with 2 Comments

videogame

Kita semua mencintai video game. Tak peduli usia, jenis kelamin, asal negara, dan lain sebagainya, ibaratnya kita semua adalah saudara sepermainan.
Layaknya saudara, kita sering menemukan sesama pemai video game yang memiliki sifat-sifat tertentu; bahkan, karena terlalu sering, sifat tersebut seakan sudah menjadi suatu archetype. Dengan hanya melihat beberapa gelagat awalnya, kita bisa menebak seperti apa sifat seorang pemain video game.
Nah, seperti apakah sifat-sifat umum para pemain video game tersebut? Check it out!

bar9

 

PEMAIN BIASA

biasa

Tipe pemain yang satu ini sungguh biasa. Dia mendapatkan video game, memainkannya, dan menyelesaikannya (mirip slogan Julius Caesar, veni, vidi, vici).

Setelah selesai, Dia akan kembali ke kehidupan biasa atau mencari game baru.

 

PEMAIN KORBAN HYPE

korbanhype

Ada game baru rilis? Pemain ini pasti beli! Apapun gamenya. Setelah game datang, dia mulai bermain, merasa bosan/ngantuk/lelah/kesal karena gamenya tidak cocok, lalu game tersebut dibiarkan begitu saja.

Worst case scenario? Game tersebut berakhir di lapak jual-beli dengan keterangan “cuma dimainin sekali, gameplay-nya gak cocok buat gua“; tentu saja, dia memasang harga dengan selisih 10 ribu dari harga baru, “kan cuma dimainin sekali“, dalihnya.

 

PEMAIN PERFECTIONIST

perfect

Pemain yang satu ini tidak akan berhenti sebelum dia menemukan semua hal dalam game. Mulai dari main quest, side quest, collectibles, hingga hidden things akan dia temukan.

Jika terdapat persentase pada file save data, dia tak akan puas dengan angka 100% karena menduga persentase tersebut bisa lebih dari 100. Jika terdapat achievement dalam video game tersebut, dia tak akan berhenti sampai semua achievement terbuka. Kata bahasa PlayStation-nya mah, “sampe dapet plat“.

 

PEMAIN ANTI BOCOR

antibocor

Pemain tipe ini akan menghindari segala macam hal yang berhubungan dengan spoiler. Tak hanya jalan cerita, dia juga menghindari spoiler mekanisme dan fitur permainan. Dia pun kadang akan berpikiran bahwa trailer/informasi resmi dari developer/publisher terlalu banyak mengandung spoiler.

Anehnya, dia masih saja membuka forum/grup dan menuliskan “Anjay, spoiler woy” setelah kecipratan spoiler. Spoiler oh spoiler, deritanya tiada henti.

 

PEMAIN BAPER

baper

Cerita dalam video game terkadang menyentuh perasaan kita semua, bahkan memaksa kita untuk menitikkan air mata atau merasa kesal. Namun, bagi tipe pemain video game yang satu ini, perasaan tersebut dia hayati terlampau jauh sehingga beberapa bulan setelah menyelesaikan suatu video game, dia akan selalu teringat cerita dalam video game.

Mau makan? Ingat karakter X yang tewas dalam cerita video game; Mau mandi? Ingat pengkhianatan Y yang menjadi plot twist besar; Mau Tidur? Ingat perjuang heroik yang karakter Z lakukan demi menyelamatkan dunia. Pokoknya, dia gak jauh beda dengan anak-anak ABG yang baru putus cinta.

 

PEMAIN SUGIH

sugih

Pemain tipe ini sebenarnya kurang cocok disebut pemain. Dia beli video game hanya untuk dikoleksi/masuk library. Video game yang dikoleksi tidak sembarangan, pasti ada embel-embel Limited Editon atau Collector’s Edition yang penuh dengan bonus-bonus menarik. Tak hanya itu, dia akan memastikan bahwa pesanannya datang dengan cepat, menggunakan jasa pengiriman terbaik (yang biasanya paling mahal).

Tentu saja, karena untuk dikoleksi, dia tak akan sedikitpun membuka plastik bungkusannya, apalagi untuk dimainkan. Tipe seperti biasanya merupakan seorang pebisnis/pekerja sukes atau keturunan konglomerat yang memiliki stok emas batangan, pohon uang, dan jerigen berisi minyak bumi di dalam rumah untuk mendukung “hobi”nya.

 

PEMAIN “UPDATE TERUS

updateterus

Game datang? Jepret. Sampe main menu? Screenshot. Chapter baru? Screenshot. Beres lawn lawan boss? Screenshot. Dapet achievement? Screenshot.

Setelah puas dengan beratus-ratus screenshot, dia akan mengunggah screenshot-nya di berbagai media sosial. Ibaratnya, dia bermain untuk menunjukkan pada dunia bahwa dia bermain.

 

PEMAIN BERDARAH NIPPON KAWE SATU

berdarahnippon

Biasanya, video game dirilis terlebih dahulu untuk wilayah Jepang. Pemain tipe ini tentu saja sudah siap dengan konsol region Jepang (kalau konsolnya region-locked lol) dan siap order langsung dari Jepang.

Ketika gamenya datang? Pemain ini akan bingung dan mulai nanya nanya “ini maksudnya suruh ngapain?“, “ini item apa ya namanya?“, dsb. Ya, kira kira dia nanya seperti itu sampai gamenya tamat. Maklum, kemampuan Bahasa Jepang dia masih “setengah-setengah”. Konon, dia bermain game sambil belajar Bahasa Jepang.

 

PEMAIN MIRIP SALESMAN

salesman

Dia tahu seluk-beluk video gamenya, dia tahu kapan video gamenya akan rilis, dia akan menjawab setiap pertanyaan orang lain tentang game tersebut dan berusaha sekuat tenang agar sang penanya tertarik membeli video game tersebut.

Banyak yang mengira dia adalah bagian marketing dari developer/publisher video game, padahal tidak demikian. Bagi dia, setiap orang yang membeli game tersebut setelah diyakinkan olehnya merupakan kepuasan tersendiri.

 

PEMAIN NGEBUT

ngebut

User manual? Lewat. Tutorial? Lewat. Cut scene? Lewat. Dialog? Lewat.

Pas ada misi, dia lupa/gak tahu karena saking ngebutnya. Langsung saja, dia nanya-nanya di forum, “ini harus ke mana?“, “gimana caranya?“, dll. Ya, mirip mirip Pemain Berdarah Nippon lah.

 

PEMAIN JANGKA PANJANG

jangkapanjang

Tahun 2010 dia membeli game, tahun 2015 dia baru menyelesaikan game tersebut.

Entah apa alasannya, pekerjaan numpuk? Sibuk skripsi? Berlibur panjang? HIbernasi? Entahlah, kita tak akan pernah tahu.

 

PEMAIN PETAPA

pertapa

Saat muncul suatu video game baru yang disukai, dia akan menghilang layaknya Avatar Aang. Keberadaan dirinya menjadi misteri, seolah dia tak pernah ada; rumor pun muncul bahwa dia sedang bertapa di gunung kidul.

Beberapa saat setelah dunia melupakannya, dia akan kembali dengan raut wajah layaknya seseorang yang mendapatkan pencerahan surgawi.

 

PEMAIN HEMAT

hemat

Beli secondhand, mainkan, jual; ulangi.

Alternatif lain? Tunggu diskon.

 

bar10

 

Bagaimana? Pasti kalian pernah menemukan saudara sepermainan yang seperti itu kan? Atau mungkin, kalian adalah salah satu tipe pemain video game yang tadi dijelaskan?
Apapun keadaannya, tidak masalah. Toh pada akhirnya, kita akan selalu mencintai saudara-saudara sepermainan kita. Peace!
Follow Wibu Berkualitas:

Sosok misterius yang berada di balik kewibuan. Konon, dia adalah jelmaan dari dewa Wibu yang turun ke bumi.

  • Bryan Vid

    Hahahaha. Artikel ini berhasil mengcover berbagai class seorang gamer. Keren!

    • Zul Ahadi R

      “This isn’t even their final form”. Muahahahaha~