with No Comments
KBvideogame
Tak terasa, tahun 2015 akan segera meninggalkan kita semua. Sebagai seorang pemain video game, tentu saja tahun 2015 memberikan banyak kesan. terdapat banyak video game yang dirilis pada tahun 2015, baik untuk platform Android/iOS, Nintendo, PC, PlayStation, maupun Xbox; beberapa terlalu buruk untuk dikenang dan beberapa terlalu indah untuk dilupakan.
Staff Wikiba Asia memberikan penilaian pribadi untuk berbagi mengenai video game terbaik dan terburuk versi mereka pada tahun ini. Tak lupa, mereka pun akan berbagi mengenai video game yang dinantikan di tahun 2016.
Tanpa panjang-lebar, mari kita simak!

bar10

ADRIO KUSMAREZA

MGSV_g

BEST VIDEO GAME OF 2015
Metal Gear Solid V: The Phantom Pain (PC/Steam)

Berbicara soal Metal Gear Solid berarti berbicara dengan masa kanak-kanak saya. Pertama kali dikenalkan pada tahun 1998 dan menyukainya sejak itu. The Phantom Pain tentu adalah entry yang sangat saya tunggu tahun 2015. Perlu diakui saya merindukan Metal Gear Solid yang lama, di mana saya sangat menyukai percakapan melalui codec. Walau begitu Hideo Kojima berhasil membuat saya jatuh cinta dengan Metal Gear Soild lagi dan lagi.

Terlepas dari twist a la Kojima di dalam game ini, banyak orang yang kurang suka dengan cerita The Phantom Pain. Saya sendiri pun merasakannya. Berbeda dengan game terdahulu, The Phantom Pain tidak memiliki codec. Codec di sini kemudian diganti dengan cassette tape yang tidak kalah menariknya. Bagi yang tidak pernah mendengarkan cassette tape sekali pun maka rugilah orang itu. Ini yang menjadikan Metal Gear Solid menarik, hal-hal kecil di luar fitur game utamanya. Saat mendengar rekaman Kaz dengan Code Talker berbicara soal hamburger di cassette tape itu mengingatkan saya kepada Metal Gear Solid terdahulu dan kenapa saya menyukainya. Good Job!

Ke depannya, saya menantikan apa yang akan Konami lakukan tanpa Kojima di Metal Gear Soild dan tentu saya juga akan menantikan apa yang akan dikerjakan oleh Kojima setelah pisah dengan Konami. Salute to Kojima!

Notice the emblem? WA for Wikiba Asia. Hihi.

 

MOST ANTICIPATED VIDEO GAME OF 2016
Deus Ex: Mankind Divided (PC/Steam)

Adam Jensen akan kembali dan dia kembali dengan lebih kuat.

Melihat pada Deus Ex: Human Revolution, itu merupakan sebuah game yang belum sempurna, masih banyak kekurangan. Pemeran utama, Adam Jensen yang saya bayangkan akan sangat kuat karena augmentation ternyata tidak terlalu dan game hanya bisa dimainkan dengan gaya stealth. Pada gameplay demo Deus Ex: Mankind Divided, developer berjanji akan memberikan kebebasan kepada pemain, untuk mereka yang suci dapat menyelesaikan game tanpa membutuh satu orang pun, atau mereka yang rambo dapat melenyapkan semua yang ada di hadapannya. Kebebasan inilah yang saya sukai karena saya pada awal akan bermain dengan cantik tapi nantinya akan membuat kesalahan dan situasi menjadi sangat buruk. Kemampuan itulah yang saya inginkan. Saat semua menjadi sangat pelik, pemain diberikan kemampuan untuk berimprovisasi dan mengubah gaya bermainnya.

bar10

DLC CHARACTER #1 (NAMA SAMARAN)

M11

BEST VIDEO GAME OF 2015
Mushroom 11 (PC/Steam)

Bukan, bukan game sejenis Winning Eleven. Mushroom 11 ini adalah game bergenre puzzle besutan pengembang game indie, Untame. Gameplay-nya benar-benar segar, like never played before, minim petunjuk tapi user-friendly. Meski mudah dimengerti bukan berarti membosankan, karena level design-nya sangat apik. Saat bermain, kamu pasti akan bertanya-tanya apa maksud di balik game ini.

 

MOST ANTICIPATED GAME OF 2016
Fallen Legion (PlayStation 4)

Video game Indonesia pertama yang bakal rilis di PlayStation 4 nih! Banyak yang mengait-ngaitkan gameplay-nya dengan Valkyrie Profile, which is okay to me since I enjoyed the series! Bersiap untuk nebeng main di PlayStation 4 temen.

bar10

HEREZA ARDHITYA

ED

BEST VIDEO GAME OF 2015
Elite: Dangerous (PC/Steam)

Karena saya penggemar berat dari game simulasi luar angkasa, maka saya memilih Elite: Dangerous sebagai game terbaik 2015. Sebagai game open-ended (tidak ada batas map) dengan jumlah bintang lebih dari 400 miliar, game ini sangat bagus untuk sebuah space simulator. Bila anda juga pecinta luar angkasa, maka game ini sangat pantas untuk dijadikan wallpaper yang bagus. Dalam game ini juga kita harus berinteraksi dengan stasiun luar angkasa dan lain-lain, bila kita asal masuk ke airlock sebuah stasiun tanpa meminta ijin untuk landing, maka pesawat kita akan ditembak. Kita juga bisa berburu pembajak luar angkasa, di mana bila kita membunuh pembajak tersebut maka kita akan mendapatkan credit untuk meng-upgrade pesawat dan membeli pesawat baru. Game ini akan lebih berkesan bila anda memiliki peralatan untuk bermain simulator pesawat. Terdapat 2 sistem kontrol dalam game ini, yaitu:

  • H.O.S.A.S (Hands On Stick And Stick) Dimana kita menggunakan 2 flight stick untuk mengendalikan pesawat kita. Sistem ini sangat nyaman dipakai untuk bertarung antar pesawat atau berburu pembajak
  • H.O.T.A.S (Hands On Throttle And Stick) Dimana kita menggunakan flight stick dan throttle control untuk mengendalikan pesawat kita. Sistem ini sangat nyaman untuk travelling.

Bila anda termasuk orang yang sangat senang dengan simulator, game ini sangat bagus untuk anda. Tapi ingat, Game ini mudah membuat kita mabuk karena membuat kamera berputar putar.

 

WORST VIDEO GAME OF 2015
Call of Duty: Black Ops III (PC/Steam)

Saya merupakan fans Call of Duty dari dulu. Tetapi mulai pertama kali game ini diluncurkan trailer-nya, saya mulai melihat betapa anehnya Call of Duty jaman sekarang. Dimana senjatanya sudah sangat canggih sehingga terlihat agak ganjil, dari drone kecil yang membawa missile, sampai zombie dalam Call of Duty. Menurut saya jalan cerita Call of Duty yang jaman sekarang juga berantakan. Sekarang sepertinya game ini sudah tidak mementingkan jalan cerita lagi, melainkan grafik yang bagus dan senjata-senjata khayalan.

Menurut saya Call of Duty yang terbaik adalah seri Modern Warfare. Dimana masih realisitis untuk senjata yang digunakan.

 

MOST ANTICIPATED VIDEO GAME OF 2016
KanColle Kai (PlayStation Vita)

Game mengumpulkan waifu kapal yang berbasis pada RNG (Random Number Generator) di mana sebelumnya sudah terdapat versi komputernya yang dapat dimainkan lewat browser, akan dirilis dalam versi lebih bagus untuk PlayStation Vita pada 2016 mendatang. Saya sebagai penggemar kapal merasa wajib memainkan game ini.

bar10

KENNARD WICOADY

MikuDX

BEST VIDEO GAME OF 2015
Hatsune Miku: Project Mirai DX (Nintendo 3DS)

Sebenarnya penulis cukup bingung untuk menentukan game terbaik yang dimainkan pada tahun 2015. Setelah galau yang cukup panjang, akhirnya penulis memutuskan untuk menobatkan Hatsune Miku: Project Mirai DX sebagai game terbaik pilihan saya tahun ini.

Alasan saya menjatuhkan pilihan ke Project Mirai DX, bukan semata-mata karena penulis memang penggemar Vocaloid, melainkan karena game ini bisa dijangkau oleh segala macam kalangan. Beragamnya tingkat kesulitan rata-rata game ini, dari mudah (Easy) dengan menggunakan touchscreen dan stylus, hingga sangat sulit (Super Hard) dengan menggunakan tombol, dapat memancing casual player untuk mencoba game ini maupun yang sudah berpengalaman dalam hal permainan rhythm game. Tingkat penilaian (judgment) game ini, boleh dibilang tidak lebar dan juga tidak terlalu ketat, sehingga pemain tidak perlu harus benar-benar peka dengan ketukan untuk dapat memainkan game ini, cukup dengan modal mengetahui ritme lagu yang dimainkannya. Masih kurang menantang? Ada modifier yang dapat menggagalkan pemain bila kedapatan meleset (miss) satu kali.

Selain dalam hal tingkat kesulitan, thanks to 3DS, berkat “touchsreen”-nya, Hatsune Miku: Project Mirai DX dapat memaksimalkan interaktifitas dalam permainan. Mode yang diberikan dalam setiap lagu ada 2, yaitu touch/tap dan tombol. Bagi yang ingin memainkan secara interaktif dan fun (full of gimmick), dapat memilih tipe permainan touch/tap. Sebaliknya, yang terbiasa dengan kontrol konvensional pada umumnya, dapat memilih memakai tombol.

Pemain dapat mengumpulkan “Mirai Point” setiap kali menyelesaikan satu lagu. “Mirai Point” ini digunakan untuk membeli kostum masing-masing karakter, menghiasi ruangan karakter, serta sebagai bagian untuk melakukan interaksi.

Selain seluruh gameplay utama, penampilan karakter yang berukuran “chibi” menjadi daya tarik tersendiri dari game ini. Konon, dengan penampilan karakter yang berukuran “imut”, dapat mudah diterima oleh berbagai macam kalangan serta usia pemainnya.

 

WORST VIDEO GAME OF 2015
IA/VT Colorful (PlayStation Vita)

Untuk kasus game yang “masih kurang memaksimalkan potensialnya” pada tahun ini, juga merupakan hal yang sulit bagi penulis untuk menentukan. But the decision has to be made, dan akhirya jatuh ke IA/VT Colorful.

IA/VT merupakan salah satu rhythm game yang cukup diantisipasi pada tahun ini, selain karena delay yang cukup panjang (satu tahun dari 2014, awal perencanaan rilis) untuk mengubah sistem gameplay menjadi lebih bagus dan menarik. IA/VT sempat digadangkan menjadi game yang dapat menyaingi seri Project Diva, di platform konsol yang sama.

Konsep awal game ini, menggunakan “analog” + 4 tombol, berubah mendadak menjadi generic 8 tombol setelah delay yang panjang. Tidak hanya itu, gimmick dari game ini hanya terbatas pada “Colorful Zone” (atau “Fever Time” di rhythm game lainnya). Ditambah dengan tidak adanya modifier, seperti “random”, “speed increment”, “assist”, dan life-bar pada setiap permainan, menurunkan tingkat menantang (yang berpotensi menjadi unsur fun dalam game) IA/VT sendiri. Mungkin banyak yang bakal beragumen bahwa tantangan sebenarnya dan semua modifier tersebut ada di “Step-Up Mode”, tapi bukankah “Step-Up Mode” sudah ditentukan lagunya?

Selain itu, kostum dan UI didapat dengan metode leveling. Sayangnya, pace leveling pada IA/VT tergolong lumayan cepat. Dengan memainkan 1 – 2 lagu dengan hasil “S” ke atas, sudah dapat menaikkan level pemain. Pace leveling yang cepat mungkin tidak menjadi kendala untuk mencapai end-game dengan cepat, jikalau ada sistem in-game currency.

Dengan argumen di atas, tidak berarti bahwa IA/VT menjadi game yang benar-benar jelek. Poin plus dari IA/VT adalah kehadiran 60 full song lebih di song-list, serta “Step-Up Mode” yang masih menjadi daya tarik tersendiri sebagai end-game.

 

MOST ANTICIPATED VIDEO GAME OF 2016
Hatsune Miku: Prject Diva X (PlayStation Vita)

Tahun 2015 merupakan tahun yang cukup banyak rhythm game rilis, baik di konsol handheld maupun di mobile, seperti Project Mirai DX, Taiko no Tatsujin: V Version, IA/VT, Persona 4: Dancing All Night, Superbeat: XONIC, Groove Coaster 2 Mobile, Idolm@ster Cinderella Girls: Starlight Stage, dan lain-lain.

Saat ini, belum ada game yang benar-benar sangat dinantikan untuk 2016, tapi untuk rasa penasaran, jatuh kepada Hatsune Miku: Project Diva X.

Selain list beberapa lagu yang cukup membuat tertarik, seperti “Lamentation of Lost One”, “Renai Saiban”, dan lain-lain. Seri Project Diva X merupakan seri yang ikut memberikan unsur RPG pada gamenya, yaitu “Live Quest”. Serta penambahan efek dan atribut untuk setiap komponen kostumnya (tidak polos seperti seri sebelumnya).

Yang menjadi pertanyaan adalah, sistem yang sama sudah diterapkan di Taiko no Tatsujin: V Version, serta pemotongan jumlah lagu menjadi bersisa 30++. Apakah nantinya Project Diva X dapat mengembalikan popularitas seri Project Diva yang mulai jenuh saat ini? Atau sama aja?

bar10

MAHESSA RAMADHANA

ソフィーのアトリエ ~不思議な本の錬金術士~_20151223010903

BEST VIDEO GAME OF 2015
Atelier Sophie: The Alchemist of the Mysterious Book (PlayStation 4)

Saya memang penggemar berat Gust, dan meskipun saya juga sangat menanti-nanti rilisnya Atelier Sophie: The Alchemist of the Mysterious Book sebelum rilis, harus saya akui ada beberapa hal yang agak saya ragukan, terutama setelah sedikit kecewa dengan Atelier Escha & Logy Plus. Untungnya kekhawatiran saya tidak terjadi sama sekali.

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, bagi saya Atelier Sophie adalah turn-based JRPG dengan sistem permainan dengan kompleksitas, kedalaman strategi, serta tingkat kesulitan terbaik yang saya mainkan dalam beberapa tahun terakhir ini. Malah kalau saya jujur, saya sulit mengingat judul turn-based JRPG lain dengan sistem permainan lebih baik yang pernah saya mainkan sejak saya mulai bermain video game. Sistem permainannya sangat memuaskan, setelah berhasil menyusun strategi atau berhasil membuat item yang bagus untuk melawan monster-monster yang kuat.

Selain sistem permainan, Atelier Sophie juga didukung dengan karakter yang menarik yang membuat saya senang melihat interaksi antar karakternya, serta musik yang sangat indah yang membuat saya betah bermain lama-lama.

Bagi saya, aspek sistem permainan, karakter, dan musik memang sangat penting, sehingga wajar Atelier Sophie menjadi favorit saya tahun ini. Namun harus saya akui, bagi pemain-pemain yang tidak suka sistem permainan yang kompleks dan lebih memilih judul dengan cerita yang dalam, mungkin Atelier Sophie kurang cocok bagi mereka.

 

WORST VIDEO GAME OF 2015
Hyperdimension Neptunia Re;Birth2: Sisters Generation (PlayStation Vita)

Sebenarnya tidak jelek juga, namun dibandingkan dengan judul lain yang saya mainkan tahun ini, memang jadi terasa kurang bagus. Apalagi saya memainkan ini dua minggu setelah saya selesai Atelier Ayesha Plus di mode Hard, salah satu calon game terbaik 2015 saya sebelumnya, sehingga terasa terbanting.

Hyperdimension Neptunia Re:Birth 2: Sisters Generation (HDNR:B2) memiliki sistem permainan yang menarik. Mekanisme-mekanismenya ada banyak, dan berpotensi bisa digunakan untuk menghasilkan permainan yang dalam. Namun sayangnya, potensi ini tidak terpakai, karena pada akhirnya saya hanya mengulang perintah yang sama karena perintah ini paling efisien. Yah, memang masalah ini tidak terbatas pada HDNR:B2 saja, banyak sekali JRPG bahkan yang populer yang memiliki masalah ini.

Ceritanya juga kurang menarik dibandingkan pendahulunya. Seri pendahulunya, meskipun ceritanya dangkal, tetapi menyenangkan untuk diikuti. Sayang di sini ceritanya kurang menarik, kecuali untuk 1-2 endingnya.

Yah setidaknya ada karakter yang lucu seperti Chika :3

 

MOST ANTICIPATED VIDEO GAME OF 2016
God Eater: Ressurection & God Eater 2: Rage Burst, Atelier Shallie Plus (PlayStation Vita)
Horizon Zero Dawn, Guilty Gear Xrd -REVELATOR- (PlayStation 4)

God Eater adalah hunting game favorit saya selain Monster Hunter. Sayangnya sudah lama tidak ada kabar untuk versi bahasa Inggrisnya. Bisa saja sih saya main bahasa Jepangnya, tapi hunting game lebih seru kalo banyak teman yang main bersama. Dengan pengumuman rilis versi bahasa Inggrisnya, tentunya saya senang. Akhirnya ada lagi judul yang bisa saya mainkan bersama teman-teman saya. Dan demi underbo… maksud saya, Alisa juga tentunya ( ͡° ͜ʖ ͡°)

Atelier Shallie adalah Judul Dusk terakhir yang belum saya mainkan, karena tak punya PS3, hiks. Saya pribadi sering dengar komplain dari penggemar seri Atelier lainnya, karena terlalu mudah dan tidak menyelesaikan cerita Dusk. Saya sendiri juga ragu, karena komplain dari mereka terdengar valid. Tapi yah, saya penggemar, jadi pasti saya akan mainkan. Semoga versi Plusnya memperbaiki hal-hal tersebut.

Info tentang Horizon Zero Dawn belum begitu banyak, tapi dari video yang telah ditampilkan, saya langsung tertarik. Sistem permainannya sedikit banyak terlihat seperti versi Barat dari hunting game, dan hal ini membuat saya jadi penasaran ingin memainkannya. Semoga saja tepat waktu rilis 2016 tanpa diundur.

Heaven or Hell! Saya tidak jago dalam bermain game fighting, dan judul yang saya mainkan juga tidak banyak. Tapi Guilty Gear memang salah satu seri favorit saya sejak lama. Karakter-karakter barunya menarik, terutama Jack ‘O dengan gaya bertarung seperti lane defense. Saya juga penasaran dengan lanjutan cerita dari Sign. Benar-benar sudah tidak sabar menunggu rilisnya!

bar10

REZA ZEFANYA

EDF

BEST VIDEO GAME OF 2015
Earth Defense Force 4.1: The Shadow of New Despair (PlayStation 4)

Sejak pertama kali memainkan seri Earth Defense Force (EDF) yang saya dapatkan dari PS+ secara gratis, yaitu EDF 3 Portable atau lebih dikenal sebagai EDF 2017 Portable di US, saya langsung menyukainya. EDF adalah game third-person shooter di mana pemain berperan sebagai tentara yang melindungi bumi dari serangan alien.
EDF 4.1 merupakan remake dari EDF 4 (EDF 2025 di US) dengan berbagai konten tambahan seperti revisi stage, penambahan kualitas dan performa grafik, penambahan kemampuan karakter, serta penambahan NPC yang kini dapat membawa tank. Grafik memang tidak luar biasa jika dibandingkan dengan kebanyakan game PS4 lainnya, namun sudah cukup baik mengingat kendala utama game EDF yaitu FPS drop dikarenakan banyaknya musuh yang membuat kerja konsol semakin berat, efek-efek ledakan yang keren pun turut menghiasi medan perang menjadikan peperangan terasa lebih seru.

 

MOST ANTICIPATED VIDEO GAME OF 2016
Kingdom Hearts HD 2.8 Final Chapter Prologue (PlayStation 4)

Sebagai seseorang yang pernah memainkan nyaris semua seri Kingdom Hearts kecuali Dream Drop Distance dan game mobilenya, Kingdom Hearts 2.8 menjadi sebuah judul yang sangat saya nantikan untuk tahun 2016. Ingin sekali rasanya mengetahui kelanjutan kisah game ini sekaligus merasakan kembali gameplay-nya yang sangat menyenangkan sebelum memainkan Kingdom Hearts 3 yang akan keluar setelahnya.

bar10

VINCENT KURNIA

HM2

BEST VIDEO GAME OF 2015
Hotline Miami 2: Wrong Number (PlayStation Vita)

Hotline Miami 2: Wrong Number mungkin bukan game “terbaik“ dalam beberapa aspek. Dengan gameplay yang terkesan jadul membuat game ini memiliki keunikan tersendiri daripada game lainnya.

Dalam game ini pemain bermain menjadi mafia dan menyelesaikan misi yang ada. Tentu saja layaknya mafia pada umumnya menggunakan topeng-topeng yang lucu untuk menyembunyikan identitasnya.

Seperti seri game Hotline Miami sebelumnya, inti dari game ini cukup sederhana, yaitu menyelesaikan misi dengan sempurna tanpa terkena pukulan dari mafia yang lainnya. Apabila pemain terkena pukulan maka permainan pun selesai a.k.a. Game Over. Pemain dapat bergerak dengan bebas kesana kemari untuk melindungi diri. Pemain juga dapat memukul dan menggunakan senjata yang ada untuk membunuh mafia lainnya.

Game yang simple namun berkesan. Sayangnya game ini ditujukan untuk orang dewasa karena mengandung kalimat yang kurang sopan dan tingkat violence yang tinggi.

 

WORST VIDEO GAME OF 2015
Rodea The Sky Soldier (Nintendo 3DS)

Rodea the Sky Soldier dapat dibilang game terburuk. Pertama kali melihat trailer, game ini terlihat lumayan keren. Dilihat dari gameplay mirip seperti game Gravity Rush. Namun, jangan tertipu dengan hal tersebut, kontrol dari game ini cukup sulit. Sebenarnya game ini memiliki konsep yang cukup menarik namun terkesan terburu-buru sehingga game ini “kurang sempurna“.

 

MOST ANTICIPATED VIDEO GAME OF 2016
Digimon Story: Cyber Sleuth, God Eater 2: Rage Burst (PlayStation Vita)

Digimon Story: Cyber Sleuth dan God Eater 2: Rage Burst merupakan game yang dinanti di tahun 2016. Alasannya sederhana, karena saya merupakan fanboy dari kedua game tersebut. Meskipun untuk PlayStation Vita diindikasikan hanya mendapatkan versi digital, tapi saya tetap menantikan kedua game tersebut.

bar10

WILLY CHANDRADINATA

MGSV

BEST VIDEO GAME OF 2015
Metal Gear Solid V: The Phantom Pain (PlayStation 4)

Espionage Open World! Game yang disertai kehebohan dengan perihal Hideo Kojima keluar dari Konami ini juga berhasil menghebohkan pengalaman bermain gameku di tahun 2015. Walaupun tidak begitu mengikuti serial-serial sebelumnya tapi game ini sangat menghibur, menegangkan, dan berhasil membuat saya puas dengan story-nya yang bagus! Well Done Hideo Kojima!

 

WORST VIDEO GAME OF 2015
The Legend of Legacy (Nintendo 3DS)

Sebenarnya gameplay video game ini tidak buruk, malah bisa disebut menarik. Tapi, menurut saya, game ini tidak dibarengi dengan story yang bagus sehingga terasa hampa.. seperti hatiku.

 

MOST ANTICIPATED VIDEO GAME OF 2016
Fire Emblem: Fates

Fire Emblem Awakening sudah sangat bagus bagiku, sangat tidak sabar untuk menunggu serial selanjutnya ini!

bar10

WILSON CHEN

Dragomon Hunter

BEST VIDEO GAME OF 2015
Dragomon Hunter (PC/Steam)

Game MMORPG buatan X-Legend yang menarik, saya sudah lebih dari 100 jam bermain game ini dan sudah mencapai level maximum, walaupun masih belum mencapai hunter level maximum. Dalam game ini, kita bisa melakukan banyak hal, level maximum disini tidak seperti anda menjadi kuat, karena masih banyak boss yang dapat meng OHKO (One-Hit Knock Out) karakter kalian bila kalian tidak membuild karakter tipe HP deff. Bila bosan hanya dengan hunting biasa, anda dapat berternak dengan memasukkan monster ke dalam barn, fitur ini merupakan fitur yang saya suka, karena nyaris setiap monster bisa kita dapat, sehingga bisa semua kita ternak demi mendapat variant dari monster tersebut. Seperti game X-legend lainnya, kostum di dalam game sangatlah banyak, hal lain yang saya suka.

TL;DR? Game ini dapat meng OHKO pemain dengan mudah, mempunyai banyak fitur seperti barn, mempunyai banyak kostum.

 

WORST VIDEO GAME OF 2015
Sword Art Online: Lost Song (PlayStation Vita)

Story yang membosankan, gameplay yang menarik walaupun sebenarnya control dapat dipisah di beberapa bagian sehingga tidak menyusahkan pemain, yang menarik disini hanyalah kemampuan terbang. Grinding dalam game ini seperti bermain game online jadul, lama dan membosankan dimana kita mencari monster yang ber level tinggi tapi dapat dibunuh dengan cepat. Untuk PvP (Player versus Player), dibuat cukup menarik karena harus menghitung jarak magic dll, tapi hanya hal ini yang membuat orang gila-gilaan mencari equip senjata (yang mudah didapat).

 

MOST ANTICIPATED VIDEO GAME OF 2016
Dragon Quest Builders (PlayStation Vita)

Well.. Dragon Quest + Minecraft. Nuff said.

bar10

ZUL AHADI R

XCX_s

BEST VIDEO GAME OF 2015
Xenoblade Chronicles X (Nintendo Wii U)

Sangat sulit untuk menentukan video game terbaik tahun ini. Mengapa tidak, terdapat beberapa video game yang menarik yang saya mainkan, mulai dari Monster Hunter 4 Ultimate, Cities: Skylines, Splatoon, Celestian Tales: Old North, Trine 3: The Artifacts of Power, Yo-Kai Watch, Stella Glow, hingga Xenoblade Chronicles X. Namun, jika harus memilih satu, saya memilih Xenoblade Chronicles X (XCX).

XCX adalah jawaban atas pencarian dan penantian saya selama ini, maklum, XCX sudah diumumkan sejak tahun 2013 dengan nama sementara “X”. XCX merupakan video game pertama dari seri Xeno yang saya mainkan. Saat melihat trailer pertama dua tahun yang lalu, saya langsung terpikat dengan XCX.

Setelah menunggu cukup lama, ternyata XCX memenuhi harapan saya, bahkan lebih. Video game RPG ini memiliki fokus utama dalam unsur penjelajahan. Ketika pertama kali bermain, kita langsung dibuat tercengang dengan planet Mira yang sangat luas dan penuh tantangan (jika berani, kita bisa saja langsung menghadapi monster level tinggi). Tak hanya itu, pemain pun disuguhkan dengan kisah menarik mengenai usaha manusia untuk bertahan hidup di planet Mira setelah terpaksa meninggalkan Bumi yang hancur akibat ulah makhluk luar angkasa. Sebagai pelengkap, berbagai unsur RPG pada umumnya seperti equip, skill, ability, character affinity pun dapat ditemukan dalam XCX. Oh iya, kita bisa mengendarai ROBOT BERUKURAN RAKSASA dalam XCX! Lengkap dengan senjata keren seperti pistol laser dan pedang laser! Oh iya, BISA TERBANG JUGA! Kyaaaa~.

XCX layak saya sebut sebagai video game terbaik tahun ini, mengalahkan berbagai video game yang saya mainkan.

 

MOST ANTICIPATED VIDEO GAME OF 2016
Fire Emblem: Fates (Nintendo 3DS)

Genei Ibun Roku ♯FE (Nintendo WIi U)

Fire Emblem merupakan salah satu seri video game Tactical RPG favorit saya; tentu saja, tak aneh apabila saya sangat menantikan Fire Emblem: Fates (FE: Fates). Selain tak sabar untuk kembali mengasah kemampuan menyusun strategi, FE: Fates sangat dinantikan karena menjanjikan tiga cerita utama (Birtright, Conquest, Revelations) yang dituturkan dari sudut pandang berbeda. Tiga cerita utama tersebut sangat diharapkan dapat lebih menarik dari cerita Fire Emblem Awakening yang hanya dituturkan dari satu sudut pandang. Saya pun tak sabar untuk “bermain” bersama Hinoka.

Selain FE: Fates, saya pun sangat menantikan Genei Ibun Roku FE (GIR ♯FE). GIR ♯FE diumumkan sejak tahun 2013 dengan judul sementara Shin Megami Tensei X Fire Emblem (walaupun kelak dikritik oleh fans garis keras karena sama sekali tidak mirip dengan Shin Megami Tensei); embel-embel Fire Emblem lah yang awalnya membuat saya tertarik. Setelah melihat beberapa trailer, termasuk trailer gameplay, GIR ♯FE membuat saya semakin tertarik karena memiliki tema yang cukup unik, soundtrack yang catchy (i.e. Reincarnation dan Beastie Game), dan artstyle yang sesuai dengan selera saya.

Pokona mah, taun hareup kudu nyobaan FE: Fates jeung GIR FE! Demi Hinoka & Kiria!

bar10

Yep, ternyata para staff WIkiba Asia mempunyai selera video game yang beragam, tak hanya terpaku kepada platform/genre tertentu. Tentu saja, penilaian pribadi kami bukanlah standar yang harus harus diikuti untuk menentukan “video game terbarik tahun 2015” versi kalian. Apapun video game yang kita pilih sebagai video game terbaik tahun ini, yang paling penting adalah kita menikmati video game tersebut.
Akhir kata, 2015 merupakan tahun yang sangat baik untuk video game dan akan banyak video game menarik yang dirilis pada tahun 2016. Mari kita menantikan kesenangan bermain video game di tahun berikutnya.
Follow Wikiba Asia:

Konon, Emi Hoshino lah yang berada di balik akun ini.