with No Comments
RPG1_alt
Dari kiri ke kanan: May/Haruka (Pokémon OmegaRuby & Pokémon AlphaSapphire), Yuma Ilburn (Shining Resonance), The Last Dragonborn/Laat Dovahkiin (The Elder Scrolls V: Skyrim), Corrin/Kamui (Fire Emblem: Fates), Adol Christin (Ys: Memories of Celceta)
Dari sekian banyak genre video game, mungkin RPG (role-playing game) merupakan genre paling populer. Jika melihat sejarah, video game RPG mulai ada sejak tahun 1975. Jumlah video game RPG sudah tak dapat dihitung lagi, mulai dari judul yang tidak populer hingga judul populer yang bahkan menjadi seri dan dapat dimainkan hingga saat ini. Video game RPG pun sudah berkembang jauh, berawal dari text-based hingga menjadi tampilan tiga dimensi dengan grafis cantik seperti sekarang.

Bermula dari rasa penasaran, saya memutuskan untuk mencari informasi mengenai berbagai seri video game RPG yang sudah ada sejak lama dan merangkumnya untuk kalian pembaca Wikiba Asia.

Catatan, dalam daftar ini, terdapat beberapa rules yang kami terapkan:

  • Remake tetap dihitung
  • Video game belum dirilis tetap dihitung asalkan sudah pasti
  • Spin-off game tetap dihitung asalkan masih bergenre RPG
  • Tahun rilis dihitung dari tahun rilis paling awal (biasanya untuk video game yang dirilis berbeda tahun di wilayah lain)

So, let us begin.

bar0

20. THE BARD’S TALE (19 TAHUN; 1985-2004)

Ilustrasi pada sampul depan trilogi The Bard’s Tale (sumber gambar).
Video game yang satu ini memiliki judul asli Tales of the Unknown: Volume I, The Bard’s Tale dan dirilis pertama kali untuk Apple II. Namun, judul The Bard’s Tale lebih sering digunakan untuk menyebutnya (dan juga lebih pendek). The Bard’s Tale adalah video game yang dikembangkan oleh Interplay Productions dan didistribusikan oleh Electronic Arts. Michael Cranford merupakan designer dan programmer The Bard’s Tale. Craford adalah seorang penganut agama Kristen yang taat, oleh karena itu, dalam The Bard’s Tale, tak jarang terdapat beberapa rujukan mengenai kisah Jesus dan penyalibannya.

The Bard’s Tale terinspirasi dari video game RPG serupa seperti Dungeon & Dragons dan Wizardry. Dalam The Bard’s Tale, pemain dapat membuat sebuah tim yang terdiri dari enam karakter dengan pilihan class Bard, Hunter, Monk, Paladin, Rogue, Warrior, Magician, dan Conjurer. Tim tersebut kemudian berpertualang di kota Skara Brae dengan tampilan gameplay a la dungeon crawler. Uniknya, pemain pun dapat mentransfer karakter yang sebelumnya dibuat dari video game lain yaitu Wizardry dan Ultima III.

Seri The Bard’s Tale kemudian dilanjutkan dengan The Bard’s Tale II: The Destiny Knight, The Bard’s Tale III: Thief of Fate, dan The Bard’s Tale IV. Interplay Productions pun kemudian mengambangkan The Bard’s Tale Construction Set yang memungkinkan pemain untuk membuat dungeon secara kreatif dan memainkannya. Pada tahun 2004, inXile Entertainment mengembangkan The Bard’s Tale dan dipublikasikan oleh Vivendi Universal Games (kemudian, status hukum video game ini kontroversial mengingat Electronic Arts masih memegang hak atas seri The Bard’s Tale). The Bard’s Tale versi tahun 2004 bukanlah kelanjutan maupun remake dari The Bard’s Tale yang dirilis pada tahun 1985. The Bard’s Tale versi tahun 2004 pun kemudian dirilis untuk Apple iOS dan Android.

bar1

19. STAR OCEAN (19 TAHUN; 1996-2016)

Para karakter utama Star Ocean: Integrity and Faithlessness. Kiri ke kanan: Fiore, Emmerson, Miki, Fidel, Victor, Anne.
Star Ocean; dari namanya, mungkin kalian langsung teringat dengan film seri Star Wars/Star Trek. Yep, kalian tak salah (atau mungkin salah?), para pengembang di tri-Ace merupakan pecinta genre fiksi ilmiah dan space travel, terutama seri Star Trek. Star Ocean diciptakan oleh Yoshidaru Gotanda (sekarang menjabat sebagai president tri-Ace); dia adalah seorang mantan pegawai Telenet Japan.

Star Ocean pertama kali dirilis pada tanggal 19 Juli 1996 untuk konsol Super Famicom oleh Enix (kelak menjadi bagian dari Square Enix). Dalam Star Ocean, pemain diberikan tampilan top-down; pemain mengendalikan karakter selama permainan untuk menjelajahi seluruh area dan berinteraksi dengan NPC, pemain pun dapat merekrut delapan karakter tambahan selama pemain. Sebagaian besar permainan dalam Star Ocean memiliki latar belakang di kota dan dungeon, Star Ocean tidak memiliki sistem world map layaknya RPG pada umumnya. Sistem permainan Star Ocean cukup unik pada masanya karena alih-alih menggunakan sistem turn-based, Star Ocean menggunakan sistem pertarungan real time.

Selain video game, seri Star Ocean pun sempat diadaptasi menjadi manga dan animeManga Star Ocean dibuat berdasarkan cerita Star Ocean: Second Story; manga tersebut ditulis oleh Mayumi Azuma dan diterbitkan oleh Enix. Anime Star Ocean yang berjudul Star Ocean EX disiarkan pada tahun 2011 di kanal televisi TV Tokyoanime tersebut digarap oleh Studio Deen dan disiarkan di Amerika Serikat  melalui Geneon.

Seri Star Ocean dilanjutkan mulai dari Star Ocean: The Second Story, Star Ocean: Blue Sphere, Star Ocean: Till the End of Time, Star Ocean: The Last Hope, dan Star Ocean: Integrity and Faithlessness. Star Ocean: Integrity and Faithlessness akan dirilis pada tahun 2016 untuk konsol PlayStation 3 dan PlayStation 4.

bar2

18. POKÉMON (20 TAHUN; 1996-2016)

Ilustrasi Delta Episode dalam Pokémon OmegaRuby & Pokémon AlphaSapphire.
Jika kalian lahir di tahun 90an, besar kemungkinan kalian mengenal Pokémon. Pokémon adalah sebuah video game RPG yang dikembangkan oleh GameFreak dan dipublikasikan oleh Nintendo. Video game Pokémon pertama kali dirilis pada tahun 1996 dengan judul Pocket Monsters Red & Pocket Monsters Green. Pokémon diciptakan oleh Satoshi Tajiri yang terinspirasi oleh hobi masa kecilnya untuk mengumpulkan serangga.

Dalam video game Pokémon, pemain berperan sebagai seorang anak yang memiliki misi dari Pokémon Professor untuk mengumpulkan Pokémon yang ada di seluruh wilayah. Tentu saja, dalam perjalanan mengumpulkan Pokémon, pemain akan menghadapi berbagai rintangan baik dari kelompok penjahat maupun dari Pokémon lainnya. Pemain menangkap Pokémon yang dapat digunakan untuk bertarung dan membangun rasa keterikatan satu sama lain. Pokémon dapat berevolusi, mempelajari jurus baru, meningkatkan stats, bahkan berkembangbiak dengan Pokémon lain. Apabila pemain telah menyelesaikan cerita utama, pemain masih dapat melakukan banyak hal, termasuk bertarung dengan Trainer (istilah untuk pemain Pokémon) lain di seluruh dunia.

Video game pertama dari seri Pokémon laku keras di pasaran, bahkan Guiness Book of World Records mencatat Pokémon RedPokémon Blue (versi Pocket Monsters yang dirilis di luar wilayah Jepang) sebagai “Best selling RPG of all time“. Berkat kepopuleran tersebut, seri video game Pokémon terus berlanjut hingga saat ini dengan lebih dari 50 judul baik seri utama maupun spin-off. Pokémon pun diadaptasi menjadi sebuah trading card game, serial kartun, mainan, dan berbagai macam merchandise. Pikachu, seekor Pokémon berwarna kuning merupakan maskot utama dari seri Pokémon yang memiliki popularitas setara bahkan melebihi Mario yang diciptakan oleh Shigeru Miyamoto.

Video game terbaru dari seri utama Pokémon dirilis tahun 2014 lalu yang berjudul Pokémon OmegaRuby & Pokémon AlphaSapphire. The Pokémon Company, Nintendo, dan Niantic Inc. tengah mempersiapkan video game yang akan dirilis pada tahun 2016 untuk smartphone yang berjudul Pokémon GO. Oh iya, sejak pertama kali dirilis, seri utama Pokémon pasti mejadi salah satu video game terlaris yang dirilis untuk handheld Nintendo.

bar3

17. THE ELDER SCROLLS (20 TAHUN; 1994-2014)

Ilustrasi sampul depan lima video game dari seri utama The Elder Scrolls (sumber gambar).
Fus ro dah!“, mungkin kata tersebut sempat mampir di telinga kalian. Kata yang berarti “Force“, “Balance“, dan “Push” ini merupakan salah satu kemampuan yang dimiliki oleh Dragonborn dari video game The Elder Scrolls V: Skyrim. Skyrim hanyalah salah satu video game dari seri The Elder Scrolls, seri TES sudah mulai ada sejak tahun 1994 dengan video game yang berjudul The Elder Scrolls: Arena.

TES: Arena pada awalnya direncanakan akan menjadi sebuah video game di mana pemain dan tiga temannya akan berpetualang menghadapi para musuh. Namun, selama proses pengembangan, TES Arena diubah menjadi video game RPG sepenuhnya. Konsep awal TES: Arena tersebut terlihat pada judul game, cover sampul depan, dan berbagai media promosi yang ada; namun, karena keterbatasan waktu, Bethesda Softworks memutuskan untuk tidak mengganti judul video game dan hal-hal lain yang berhubungan. Saat pertama kali dirilis, TES: Arena jauh dari kata sempurna, tingkat kesulitan dianggap sangat sulit dan terdapat berbagai macam bug sehingga TES: Arena mustahil untuk diselesaikan.

TES Arena memiliki gameplay RPG/dungeon crawl dengan tampilan first-person. Pemain beraksi menggunakan pointer untuk menyerang dan menggunakan sihir. Pada zamannya, TES Arena merupakan salah satu dari beberapa video game yang memiliki day/night cycle; dengan sistem tersebut, dunia dalam permainan berubah sesuai hari (misalnya, monster akan muncul di malah hari dan toko untuk membeli perlatan hanya buka di siang hari).

Seri TES berlanjut dengan The Elder Scrolls II: DaggerfallThe Elder Scrolls III: MorrowindThe Elder Scrolls IV: Oblivion, The Elder Scrolls V: Skyrim, dan beberapa video game spin-off lainnya. Saat ini, seri The Elder Scrolls dikenal sebagai salah satu seri Western RPG yang memiliki cerita & lore mendalam, gameplay open world, dan highly mod-able (untuk versi PC). Pada tahun 2014, Bethesda merilis The Elder Scrolls Online yang, sesuai namanya, memiliki fitur online layaknya video game MMORPG. Pada tahun 2013, seri The Elder Scrolls berhasil mendapatkan predikat “Greatest Game Series of the Decade” dari situs Gamespot; The Elder Scrolls menang setelah mengalahkan seri Grand Theft Auto dengan persentase vote sebesar 52.5 persen.

bar4

16. MOTHER/EARTHBOUND (20 TAHUN; 1986-2006)

Ness & Lucas
Tampilan Ness (kiri; karakter utama Mother 2/Earthbound) dan Lucas (kanan; karakter utama Mother 3) dalam Super Smash Bros. for Nintendo 3DS/Wii U. Lucas tampil kemudian sebagai downloadable character.
Dilihat dari nama, seri video game RPG yang satu ini mungkin sedikit aneh. Mother, atau yang dikenal dengan nama EarthBound di luar Jepang, adalah seri video game RPG karya Shigesato Itoi. Seri Mother/EarthBound bermula pada tahun 1989 dengan dirilisnya Mother untuk Famicom di Jepang. Berbeda dengan game RPG pada zamannya, Mother memiliki tema dunia modern dan visual yang “cerah” a la kartun anak-anak.

Mother menceritakan tentang seorang anak berumur 12 tahun yang bernama Ninten. Ninten berpetualang ke seluruh wilayah Amerika Serikat menggunakan kekuatan psychic untuk mengumpulkan delapan melodi dan menyelamatkan planet bumi dari ancaman alien yang dapat mengendalikan pikiran. Selama perjalanan, Ninten bertemu dengan Lloyd, Anna, Teddy, dan Pippi. Mother memiliki sistem permainan dengan tampilan top-down; pemain harus menghadapi musuh yang muncul dari random encounter. Pertarungan dilakukan secara bergiliran di mana pemain harus memilih action yang dilakukan setiap karakter. Beberapa reviewer menyadari bahwa sistem permainan Mother menyerupai Dragon Quest. Keunikan Mother ternyata menarik minta pemain video di Jepang, tak lama kemudian Mother pun menjadi populer.

Seri Mother/EarthBound pertama kali muncul di Amerika Serikat pada tahun 1995 dengan judul EarthBound yang merupakan hasil localization Mother 2 (dirilis di Jepang tahun 1994). Sayangnya, EarthBound tidak terlalu populer di Amerika Serikat; hal tersebut kemungkinan besar berhubungan dengan tema EarthBound yang tidak menarik bagi kalangan pemain video game di Amerika Serikat. Walaupun demikian, EarthBound tetap populer bagi kalangan kecil di Amerika Serikat; komunitas fans EarthBound merupakan salah satu komunitas yang sangat aktif dan passionate. Video game terakhir dari seri Mother/EarthBound, Mother 3 hanya dirilis di wilayah Jepang pada tahun 2006. Fans setia EarthBound kemudian mengerjakan terjemahan Mother 3 secara sukarela. Versi terbaru hasil terjemahan fans tersebut dirilis pada tahun 2008 dan mencapai angka unduhan 10000 kali di pekan pertama. Karya tersebut dianggap sebagai salah satu fans translation terbaik sekaligus membuktikan kesetiaan para fans EarthBound.

Dua karakter dari seri Mother/EarthBound, yaitu Ness (dari EarthBound/Mother 2) dan Lucas (dari Mother 3) muncul dalam seri video game Super Smash Bros (Ness muncul pertama kali di Super Smash Bros., Lucas pertama kali muncul di Super Smash Bros. Brawl). sebagai playable character. Mereka pun muncul kembali dalam video game terbaru, yaitu Super Smash Bros. for Nintendo 3DS/Wii U. Nintendo kemudian memutuskan untuk merilis versi Bahasa Inggris untuk Mother dengan judul EarthBound Beginnings pada tanggal 14 Juni 2015 dalam bentuk Virtual Console di Nintendo Wii U. Jika kalian tertarik dengan seri Mother/Eartbound, kami sangat menyarankan agar kalian membaca, “What Earthbound means to me” yang ditulis oleh Shigesato Itoi di situs resmi EarthBound.

bar5

15. GLORY OF HERACLES (21 TAHUN; 1987-2008)

Glory of Heracles
Para karakter dalam Glory of Heracles/Heracles no Eikō: Tamashii no Shōmei.
Untuk pemain video game di luar Jepang, Glory of Heracles mungkin terdengar asing di telinga. Hal tersebut dapat dimaklumi, karena hanya video game terakhir dari seri ini lah yang dirilis dalam versi Bahasa Inggris.

Seri Glory of Heracles dimulai dengan video game Tōjin Makyō Den: Heracles no Eikō yang dirilis pada tahun 1987 untuk Famicom; video game yang dikembangkan oleh Data East Corporation ini mengisahkan tentang cerita mitologi yunani di mana pemain berperan sebagai Heracles (Hercules, dalam Bahasa Inggris) yang harus menyelamatkan Aphrodite dari Hades. Cerita dalam video game ini mirip dengan kisah “Labours of Heracles” di mana Heracles harus menyelesaikan berbagai misi seperti mengalahkan Hydra dan menangkap Kerberos.

Glory of Heracles berlanjut dengan Heracles no Eikō II: Titan no Metsubō (1989, Famicom), Heracles no Eikō III: Kamigami no Chinmoku (1992, Super Famicom), Heracles no Eikō: Ugokidashita Kamigami (1992, Game Boy), Heracles no Eikō IV: Kamigami kara no Okurimono (1994, Super Famicom), dan Heracles no Eikō: Tamashii no Shōmei (2008, Nintendo DS). Heracles pun tak lagi menjadi pemeran utama melainkan pemeran pendukung, kecuali dalam Heracles no Eikō: Ugokidashita Kamigami yang merupakan spin-off.

Heracles no Eikō: Tamashii no Shōmei yang kelak dirilis di luar Jepang dengan judul Glory of Heracles tidak lagi dikembangkan oleh Data East Corporation. Hal tersebut dikarenakan Data East Corporation dinyatakan bangkrut pada tahun 2003. Nintendo dan Paon Corporation kemudian mengambilalih hak komersial untuk seri Glory of Heracles dan merilisnya dalam Bahasa Inggris. Seri Glory of Heracles  tak lagi terdengar hingga saat ini.

bar6

14. SHINING (23 TAHUN; 1991-2014)

Shining Resonance
Karakter dalam Shining Resonance. Kiri ke kanan: Yuma Ilburn, Sonia Blanche, Agnam Bulletheart, Kirika Towa Alma.
Shining adalah seri video game RPG buatan Sega. Shining adalah seri video game RPG yang cukup unik karena memiliki berbagai macam sub-genre mulai dari dungeon crawl, tactical, hingga action. Seri Shining dimulai pada tahun 1991 dengan dirilisnya Shining in the Darkness untuk Sega Mega Drive di Jepang.

Sistem permainan Shining in the Darkness mirip dengan video game bergenre serupa pada masanya. Pemain mengendalikan karakter utama untuk menjelajahi dungeon dengan tampilan tiga dimensi. Pertarungan berlangsung secara bergiliran (turn-based). Selain menjelajahi dungeon dan melawan musuh, pemain pun diberi misi sampingan untuk menyelamatkan karakter yang ada dalam dungeon. Seri Shining memberikan inovasi baru dengan menggunakan icon dalam berbagai menu permainan seperti saat bertarung, mengatur equip, dan saat berinteraksi dengan non playable character (NPC).

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, seri Shining terdiri dari video game dengan berbagai sub-genre. Video game kedua dari seri ini, Shining Force memiliki genre Tactical RPG; genre tersebut dipertahankan dalam video game Shining Force Gaiden, Shining Force: The Sword of Hajya, Shining Force II, Shining Force CD, dan Shining Force Gaiden: Final Conflict, dan Shining Force III. Hanya dua video game yaitu Shining Wisdom dan Shining the Holy Ark yang memiliki genre selain Tactical RPG (i.e. action dan dungeon crawl).

Memasuki masa di mana Sega tak lagi memproduksi konsol, seri Shining dilanjutkan dengan Shining Soul dan Shining Soul II untuk Game Boy Advance dengan genre tactical RPG; Shining Tears, Shining Force Neo, Shining Force EXA, dan Shining Wind untuk PlayStation 2 dengan genre Aaction. Kemudian Sega pun merilis Shining Force Feather untuk Nintendo DS yang kembali bergenre tactical RPG. Pada masa PlayStation Portable, Sega merilis Shining Hearts, Shining Blade, dan Shining Ark.

Seakan belum puas mencoba berbagai macam sub-genre RPG, Sega pun merilis video game fighting dengan karakter dari seri Shining yaitu Blade Arcus from Shing dan Blade Arcus from Shining EX. Hingga saat ini, Shining Resonance (dirilis tahun 2014 untuk PlayStation 3) merupakan video game terakhir dari seri Shining yang masih bergenre RPG.

bar7

13. LANGRISSER (24 TAHUN; 1991-2015)

LangrisserTensei
Para karakter dari Langrisser Re:Incarnation -Tensei-
Langrisser adalah salah satu “sesepuh” video game bergenre tactical RPG dari Jepang. Langrisser pertama kali dirilis di Jepang pada tahun 1991 untuk Sega Mega Drive. Muncul pada zaman di mana genre tactical RPG mulai populer, Langrisser bersaing dengan kepopuleran video game serupa lainnya seperi Fire Emblem dan Shining Force.

Langrisser dikembangkan oleh Masaya Games dan dirilis oleh Nippon Computer Systems. Video game ini mengisahkan tentang Pangeran Redin dari Baltia dan pasukannya yang harus bertarung dengan pasukan kekaisaran Dalsis. Sistem permainan Langrisser sama dengan sistem permainan video game bergenre tactical RPG lainnya; pemain mengendalikan pasukan dalam sebuah field a la papan catur dan mencari strategi terbaik untuk mengalahkan pasukan musuh. Namun, Langrisser memiliki ciri khas yaitu jumlah unit yang dapat dikendalikan; pemain tak jarang diberikan hingga tiga puluh unit untuk dikendalikan, jauh lebih banyak dari video game tactical RPG lain. Langrisser kemudian dirilis di wilayah Amerika Serikat dengan judul Warsong; seri Langrisser pun berlanjut mulai dari Langrisser II, Langrisser III, Langrisser IV, dan Langrisser V: The End of Legend. Semua seri Langrisser dirilis untuk konsol buatan Sega dengan beberapa remake yang dirilis untuk SNESTurboGrafx-16, PlayStation, dan PC (Windows).

Sesuai namanya, Langrisser V: The End of Legend merupakan video game terakhir dari seri Langrisser, setidaknya untuk waktu yang cukup lama. Pada tahun 2015, setelah lebih dari sepuluh tahun, Masaya Games dan Extreme Games merilis Langrisser Re;Incarnation -Tensei- untuk Nintendo 3DS. Pada tanggal 9 November 2015, Aksys Games mengumumkan bahwa mereka akan merilis Langrisser Re;Incarnation -Tensei- di wilayah Amerika Serikat pada musim semi 2016.

bar8

12. FIRE EMBLEM (25 TAHUN; 1990-2015)

Para karakter dari masing-masing kerajaan (Hoshido & Nohr) dalam Fire Emblem Fates
Fire Emblem adalah cikal-bakal video game tactical RPG (di Jepang dikenal dengan genre simulation RPG). Fire Emblem menggabungkan unsur strategi dan RPG seperti character development dan jalan cerita yang mendalam. Fire Emblem berawal dari sebuah proyek doujin oleh Shouzou Kaga.

Fire Emblem muncul pertama kali pada tahun 1990 dengan judul Fire Emblem: Ankoku Ryū to Hikari no Tsurugi untuk konsol Famicom. Fire Emblem memiliki beberapa sistem permainan yang unik. Pertama, triangle system; sistem ini merupakan konsep kertas-gunting-batu di mana senjata tombak > pedang > kapak > tombak dan sihir angin > petir > api > angin. Kedua, Fire Emblem menerapkan sistem weapon durability di mana setiap senjata memiliki batas pemakaian dan akan hancur ketika melebihi batas pemakaian tersebut. Ketiga, Fire Emblem memiliki sistem permanent death; sesuai namanya, sistem permanent death berarti bahwa setiap unit yang gugur dalam pertempuran akan dianggap tewas dan hilang selamanya dalam permainan. Keempat, para unit dalam Fire Emblem dapat “bercengkerama” dengan unit lain, setiap unit dapat meningkatkan affinity yang berguna untuk menambahkan support skill; dalam beberapa video game, apabila unit mencapai affinity S, maka keduanya akan menjadi pasangan dan memiliki keturunan yang dapat direkrut.

Tak lama setelah dirilis, Fire Emblem menjadi populer di Jepang dan akhirnya menjadi sebuah seri yang dikembangkan bersama Intelligent Systems. Shouzou Kaga pun akhirnya menjadi designer enam video game Fire Emblem sebelum akhirnya keluar dari Intelligent Systems dan mendirikan studio Tirnanog. Sementara itu, kepopuleran Fire Emblem di luar Jepang dimulai dengan cara yang unik. Bukan karena dirilisnya video game Fire Emblem, melainkan karena munculnya Marth & Roy dalam video game Super Smash Bros. Melee. Marth adalah karakter utama dari video game Fire Emblem pertama, sedangkan Roy adalah karakter utama dalam video game Fire Emblem: Fūin no Tsurugi. Marth & Roy pun menjadi populer dan mendorong Nintendo agar mulai merilis video game Fire Emblem di luar Jepang; Nintendo kemudian merilis Fire Emblen: Rekka no Ken dengan nama Fire Emblem di Amerika Serikat dan Eropa.

Nintendo pun kemudian merilis semua video game Fire Emblem baru di luar Jepang, mulai dari Fire Emblem: The Sacred Stones, Fire Emblem: Path of Radiance, Fire Emblem: Randiance Dawn, dan Fire Emblem Awakening. Pada tanggal 9 Juli 2015, Nintendo merilis Fire Emblem: Fates untuk Nintendo 3DS; Nintendo pun telah memastikan bahwa Fire Emblem: Fates akan dirilis di Amerika Serikat pada tanggal 19 Februari 2016.

bar9

11. YS (25 TAHUN; 1987-2012)

Ys MoC
Karakter utama dalam Ys: Memories of Celceta
Ys (dibaca “Is”/”Isu” dalam bahasa jepang) adalah video game action RPG karya Nihon Falcom. Ys merupakan salah satu seri RPG populer di Jepang, walaupun tidak begitu populer di luar Jepang. Namun, Ys merupakan salah satu seri RPG yang memiliki sejarah cukup rumit. So, bear with me.

Seri Ys berawal pada 1987 dengan dirilisnya Ys I: Ancient Ys Vanished untuk NEC PC-8801 di Jepang. Ys I menyajikan tampilan permainan top-down, pemain menjelajahi berbagai area dan dungeon untuk menghadapi berbagai musuh. Ys memiliki sistem pertarungan yang cukup unik pada zamannya; tak seperti RPG lain yang mengandalkan sistem pertarungan turn-based, pemain harus menggerakan karakter utama mendekati musuh dan kemudian akan menyerang otomatis. Namun, pemain tidak begitu saja menyerang musuh dari depan, melainkan sedikit ke samping; apabila pemain menyerang langsung dari depan, maka pemain justru akan menerima damage. Ys pun memiliki ciri khas sistem recharging health yang unik pada zamannya. Ys secara umum mengisahkan tentang sang silent protagonist, Adol Christin. Pada setiap video game Ys, Adol berpetualang ke berbagai tempat di dunia seperti Esteria, Ys, Celceta, Felghana, Xandria, Canaan, dan Altago.

Seri Ys berlanjut ke Ys II: Ancient Ys Vanished – The Final Chapter dan Ys III: Wanderers from Ys. Namun, saat akan membuat Ys ke-empat, Nihon Falcom sedang disibukkan oleh video game lain dari seri Xanadu. Hudson (perusahaan video game yang sebelumnya bertugas membuat versi port Ys I, Ys II, dan Ys III untuk TurboGrafx-16) kemudian meminta izin kepada Nihon Falcom untuk melanjutkan seri Ys; walaupun awalnya ditolak, Nihon Falcom kemudian menyetujuinya dan Hudson pun mengembangkan Ys IV: The Dawn of Ys. Saat Hudson masih mengembangkan Ys IV: The Dawn of Ys, perusahaan video game lainnya, Tonkinhouse, pun meminta izin untuk melanjutkan seri Ys dengan judul Ys IV: Mask of the Sun. Akhirnya, terdapat dua judul Ys IV dari dua pengembang yang berbeda; seakan belum cukup rumit, kelak Taito pun akan mengembangkan versi remake Ys IV; Mask of the Sun untuk PlayStation 2 dengan judul Ys IV: Mask of the Sun – A New Theory. Ketiga game “Ys IV” tersebut pada akhirnya hanya dirilis di wilayah Jepang.

Akhirnya, Nihon Falcom pun mulai kembali mengembangkan seri Ys. Nihon Falcom merilis Ys V: Lost Keifin, Kingdom of Sand pada tahun 1995 untuk Super Famicom. Setahun kemudian, Nihon Falcom merilis versi ke-dua dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi dengan judul Ys V Expert. Pada tahun 2006, Taito merilis versi remake Ys V untuk PlayStation 2. Setelah sebelumnya hanya dirilis di wilayah Jepang, akhirnya Nihon Falcom mulai merilis seri Ys di wilayah Amerika Serikat dan Eropa dengan Ys: The Ark of Napishtim (dikenal dengan nama Ys VI: The Ark of Napishtim di Jepang). Ys: The Ark of Napishtim dirilis pertama kali pada tahun 2003 di Jepang (untuk platform Microsoft Windows); pada tahun 2005 dan 2006, versi PlayStation 2 dan PlayStation Portable pun dirilis di Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. Pada tahun 2009, tiga tahun setelah merilis Ys Origin yang merupakan prequel tujuh video game sebelumnya, Nihon Falcom merilis Ys Seven. Ys Seven merupakan video game “terakhir” dari kronologis cerita seri Ys. Berbeda dengan video game Ys sebelumnya, Ys Seven adalah video game Ys pertama yang dikembangkan secara khusus untuk PlayStation Portable (sebelumnya, versi PSP hanyalah port dari versi asal).

Selama perkembangan seri Ys, Nihon Falcom seringkali merilis versi remake dari versi-versi sebelumnya. Tercatat setidaknya ada dua remake yaitu Ys I & II (remake Ys I & II; obviously, duh!) dan Ys: The Oath in Felghana (remake Ys III: Wanderers from Ys). Pada tahun 2012, Nihon Falcom merilis Ys: Memories of Celceta untuk PlayStation Vita. Ys: Memories of Celceta bisa dikategorikan sebagai remake, namun dengan beberapa catatan. Menurut penjelasan dari situs resmi, Ys: Memories of Celceta merupakan remake Ys IV, namun kali ini Nihom Falcom berperan penuh dalam proses pengembangannya. Namun, mengingat kisah dalam Ys: Memories of Celceta berbeda dan lebih mendalam dari Ys IV sebelumnya, Nihon Falcom memutuskan untuk tidak memberi embel-embel Ys IV dan menganggapnya sebagai original title dari seri Ys. Nihon Falcom memberikan komentar bawha, “It’s best to think of it as a different account or interpretation of the same events“.

bar10

Wow, ternyata banyak juga RPG yang telah berusia cukup “tua”. Terdapat berbagai macam seri RPG dengan cerita, sub-genre, karakter, dan tema yang menarik. Ibaratnya, keberagaman tersebut menjamin bahwa pasti ada RPG yang cocok untuk kalian. Perjalanan seri RPG pun tak selalu indah, kadang ada yang harus menunggu sekian lama untuk dikenal dunia, kadang ada yang harus menerima kenyataan atas ketidakpopuleran.

Dari sepuluh daftar tersebut, seberapa banyak seri yang pernah kalian mainkan? Atau malah kalian fans salah satu seri tersebut? Saya sendiri merupakan fans seri Pokémon dan Fire Emblem, namun kini memiliki ketertarikan untuk mencoba seri Ys.

Akhir kata, ini baru setengah perjalanan kita, masih ada sepuluh seri video game RPG lain yang lebih lawas dan mungkin lebih asing di telinga kita. Kami membahas sepuluh daftar berikutnya di bagian ke-dua artikel ini.

Nantikan artikelnya bagian ke-dua, hanya di Wikiba Asia!

Follow Zul Ahadi:

Editor in-chief

Biasa main game di Wii U, 3DS, dan PC.