with No Comments

 

Seri Call of Duty (CoD) adalah salah satu game bergenre first person shooter tahunan terpopuler di dunia yang bisa menyaingi game olah raga seperti PES, FIFA, Madden ataupun NBA 2k. Seri CoD ini merupakan produk andalan dari penerbit Activision yang tidak dapat mereka hilangkan karena memang seperti yang kita ketahui Activision sudah tidak banyak memiliki produk lain selain CoD, Destiny dan Skylanders. Khusus daerah Jepang, SquareEnix dan Sony memiliki hak khusus untuk merilis CoD, sehingga Black Ops III hanya tersedia untuk platform PlayStation 4 di Jepang. Untuk seri CoD sendiri, Activision memiliki 3 developer yang ditunjuk khusus untuk membuat CoD. Seri Black Ops dibuat oleh Treyarch, developer yang sudah cukup lama membuat seri CoD.

2016-02-12_00001

Latar belakang Black Ops III (BOIII) terjadi 40 tahun setelah Black Ops II dimana dunia sudah mengalami perubahan iklim yang ekstrim dan teknologi sudah jauh berkembang. Awal permainan dimulai dengan misi penyelamatan sandera di Ethiopia. Pada akhir misi tersebut, pemain terluka parah karena serangan robot. Selanjutnya pemain diberikan badan pengganti dengan teknologi yang sangat canggih, lengkap dengan teknologi DNI (Direct Neural Interface) yang akan menjadi fitur baru pada permainan dan juga masalah utama dalam alur cerita BOIII. Cerita dilanjutkan dengan misi dimana pemain dan beberapa partnernya ditugaskan untuk mencari tahu apa yang terjadi pada markas Black Station CIA di Singapura. Setelah pemain dan beberapa partnernya menemukan hal yang tidak terduga maka konflik dimulai.

bar10

Story Campaign

Mode single player BOIII cukup berbeda, pada mode single player ini, untuk pertama kalinya, pemain dapat menentukan gender dari karakter utama dan terdapat jeda diantara setiap misi, pemain kembali ke ‘HQ’ untuk mempersiapkan loadout yang akan digunakan pada misi selanjutnya. Pemain dapat memilih senjata dan Power Core, Power Core ini merupakan salah satu fitur baru yang hanya terdapat di BOIII, 3 jenis Power Core yang dapat dipilih yaitu Chaos, Martial dan Control. Masing-masing Power Core memiliki kemampuan yang berbeda-beda, misalnya pada Control pemain memiliki kemampuan untuk mengontrol benda-beda yang ada pada environment permainan untuk dijadikan senjata seperti turret atau drone dan pada Martial pemain dapat memperkuat melee attack.

Untuk Chaos, seperti namanya, memperbolehkan pemain untuk membuat kekacauan seperti menyebarkan nanobot ke arah musuh yang sedang berkumpul, nanobot tersebut akan memakan semua musuh yang ada disekitar mereka, salah satu fitur senjata yang cukup unik. Fitur Power Core ini akan membuat mode single player BOIII menjadi menyenangkan dan sedikit mengobati ‘ke-monoton-an’ dari mode single player seri CoD yang selalu memiliki formula yang sama. Kali ini juga misi pada mode single player campaign menjadi lebih panjang dibandingkan dengan CoD terdahulu juga terdapat beberapa adegan boss fight-ish yang membuat permainan terasa lebih seru. Selain itu juga mode single player ini tidak lagi menjadi single player murni karena bisa dimainkan secara co-op hingga 4 orang, hal ini menjadi suatu nilai plus walaupun terkadang malah membuat cerita menjadi aneh, khususnya ketika adegan sinematik.

Adegan-adegan sinematik pada mode single player campaign BOIII tidak terlalu memukau, saya pribadi lebih menyukai CoD Advanced Warfare yang memiliki adegan-adegan yang lebih ‘berlebihan’ sehingga efek ‘wow’-nya lebih kuat. Terlebih lagi beberapa dialog terasa berlebihan, acting dari pemerannya pun tidak sebaik Advance Warfare yang memiliki aktor Kevin Spacey pada gamenya. Dari semua kekurangan tersebut dapat diimbangi dengan penceritaan yang baik, ide cerita dan narasi dari BOIII ini cukup unik sehingga saya tetap bisa menikmati adegan-adegan yang ada. Juga tidak lupa ciri khas dari CoD modern, adegan ‘on-rail’ yang bisa kita hanya tonton saja tanpa harus menembak, kita dapat melihat ledakan-ledakan yang indah selama adegan ini terjadi.

bar10

Multiplayer Mode

Fitur utama lainnya yang lebih penting dibandingkan single player campaign dari sebuah seri CoD jelas adalah mode multiplayer, banyak orang yang membeli CoD dan tidak pernah menyentuh mode single player nya, bahkan CoD BOIII ini pun rilis pada konsol last gen (PS3 dan Xbox 360) dengan hanya berisikan mode multiplayer saja. Mirip seperti Advanced Warfare, pergerakan karakter menjadi lebih dinamis karena fitur double jump dan wall-run. Pemain dapat berlari disemua tembok yang ada pada map multiplayer (hmm… tampaknya mirip game multiplayer FPS lain) yak, anda benar.. sama seperti Titanfall, karakter pemain dapat loncat dan berlari di tembok mana pun yang anda inginkan selama tembok tersebut datar. Tetapi tenang, BOIII mungkin terdengar mirip dengan Titanfall namun ketika kita bermain untuk pertama kalinya, BOIII akan terasa sangat berbeda dengan Titanfall, BOIII terasa jauh lebih kaku dan karakter memiliki gerakan yang lebih berat, BOIII masih tetap belum keluar dari akar seri CoD.

Fitur baru pada multiplayer lainnya adalah BOIII memiliki character class yang berbeda-beda, masing-masing karakter memiliki skill terbatas yang berbeda. Diantaranya ada yang memiliki grenade launcher, kemampuan melee yang lebih baik, flame thrower dan lain-lain, fitur ini bermaksud untuk menggantikan Power Core pada mode single player. Skill ini tidak dapat digunakan kapanpun kita mau, sama seperti memanggil titan pada Titanfall kita harus menunggu hingga penanda pada bar senjata tersebut penuh. Kostumisasi penampilan untuk masing-masing karakter pun dapat diunlock menggunakan in-game currency atau jika anda benar-benar ingin berpenampilan unik anda dapat membelinya dengan uang asli.

Sama seperti CoD sebelumnya, BOIII memiliki banyak jenis senjata dengan berbagai class yang berbeda, seluruh senjata yang ada pada mode single player dapat digunakan pada multiplayer, tentunya dengan rasa yang berbeda seperti recoil yang disesuaikan bermaksud untuk balancing senjata pada mode multiplayer. Balancing senjata sampai saat ini menurut saya masih kurang baik, khususnya pada senjata shotgun (yang judulnya 205 Brecci itu lho, arrgghhh..) pengguna shotgun banyak dibenci dalam game ini, tipe senjata ini sangat mudah untuk men-spam musuh yang berada pada jarak dekat.

bar10

Zombie Mode

Ciri khas dari seri Black Ops adalah mode Zombie, mode Zombie kali ini pada BOIII sedikit berbeda dengan mode zombie sebelumnya. Kali ini pemain memiliki skill special untuk berubah menjadi monster bertentakel yang memiliki kemampuan khusus. Saat ini gameplay terasa lebih menuntut pemain untuk bekerja sama. Pada dunia dengan latar belakang yang agak Lovecraft-ian ini banyak hal-hal yang dapat ditemukan oleh pemain, seperti teka-teki dan menemukan jalan rahasia menuju dimensi lain, hal ini tentunya membuat mode zombie terasa lebih menarik.

bar10

The Game itself..

Engine yang digunakan untuk BOIII masih menggunakan engine yang sama dengan CoD Ghosts, kali ini engine tersebut sudah lebih disempurnakan dan lebih stabil. Saya memainkan BOIII pada platform PC dimana kestabilan dan optimalisasi dari sebuah game engine sangat terasa dan sangat mempengaruhi pengalaman bermain. Pada CoD Ghosts versi PC, engine ini sangatlah tidak optimal, benar-benar membuat saya ingin segera ‘pensiun’ dari seri CoD, bahkan pada konfigurasi terendah pun saya masih mengalami banyak random crash ketika bermain. Pada Advanced Warfare, engine ini sudah mulai terasa lebih optimal walaupun saya sendiri masih banyak menemukan masalah terutama pada akselerasi input mouse yang terkadang aneh dan juga masalah-masalah minor lainnya. Berbeda dengan BOIII, saat ini tim developer sudah mahir menggunakan engine baru mereka, BOIII terasa jauh lebih optimal dan pada konfigurasi yang cukup tinggi pun game masih terasa stabil, saya pribadi belum pernah mengalami crash selama bermain BOIII. Untuk suara, ciri khas dari CoD buatan Treyarch adalah suara yang kecil, entah mengapa seluruh seri Black Ops memiliki suara yang lebih tidak berisik dibandingkan seri CoD lain, suara ledakan dan tembakan pun terasa kurang ‘ganas’. Kostumisasi setting grafis pada BOIII sudah memenuhi apa yang diharapkan pada game PC, dengan settingan yang mendetail memungkinkan pemain untuk dapat tetap bermain dengan optimal sesuai dengan keinginan mereka (ada FOV slider juga lho..).

Tentunya penjelasan teknis yang panjang lebar diatas mungkin tidak berlaku untuk konsol PS4 dan Xbox One. Pada Xbox One, BOIII berjalan pada resolusi 900p 60 FPS sedangkan pada PS4 berjalan pada resolusi 1080p 60 FPS mirip dengan game-game multiplatform lainnya versi PS4 akan lebih superior secara grafis karena bantuan GDDR5 yang dimiliki PS4 dibandingkan degan DDR3 yang digunakan Xbox One. Sedangkan pada versi PC, resolusi maksimal adalah 4K dengan max FPS yang dapat diubah hingga lebih dari 60 FPS. Pada konsol last gen, PS3 dan Xbox 360, yang hanya berisikan mode multiplayer saja, game ini berjalan pada resolusi 720p 30 FPS dengan banyak fitur-fitur utama yang dihilangkan.

Kebanyakan orang sudah bosan dengan seri CoD yang terus menerus memiliki formula yang sama dan menjadi semakin ‘casual‘. Banyak orang yang sudah berada pada tahap membenci seri CoD khususnya pada platform PC karena ternyata memang tidak semua seri CoD dibuat optimal ketika rilis pada platform PC. Banyak juga pemain pada platform konsol yang sudah tidak menyukai seri CoD karena komunitasnya yang ‘toxic‘ dan pemainnya pun tidak sesuai dengan umur yang telah ditentukan rating. Tetapi seri CoD ini tetap menjadi game shooter yang bersifat ‘arcade‘ terbaik karena mudah dan cepat untuk dimainkan, tidak butuh banyak belajar untuk dapat menikmatinya, inilah alasan utama mengapa saya masih memainkan seri CoD sampai saat ini. CoD juga memiliki tingkat ‘hype‘ yang tinggi dan selalu menjadi blockbuster setiap tahunnya, dalam dunia eSports pun seri CoD sering diturnamenkan, bahkan di dalam gamenya sendiri sudah memiliki fitur khusus untuk eSports. Terlebih lagi Activision sudah membeli MLG (Major League Gaming), salah satu organisasi eSports terbesar di dunia, hal ini akan berpengaruh terhadap game-game yang dimiliki Activision (dan mungkin juga Blizzard) termasuk seri CoD.

Call of Duty Black Ops III adalah salah satu seri CoD yang menyenangkan untuk dimainkan, banyak fitur baru yang akan membuat seri CoD sedikit lebih ‘fresh‘ dan khususnya untuk platform PC, BOIII merupakan seri CoD yang sangat optimal dengan fitur yang lebih banyak dibandingkan seri CoD sebelumnya, hal tersebut adalah sebuah kabar baik bagi gamer PC. Call of Duty Black Ops III telah dirilis pada tanggal 6 November 2015 untuk PS4, Xbox One, PC, PS3 dan Xbox 360 (di Jepang hanya untuk PS4 saja), anda bisa mendapatkannya sekarang lewat toko game retail terdekat ataupun lewat PlayStation Store, Xbox Games Store dan Steam.

Call of Duty Black Ops III

Rp 580.000
7.2

Grafik

8.0/10

Audio

6.5/10

Single Player

7.0/10

Multi Player

7.5/10

Story

7.0/10

Pros

  • Power Core membuat permainan lebih menyenangkan
  • Story Campaign lebih panjang
  • Charater class pada multiplayer yang beragam
  • Zombie mode jauh lebih menarik
  • Masih tetap Call of Duty

Cons

  • Adegan sinematis kurang menarik
  • Efek suara kurang 'ganas'
  • Balancing senjata buruk (arrgghh Brecci sialaan..)
  • Masih tetap Call of Duty
Follow nextnomura:

eSports & Video Games industry enthusiast. Member of the 99%.

Latest posts from