with No Comments

RiCes

Untuk menarik perhatian calon pembeli, tentu saja para penjual akan melakukan segala cara, mulai dari promosi, pasang iklan, atau bahkan mengadakan paket hemat dan diskon. Jepang pun demikian, termasuk para produsen beras di karasidenan Yamagata. Namun, alih-alih melakukannya dengan cara biasa, mereka mengerahkan virtual idol untuk mempromosikan beras mereka. Idol group yang bernama RiCes (dibaca: ri-ses) ini beranggotakan tiga orang gadis cantik dengan skema warna masing-masing, yaitu Tsuyahime Uzen, Haenuki Shounai, dan Hitomebore Miyagi.

Tsuyahime memiliki karakter yang sedikit egios, namun selalu ceria dan bersemangat; Tsuyahime merupakan anggota paling muda sekaligus ketua dari RiCes. Haenuki adalah seorang gadis yang serius dan jujur, dia memiliki pengalaman sebagai idol sebelumnya; dia merupakan anggota RiCes paling senior. Hitomebore memiliki kemampuan menyanyi dan menari yang sangat baik, dia pun memiliki sifat santai; sayangnya, terkadang ia menjadi lemah karena penyakit anemia yang dideritanya.

 

Sekilas, mungkin nama para anggota RiCes terdengar biasa saja; namun, nama-nama tersebut merupakan nama dari varietas beras yang terkenal di Jepang. Menurut situs Travel to Tohoku, beras Tsuyahime memiliki ciri khas warna putih berkilau dan butiran berukuran besar; beras Tsuyahime pun tetap terasa lezat ketika sudah dingin. Haenuki merupakan varietas beras paling awal, menurut situs Yamagata Export Support, beras Haenuki adalah beras asli dari Yamagata yang biasa ditanam di persawahan. Sementara itu, menurut situs Common Grains, beras Hitomebore merupakan beras hasil budidaya di karasidenan Miyagi; beras yang memiliki arti nama “cinta pandangan pertama”  ini dapat ditanam di wilayah bagian utara lainnya dan merupakan beras terpopuler ke-dua di Jepang.

Para anggota RiCes akan muncul sebagai ilustrasi pada kemasan beras yang juga dijual dengan merek RiCes. RiCes akan dijual mulai tanggal 12 November namun dapat mulai di-preorder melalui situs Yahoo! Japan Shopping. Varian Tsuyahime dijual seharga 3000 JPY/5 kilogram, sementara varia Haenuki dan Hitomebore dijual seharga 2500 JPY/5 kilogram.

Welp, saya akui, cara promosi beras ini memang kreatif dan tak terpikirkan sebelumnya. Mungkin para produsen beras di Indonesia pun dapat menerapkan cara ini untuk menjual beras lokal seperti Rojo Lele, Pandan Wangi, Setra Ramos, dan lain sebagainya. Setidaknya, jika cara ini diterapkan di Indonesia, akan ada alasan untuk mengoleksi karung beras dan dipajang di dalam kamar.


SUMBERAnime News Network & Kai-You.net

Follow Wibu Berkualitas:

Sosok misterius yang berada di balik kewibuan.
Konon, dia adalah jelmaan dari dewa Wibu yang turun ke bumi.