad. Gamepad N64 memiliki bentuk yang aneh, dengan dua genggaman kecil dan satu genggaman besar. Teknologi baru yang diperkenalkan adalah trigger button. Teknologi ini memungkinkan pemain untuk menekan tombol a la pegas sehingga lebih akurat saat digunakan untuk video game bergenre racing atau shooterTrigger button menjadi salah satu faktor larisnya video game GoldenEye 007 untuk konsol N64.

 


NINTENDO GAMECUBE

GC

Tak ingin mengulangi kesalahan, akhirnya Nintendo berpindah menggunakan media penyimpanan optikal. Konsol dengan codename Dolphin ini dirilis pada tahun 2001. Nasib Gamecube hampir sama dengan pendahulunya. Kepopuleran Sony dengan konsol PlayStation 2 dan pendatang baru Microsoft Xbox terbukti menjadi pukulan telak bagi Nintendo. Nintendo harus puas dengan posisi ke-tiga dalam generasi ke-6 ini, dengan angka penjualan Gamecube hanya sebanyak 21,74 juta unit.

Konsol dengan ciri khas warna indigo ini memperkenalkan beberapa hal yang menjadi populer. Dengan controller Wavebird, Nintendo memperkenalkan controller nirkabel pertama.

Selain itu, Gamecube merupakan konsol pertama yang dapat dihubungkan dengan handheld (Gameboy Advance) menggunakan link cable. Konsep console-handheld connectivity ini lalu diterapkan oleh beberapa perusahaan video game lainnya. Gamecube pun memiliki beberapa video game ikonik Nintendo seperti Super Smash Bros. Melee, Animal Crossing, Pikmin, Star Fox: Assault, dan The Legend of Zelda: The Wind Waker.

 


NINTENDO WII

Wii

Memasuki generasi ke-7, Nintendo memilih pendekatan yang antimainstream dibandingkan konsol lainnya. Nintendo merilis Nintendo Wii pada tahun 2006. Nintendo Wii merupakan konsol pertama yang mempopulerkan sistem kendali sensor gerak sebagai kendali utama. Dengan menggunakan Wii Remote, pemain dapat merasakan pengalaman baru bermain game dengan menggerakan tubuh.

Nintendo pun kelak merilis video game yang mengoptimalkan Wii Remote seperti Wii Sports Resort, Mario Kart Wii, dan The Legend of Zelda: Skyward Sword. Beberapa tahun kemudian, perusahaan pesaing kelak ikut menyertakan kendali sensor gerak pada konsol mereka dengan merilis PlayStation Move dan Kinect.

Walaupun antimainstream dan dianggap “non-hardcore“, fakta berkata lain. Nintendo berhasil menjuarai generasi ke-7 dengan angka penjualan Nintendo Wii sebesar 101,56 juta unit, mengalahkan PlayStation 3 dan Xbox 360; angka ini menjadikan Nintendo Wii sebagai konsol Nintendo terlaris hingga saat ini.

 


NINTENDO WII U

WiiU
Memulai generasi ke-8, Nintendo merilis Nintendo Wii U pada tahun 2012. Bersama Wii U, Nintendo mulai memasuki era konsol Full HD. Nintendo pun memperkenalkan fitur baru seperti off-TV play dan Wii U GamePad yang memiliki layar ke-2 a la Nintendo DS. Teknologi off-TV play memungkinkan pengguna Wii U untuk tetap bermain Wii U tanpa menggunakan TV. Saat mode off-TV aktif, GamePad akan menjadi layar utama. Kelak, perusahaan pesaing pun memperkenalkan teknologi serupa dengan nama berbeda seperti Remote Play dan Game Stream.

Walaupun menjadi konsol pertama di generasi ke-8, Nintendo Wii U saat ini merupakan konsol dengan jumlah penjualan terendah, di bawah PlayStation 4 dan Xbox One. Nintendo Wii U pun harus rela ditinggalkan oleh mayoritas third-party publisher.

Namun, Nintendo Wii U tetap memiliki kumpulan video game first-party yang menarik (bahkan dapat dibilang sebagai konsol dengan game eksklusif terbanyak) seperti Super Smash Bros. for Wii U, Mario Kart 8, Pikmin 3, Super Mario 3D World, Bayonetta 2Splatoon, Super Mario Maker, dan game-game akan datang seperti Xenoblade Chronicles X, Yoshi Woolly World, dan Gennei Ibun Roku ♯FE (a.k.a. Shin Megami Tensei x Fire Emblem).

 


THE FUTURE

NX
Menyongsong masa depan, Nintendo tengah mempersiapkan Nintendo NX. Direncanakan akan diumumkan pada tahun depan, belum banyak informasi mengenai konsol (atau handheld?) misterius ini. Menurut berbagai rumor yang beredar, Nintendo NX akan dilengkapi dengan hardware “jempolan” yang diduga akan melebihi kemampuan grafis PS4 dan Xbox One.

Walaupun sangat meyakinkan, rumor tetaplah rumor. Kita sebagai pengguna lebih baik tak ambil pusing dan menikmati konsol yang ada saat ini. As certain princess said, “The future is not written (yet)“.

Now, excuse me, I’m gonna do some Smash while waiting for Xenoblade Chronicles X.

Oh iya, jika kalian tertarik, silakan baca artikel “Nintendo: Awal Mula Sang Raksasa Video Game” yang membahas mengenai perjalanan Nintendo sebelum menjadi perusahaan video game.

Follow Zul Ahadi:

Editor in-chief

Biasa main game di Wii U, 3DS, dan PC.