with No Comments

Sekitar 8 tahun setelah Street Fighter IV pertama kali rilis (disusul dengan versi-versi update dan stand-alone expansion-nya) pada tahun 2016, akhirnya Capcom merilis Street Fighter V dan merupakan seri yang benar-benar baru. Bukan versi ultra, hyper, super, turbo, HD remix, second impact, double impact, third strike ataupun arcade edition dari game sebelumnya.

Street Fighter V (SFV) dikembangkan oleh Capcom dan Dimps yang telah rilis pada tanggal 16 Februari 2016 untuk platform PlayStation 4 dan PC (untuk versi Linux akan segera menyusul) dengan fitur cross-platform online multiplayer, game ini telah mendapatkan pembaruan besar pada tanggal 29 Maret lalu. Seri Street Fighter sudah memiliki nama yang sangat kuat, siapa yang tidak mengenal karakter Ryu dan Ken, hampir semua orang yang suka bermain video game akan mengetahui sosok Ryu dan Ken, bahkan di kalangan orang awam pun dua karakter tersebut tidak asing bagi mereka. SFV memulai masa rilisnya dengan beberapa kesulitan, seperti masalah server online dan jumlah penjualan yang tidak sesuai dengan target. SFV merupakan seri Street Fighter yang tidak rilis pada mesin Arcade dan dirilis pertama kali untuk daerah barat (karena kebih fokus pada eSports)

SFV merupakan game bergenre fighting yang sudah sangat populer dan merupakan salah satu judul eSports terbesar saat ini ,SF pun merupakan seri game fighting yang sangat berperan dalam mempopulerkan game fighting untuk diturnamenkan secara professional. Sudah pernah dibahas sebelumnya pada artikel ini, salah satu momen ter-gila pada dunia eSports berasal dari turnamen Street Fighter III, bahkan Daigo pun sudah memiliki buku dan komik tentang dirinya.

bar10

Fitur yang Disajikan

Semenjak tahun 2014, Capcom sendiri mengadakan Capcom Pro Tour, turnamen Street Fighter resmi. Semenjak itu Capcom menjadi sangat fokus mendalami dunia kompetitif pada gamenya dan hal ini sangat mempengaruhi desain SFV. Saat SFV rilis, game ini memiliki konten yang sangat minim, hanya ada 16 karakter, 11 level dan 5 mode permainan. SFV dirilis tanpa ada Arcade Mode, pemain hanya disuguhi Story mode yang berisikan 3 sampai 4 level perkarakter yang menceritakan prolog dari setiap karakter dan mode survival dimana pemain diharuskan untuk dapat bertahan dalam sekian level dalam bermacam-macam tingkat kesulitan.

Mode lainnya adalah versus (offline multiplayer), training dan online multiplayer yang terdiri dari ranked match dan casual match, lalu bulan Maret kemarin, Capcom menambah satu mode permainan challenges dan satu karakter tambahan yaitu Alex, setelah 2 bulan lebih, game ini terasa seperti game yang belum jadi. Terlihat sekali bahwa Capcom terlalu berambisi dalam mengembangkan fitur-fitur eSports pada game baru mereka, fitur yang disajikan SFV untuk pemain kasual sangatlah minim, bahkan Capcom tidak memberikan mode yang bersifat “stress free” seperti arcade mode dimana seorang pemain bisa terus mengulang lagi pada level yang sama jika gagal, hal tersebut akan memberikan kesempatan pada pemain yang ingin terus mencoba hal-hal baru sambil sekedar bersenang-senang.

Berbeda dengan mode training yang memang diperuntukan seseorang yang lebih ingin melatih kemampuannya lebih mendalam seperti berlatih kombo. Untuk pemain yang lebih serius memang akan lebih puas dengan fitur-fitur yang ada dalam game ini, kebanyakan fitur yang diberikan memang lebih diarahkan kepada pemain-pemain kompetitif, mereka akan lebih bisa untuk belajar mendalami mekanisme permainan. Game ini juga terasa “terburu-buru”, sepertinya Capcom mengejar jadwal EVO tahun ini.

Fitur menarik lainnya adalah kemampuan cross-platform, ini merupakan salah satu fitur yang benar-benar baru untuk sebuah produk video game. Capcom berusaha untuk dapat menyatukan pemain SFV tanpa membatasi platform yang digunakan. Fitur ini sangat berguna untuk memudahkan pemain mencari lawan pada ranked match ataupun casual match mengingat populasi pemain SFV pada seluruh platform masih sedikit. Fitur shop pada game ini baru diimplementasikan pada update 1.02 bulan maret lalu, pada menu shop ini, pemain dapat membeli kostum tambahan untuk setiap karakter, player title dan karakter baru. Item-item tersebut dapat dibeli dengan uang asli ataupun in-game currency, khusus untuk karakter dan kostum, pemain dapat langsung mendapatkannya dengan membeli season pass tentu saja menggunakan uang asli. In-game currency disebut juga sebagai Fighting Point (FP), FP bisa didapat dengan cara menyelesaikan story mode, bermain survival, menyelesaikan challenge dan memainkan pertandingan online, menang atau kalah pemain akan tetap mendapatkan FP walaupun jumlahnya berbeda. FP hanya bisa didapat ketika permainan berjalan secara online, jika terdapat kendala pada koneksi dan terputus dari server, maka semua permainan tidak akan tercatat dan tentu saja tidak akan mendapatkan FP. Battle Lounge juga mendapatkan update baru, kali ini sebuah lounge dapat memuat 8 orang sekaligus, orang yang sedang tidak main dapat menonton pemain lain yang sedang bertanding pada lounge yang sama.

bar10

Mekanisme Permainan

SFV memiliki mekanisme permainan yang agak berbeda jika dibandingkan dengan SFIV, saat ini SFV terasa jauh lebih simpel, menurut saya pribadi, SFV merupakan seri Street Fighter yang paling “accessible“. Seluruh move dari masing-masing karakter menggunakan perintah yang sangat dasar dan sederhana seperti seperempat lingkaran atau setengah lingkaran dengan kombinasi pukul dan tendang. Jurus super atau disebut Crititcal Arts (CA) pada SFV juga sangat dipermudah, semua karakter memiliki perintah yang kurang lebih sama yaitu dimulai dengan 2x seperempat lingkarang dengan arah yang berbeda dan kombinasi pukul atau tendang. Banyak teman-teman saya yang kurang berpengalaman dengan seri Street Fighter sebelumnya dan mengaku dapat menikmati SFV lebih mudah.

Masih ada hal lain yang baru dari mekanisme permainan SFV yaitu V Trigger dan V Skill. V Skill yang unik dari setiap karakter ini dapat dilakukan dengan menekan medium kick dan medium punch secara bersamaan, sedangkan untuk mengaktifkan V Trigger yang diperlukan adalah menekan high kick dan high punch dengan bersamaan, yak.. sesimpel itu. V Trigger dapat digunakan ketika V gauge sudah penuh, hal ini juga bermacam-macam tergantung karakteristik dari karakternya sendiri, contohnya V Trigger pada Ryu akan berguna untuk menguatkan Hadoken dan special move lainnya, berbeda dengan Nash yang akan langsung bergerak ke belakang musuh sehingga membuka kesempatan baru untuk melancarkan suatu kombo atau hanya sekedar kabur dari serangan lawan. Begitu pula dengan V Skill, berbeda masing-masing dengan karakternya, ada yang gerakan menyerang ada juga yang mengeluarkan suatu gerakan yang bisa dikombinasikan dengan tombol lain sehingga menjadi suatu gerakan baru.

Hal lainnya seperti parry, parry hanya berlaku untuk sebagian karakter saja, tidak seluruh karakter memiliki kemampuan untuk parry. EX move masih tetap ada, sama seperti SFIV, EX move menggunakan bar yang akan menguatkan suatu move. Selebihnya, SFV masih sangat terasa sebagai seri Street Fighter yang memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi khususnya untuk pemain kompetitif, saya sendiri merupakan pemain kasual dalam SFV ini tetapi saya cukup menikmati mekanisme permainan SFV.

Selama pemain bermain mode single player seperti story, survival, training ataupun challenge, pemain dapat menyalakan fitur fight request dimana akan otomatis mencari lawan secara online. Jika server sudah menemukan lawan online, permainan yang sedang berjalan akan dibatalkan dan segera masuk pada mode online match, casual ataupun ranked. Ini merupakan fitur yang sangat baik bagi pemain yang ingin mengejar urutan ranking pada online leaderboard, lagi lagi ini merupakan fitur kompetitif yang tidak terlalu dibutuhkan oleh pemain kasual seperti saya.

bar10

Masalah Teknis yang Terjadi

Saat ini hampir seluruh game bergenre fighting menggunakan Unreal engine, termasuk SFV ini yang menggunakan Unreal engine 4 (UE4). UE4 merupakan engine yang sangat populer digunakan oleh banyak game developer, walaupun Capcom memiliki engine sendiri seperti MT Framework dan engine terbaru mereka Panta Rhei, tetapi mereka memilih UE4 mungkin agar lebih mudah dikembangkan karena kebanyakan orang sudah lebih familiar dengan UE. UE4 berjalan dengan baik pada game ini, tetapi tentunya tidak sempurna, masih banyak graphical glitch yang ditemukan seperti physics kain, rambut bahkan breast physics yang terlihat janggal dan berlebihan (lebih parah dari DOA..).

Game ini berjalan dengan sangat stabil pada setiap platform yaitu 1080p 60 FPS (untuk versi PC mendukung hingga resolusi 4k). Game ini dikunci pada 60 FPS karena animasi permainan ini berkaitan langsung dengan FPS (frame per second). Perbedaan pada versi PS4 dan PC secara visual diantaranya adalah motion blur, pada versi PS4 motion blur yang terlihat sangatlah minim, begitu juga dengan resolusi dari bayangan, pada versi PS4 bayangan terlihat buruk jika diperhatikan dari dekat, versi PS4 pun mengalami masalah lain yaitu waktu loading yang cukup lama.

Permasalahan yang berbeda dialami pada platform PC, SFV pada PC hanya mendukung kontroler Xinput, sama sekali tidak mendukung kontroler Dinput, jika dibandingkan dengan seluruh game bergenre fighting di PC, termasuk Street Fighter IV, hal ini sangat memalukan. Semua game bergenre fighting pada PC mendukung segala jenis kontroler, Dinput maupun Xinput, mengingat kebanyakan fighting stick yang beredar di pasaran menggunakan metode Dinput, bahkan fighting stick resmi SFV yang dikeluarkan Mad Catz pun hanya mendukung Dinput lalu kurang lebih sebulan kemudian Mad Catz menyediakan driver Xinput untuk produk SFV mereka dan Capcom juga sudah berjanji untuk menambahkan dukungan kontroler Dinput bagi SFV di masa depan. Untungnya PC merupakan platform yang terbuka, sehingga Capcom sendiri memberikan “workaround” bagi pengguna kontroler Dinput dengan menggunakan Xinput wrapper seperti X360CE.

Masalah selanjutnya yang dialami pada versi PC adalah input lag yang sangat parah, terlebih lagi ketika menggunakan kontroler Dinput dengan wrappernya, berdasarkan percobaan yang dilakukan Battle(non)sense, input lag yang terjadi bisa mencapai hingga lebih dari 100 milidetik, lagi-lagi karena PC merupakan platform yang terbuka, selalu bisa diakali dengan cara mematikan vsync secara paksa dengan mengubah salah satu file konfigurasi secara manual.

Masih banyak beberapa kerusakan minor lainnya yang terjadi pada kedua versi SFV, dari sini sangat terlihat bahwa game ini belum matang dan dirilis terburu-buru.

bar10

Rise Up!

Memang terjadi beberapa kekecewaan pada SFV, tetapi game ini tetap menjadi game yang didesain dengan sangat baik, memiliki gameplay yang tetap menyenangkan, mudah dimainkan dan cukup kompleks untuk didalami, terlebih lagi SFV ini merupakan seri SF ke 5 untuk pertama kali dan terakhir kalinya. Capcom berencana untuk tidak merilis versi update ataupun stand-alone expansionnya, jadi tidak akan ada Super SFV, Ultra SFV, SFV Turbo, SFV Second Impact, SFV Arcade Edition atau embel-embel lainnya, SFV hanya akan menjadi SFV. Capcom juga berencana untuk mengratiskan seluruh update yang akan datang termasuk satu karakter baru setiap bulan dan Story Mode yang “sebenarnya” akan rilis pada bulan Juni, untuk pertama kalinya Story mode pada SF menjadi sinematik, masih belum jelas seperti apa tetapi mungkin hasilnya akan seperti story mode pada Mortal Kombat atau Injustice dan juga Capcom diberitakan sedang memikirkan untuk menambah mode Arcade.

Rencana Capcom tersebut membuat game ini tetap layak untuk dibeli karena jika Capcom menepati janjinya, maka SFV akan terus berkembang dan semakin sempurna (semakin terlihat seperti game yang sudah jadi), balancing permainan pun terus dilakukan oleh Capcom. Capcom Pro Tour juga secara langsung akan terus menekan tim pengembang SFV untuk terus memperbaharui gamenya, sehingga sudah terlihat bahwa Capcom tidak akan meninggalkan SFV begitu saja.

Street Fighter V telah tersedia di PSN Store, Steam dan juga toko retail terdekat lengkap dengan fight stick resmi yang dikeluarkan oleh Mad Catz, dijual terpisah, kontroler tersebut dapat digunakan untuk PS4, PS3 dan PC.

20160409104559_1

Street Fighter V

Street Fighter V
7.1

Gameplay

8.5 /10

Features

5.0 /10

Graphics

7.5 /10

Audio

7.5 /10

Performance

7.0 /10

Pros

  • Lebih mudah dipelajari dan tetap sulit untuk didalami
  • Tidak akan ada versi
  • Update gratis

Cons

  • Fitur sangat minim
  • terlalu banyak masalah teknis
  • Tidak mendukung kontroler Dinput (PC)
  • Input lag yang relatif tinggi dibandingkan game lain
Follow nextnomura:

eSports & Video Games industry enthusiast. Member of the 99%.

Latest posts from