with No Comments
Lara Croft ROTR
Walaupun penampilan Lara Croft dirombak, seri Tomb Raider dapat hidup kembali setelah direboot pada tahun 2013.
Dalam industri video game, tak jarang publisher meluncurkan ulang suatu video game (atau seri video game). Konsep yang dikenal dengan istilah reboot dilakukan apabila suatu video game dianggap pantas mendapatkan “kesempatan kedua”. Sebagai contoh, beberapa tahun yang lalu, Square Enix meluncurkan ulang seri Tomb Raider dengan berbagai perubahan, termasuk tampilan sang karakter utama, Lara Croft.
Namun, sebuah video game tak selalu mendapatkan kesempatan untuk di-reboot, contohnya seri Mega Man, Crash Bandicoot, ataupun Advance Wars yang tak lagi terdengar sekarang ini.
Berangkat dari gagasan tersebut, tim Wikiba Asia mendiskusikan mengenai video game yang pantas mendapatkan kesempatan kedua. Video game apa saja yang menjadi pilihan mereka? Mari kita simak.

bar10

ADRIO KUSMAREZA

Brave Fencer Musashi

f6768186421a861b779f462d345dbfa3-d92r6z7
Artwork Musashi oleh Robaato

Brave Fencer Musashi pertama kali terbit di Jepang pada 16 Juli 1998, dua bulan kemudian pada 31 Oktober 1998 terbit versi English-nya yang datang bersama demo Final Fantasy VIII. Saat ini kamu masih bisa menikmatinya dalam bentuk sebagai PSOne Classic pada PlayStation Network Jepang yang tersedia sejak 2008. Sebelum terbit, Brave Fencer Musashi sudah ditandingkan dengan waralaba dari Nintendo, yaitu The Legend of Zelda. A Zelda Killer, mereka bilang karena kemiripan genre-nya. Walau begitu GameSpot dan IGN berpendapat bahwa membandingkan mereka berdua itu kurang tepat karena Musashi lebih fokus ke action dari pada role-play.

Musashi, jika kamu seumuran dengan saya, merupakan game yang mengisi masa kanak-kanak di samping Metal Gear Solid dan Crash Bandicoot. Jadi kenapa Musashi perlu dibuatkan sebuah remake/remaster/reboot atau apa pun istilahnya? Jawabannya gampang, karena saya pribadi dikecewakan dengan Musashi: Samurai Legend. Mengingat kekecewaan tersebutlah yang membuat game ini wajib mendapatkan kesempatan kedua.

Brave Fencer Musashi, mengisahkan tentang “Miyamoto Musashi” yang dipanggil ke dunia alternatif oleh seorang putri untuk menyelamatkan kerajaannya. Selain action dengan pedang, pemain juga disuguhkan oleh platformer dalam format 3D yang sedang naik daun saat itu menjadikannya berbeda dengan The Legend of Zelda yang kental role-play.

Sebuah hal untuk yang tidak terlupakan dari Musashi adalah fitur di mana Musashi dapat merasakan ngantuk. Sistem regenerasi dalam game ini juga dapat dikatakan cukup unik. HP Musashi akan terisi kembali seiring dengan berjalannya waktu dalam game tapi BP atau MP tidak terisi kembali dan malah terus berkurang sampai Musashi beristirahat atau menggunakan item. Saat mengembara pun, tingkat kelelahannya akan bertamban dan jika tidak istirahat dalam waktu tertentu dia akan tertidur tidak peduli dengan tempatnya.

Gameplay yang bagus tersebut juga didukung oleh cerita yang menarik. Perjalanan Musashi dipenuhi dengan kejenakaan. Petarungan Musashi dan musuh bebuyutannya, Kojiro adalah sesuatu yang tidak boleh kamu lewatkan. Perlu diingatkan, kalau ini menceritakan Musashi di dunia alternatif, jadi bagi pemain yang mengharapkan cerita akan serupa dengan The Book of Five Rings itu akan kecewa, walau ada beberapa rujukan ke sana.

Sungguh, jauh dilubuk hati saya yang paling dalam ingin sekali menghidupi Musashi sekali lagi. Saya merindukan kreativitas seperti yang ditunjukan dalam game ini. Karakter yang bagus, mekanik yang bagus, dan yang terpenting cerita yang bagus. Teman-teman setuju ‘kan dengan ide menghidupkan kembali Brave Fencer Musashi?

“I’m the legendary Brave Fencer Musashi!! How’s it going, old man?”

bar10

VINCENT KURNIA

Final Fantasy Tactics

Sebagian besar dari pembaca pasti tahu akan judul besar yang satu ini. Game yang bergenre Tactical RPG yang dibuat dan dirilis oleh Square (Yang saat ini menjadi Square Enix). Game ini pertama kali rilis di jepang 20 juni 1997 untuk Sony Playstasion video game console. Kemudian rilis di north amerika 28 januari 1998 dengan judul yang sama.

Yang menarik dalam game Final Fantasy Tactic adalah gabungan dari elemen final fantasy yang sudah kita kenal dan sistem battle yang sebelumnya tidak pernah ada dalam frenchies final fantasy. Pada saat dimana game final fantasy pada era 32-bit game final fantasy tampak 3D, isometric, dapat diputar, dan juga bitmap sprite karakter.

Sistem yang unik disini adalah Job sistem yang dimana pemain ditawarkan 20 job yang berbeda : Knight, Samurai, Dragoon (yang sekarang menjadi Lancer), Monk, Square, Dancer, Thief, Archer, Ninja, Geomancer,Mime, Summoner, Bard, Arithmetician (Yang sekarang menjadi Calculator), Time Mage, Mediator (Yang sekarang menjadi Orator), Mystic (yang sekarang menjadi Oracle), Black Mage (yang sekarang menjadi Wizard), Chemist dan White Mage (yang sekarang menjadi Priest).

Game ini sangat berkesan bagi saya karena merupakan game yang saya tamatkan pertama kali. Sewaktu pertama kali memainkan ini saya mulai jatuh cinta pada game ber genre Tactical RPG . Tingkat kesulitan game ini memberikan kepuasan tersendiri. Moment yang paling menyebalkan dalam game ini adalah bagaimana cara untuk menamatkan game ini. Di era yang dimana internet belum dikenal luas di indonesia dan majalah game yang tidak memuat walthrought game ini. Hingga membuat saya harus bersemedi selama kurang lebih tiga bulan untuk menamatkan game ini. Dan setelah game ini tamat CD game ini rusak *tertawa*

Game Final Fantasy Tactics sendiri sebenarnya mempunyai sequel berjudul Final Fantasy Tactics Advance untuk konsol Game Boy pada tahun 2003 dan Final Fantasy Tactics A2 : Grimoire of the Rift pada tahun 2007 untuk konsol Nintendo DS. Bahkan Final Fantasy Tactics sudah diterbitkan ulang dengan judul Final Fantasy Tactics : The War Of Lions yang rilis pada tahun 2007 yang bahkan dapat dinikmati dalam smartphone Android anda dengan membayar tentunya.

Namun sayangnya seri Final Fantasy Tactics tidak muncul lagi setelah itu. Wajar karena sekarang Square Enix lebih membuat game yang high end. Tapi saya tidak akan pernah berhenti berharap untuk kehadiran remake dari Final Fantasy Tactics ataupun game baru dari seri Final Fantasy Tactics itu sendiri meski pesaing seperti Disgaea dari NIS sudah terus mengupdate game sampai saat ini atau Trillion : God of Destruction dari Compile Heart yang baru bersaing yang tentunya dengan genre yang sama. Yah Mari kita tunggu saja.

 

Prinny: Can I Really Be the Hero?

prinny_dood_by_ocaritna-d2i8t65
Artwork Prinny oleh ocaritna

Bosan dengan permainan mencari jamur dan melewati pipa yang dilakukan Mario dan Luigi dari seri Nintendo? Apabila iya, kalian wajib mencoba game satu ini. Game ini dibuat oleh Nippon Ichi Software atau lebih dikenal dengan NIS. Game yang pertama kali rilis di jepang pada tanggal 20 november 2008 untuk konsol Playstasion Portable. Yang kemudian rilis pada 17 febuari 2009 untuk amerika utara dengan judul yang sama.

Game ini sendiri sequel dari game Disgaea Universe. Bisa dibilang bertentangan karena seri Disgaea sendiri solid dengan game bertemakan Tactical RPG sedangkan game ini bertemakan Hack and Slash. Dalam game ini pemain diposisikan menjadi prinny yang selalu menjadi bahan bulian ratu iblis Etna. Dan kemudian pemain diberikan suatu misi sulit oleh ratu iblis Etna untuk memenuhi keinginannya. Barang tentu kalian diberikan kekuatan spesial dengan diberikan selendang. Selendang yang membuat pemain mempunyai kekuatan. Yang akhirnya dapat menjadi pemain menjadi pahlawan untuk prinny lainnya.

Game ini tergolong unik karena game ini tergolong sederhana dengan bertemakan 2D side scrolling. Tapi game ini patut diacungi jempol kerena kesederhanaannya. Misi pemain adalah memasuki area namun jangan sampai kalah dengan monster lain selama dalam perjalanan. Tenang kamu disini bukan menghindar seperti Mario tetapi kalian bisa melawannya dengan tebasan maut dan aura tebasan. Selain itu dapat menghentikan gerakan beberapa saat dengan bokong. Tentu saja di akhir area pemain akan selalu menemukan Bos yang perlu dikalahkan dengan cara yang sama.

Kesan saya pertama kali bermain ini adalah lucu karena cerita game ini tergolong tidak serius bahkan terkesan terlalu banyak joke. Mungkin karena saya termasuk fans berat dari Disgaea Universe. Pertama kali bermain pemain diberikan pilihan mode permainan adalah normal dan hard. Normal saja sudah amat sangat sulit. *tertawa* Pemain diberikan x999 nyawa untuk menamatkan game ini. Bahkan saya sendiri tidak tamat memainkan game ini. Dengan peningkatan tingkat kesulitan yang apabila kalian sudah menamatkan satu misi. Tapi dengan kesulitan itu malah nagih. Membuat pemain menjadi panasaran bagaimana cara menamatkan misi tersebut. Dan setelah menamatkan misi tersebut memberikan rasa kebanggaan tersendiri.

Game ini sendiri sudah mempunyai sequel Priny 2: Dawn Of Operation Panties, Dood! pada tahun 2010 untuk konsol Playstasion Portable. Namun sampai saat ini sayangnya belum ada kabar seri terbaru game ini. Yah saya percaya pembuat game ini masih memberi harapan akan sequel – sequel bahkan game Disgaea Universe dengan genre yang lain. Namun saya menginginkan game ini tetap di remake. Mungkin untuk konsol Playstasion Vita. Yah mari kita tunggu saja.

bar10

WILLY CHANDRADINATA

ChoroQ

Mungkin judul game ini akan terdengar asing bagi yang bukan termasuk generasi tua seperti saya. Game mobil-mobilan dengan fitur modifikasi yang sangat beragam, sistem open world dengan desain mobil yang lucu menggemaskan sekaligus keren. Choro Q sebuah game dengan teman mainan mobil-mobilan dari Takara, sempat di kembangkan oleh beberapa developer berbeda dari Tamsoft, Barnhouse Effect, E-Game dan Eleca.

Tidak hanya sekedar menjual fitur racing, game ini menawarkan petualangan yang seru sebagai sebuah mobil. Di sini anda akan menjadi sebuah mobil yang bisa berbicara dan anda akan mengarungi dunia, mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudra… Open World, ini nih yang membuat game ini menarik di hatiku. Kita bisa menjelajahi kota-kota yang berbeda dengan tema-tema yang berbeda pula. Ada kota metropolitan dengan bangunan-bangunan tinggi, kota yang berada di tengah gunung salju, kota di tepi pantai sampai masuk ke dalam laut.

Dengan beraneka ragamnya medan alam yang ada, disediakan juga berbagai macam variasi modifikasi yang unik. Kita bisa memasang seluncuran ski, ban dengan ukuran jumbo sampai baling-baling untuk kapal selam di mobil kita. Pilihan modifikasi yang bisa terbilang sangat bervariasi dari case mobil, lampu, ban dan cat ini bisa dibilang sangat memuaskan pada jamannya.

Pertama kali dirilis tahun 1996 di PlayStation dengan judul Choro Q lalu diikuti dengan beberapa seri lanjutannya, sempat juga dibuat beberapa game sampingan Choro Q dengan tema kapal laut Choro Q Marine: Q-Boat, perang tank Combat Choro Q, dan pesawat terbang Choro Q Jet: Rainbow Wings, dan semuanya tidak kalah menarik dari seri utamanya lohh. Seri terakhir dari Choro Q ini dikeluarkan pada console Nintendo Wii pada tahun 2008 dengan judul ChoroQ Wii.

Saya sangat berharap game ini bisa diremake atau dibuat seri terbarunya di console atau handheld masa kini. Dengan menulis tulisan ini saya menjadi sangat merindukan game tersebut, di mana game ini sangat fun untuk saya berbeda dengan game racing lainnya yang lebih mengumbar grafis dan gameplay.

Pleaseee someone make it trueee

bar10

WILSON CHEN

Bomberman Fantasy Race

bomberman_by_ishmanallenlitchmore-d57htvd
Artwork Bomberman oleh IshmanAllenLitchmore

Mungkin pemain game era milenium sudah tidak asing dengan game ini, game racing buatan Graphic Research Inc. Game ini di publish Hudson Soft pada tanggal 6 Agustus 1998 untuk jepang dan di publish oleh Atlus pada tanggal 31 Maret 1999 untuk amerika.

Walaupun disebut game racing, game ini lebih brutal dibanding game racing lainnya, dimana kita menaiki binatang dan saling melempar bom, dapat dibayangkan trauma yang diberikan pengendara terhadap binatang yang mereka naiki(LOL)

Game ini memiliki beberapa fitur menarik seperti bisa melempar bom setiap saat lalu dash dan melompat, selain itu variasi binatang akan membuat track yang dilalui semakin asik. Track pun mempunyai banyak jebakan dan adanya triangle jump yang menggantikan fitur dash pannel pada game racing lainnya membuat track juga menjadi menarik untuk dimainkan. Fitur lainnya adalah item, item di game ini bahkan dapat membuat pemain mendapatkan nasib yang lebih buruk, seperti skull dan wings, skull dapat membuat player tidak mampu melempar bomb atau mampu melempar bomb tapi tidak akan meledak atau melempar bom terlalu jauh dsb, sedangkan wings dapat membuat binatang jatuh lebih lambat, tetapi beberapa track memiliki jurang, dan akan butuh waktu lama sampai pemain dapat di tarik kembali kedalam track apabila jatuh menggunakan wings karena arah jatuh tidak dapat di ubah.

Banyak sekali trick yang memungkinkan pemain mengubah arah permainan, item-item seperti rocket bomb, trap panel dan time stop sangat membantu untuk membalikkan keadaan, tetapi untuk track tertentu, power bomb juga sangat berguna dikarenakan musuh akan membutuhkan waktu untuk berakselerasi kembali.

Lalu apa saja yang ingin di tambahkan dalam game ini? Jawabannya adalah, memungkinkan 16 pemain untuk bermain bersama, dapat mencostumize karakter yang dipakai dan binatang yang ditunggangi, lalu dapat mendesign arena sendiri.

Yap, dengan 3 hal di atas saja dapat membuat permainan balap liar ini lebih menarik.

bar10

ZUL AHADI

Monster Rancher

day_807__monster_rancher__by_cryptid_creations-d8gro9z
Artwork Mocchi oleh Cryptid-Creations

Dunia dikuasai oleh dua video game tentang monster, yaitu Pokémon dan Digimon; kekuatan dua seri itu sangat kuat, bahkan hingga tahun ini. Namun, diantara keduanya, terdapat Monster Rancher. Seri video game yang populer dengan maskot Mocchi ini (tapi, saya lebih suka Suezo) pertama kali diluncurkan pada tahun 1997 untuk PlayStation dengan judul Monster Farm. Versi Bahasa Inggris diubah menjadi Monster Rancher untuk menghindari pelanggaran hukum atas judul seri kartun yang sama.

Dalam Monster Rancher, pemain disajikan sistem permainan unik mulai dari memilih monster, merawat monster, hingga bertarung dengan monster dalam kejuaraan tingkat daerah. Monster Rancher memiliki satu fitur menarik, yaitu menggunakan CD untuk menciptakan monster. Ya, setiap CD menciptakan monster tertentu, mulai dari monster standar seperi Mocchi, Suezo, dan Zuum, hingga monster legendaris Phoenix.

Sistem unik tersebut disesuaikan dalam setiap video game Monster Rancher. Sistem “cakram optik” digunakan dalam Monster Rancher 2 (PS), Monster Rancher 3 (PS2), hingga Monster Rancher 4 (PS2). Dalam Monster Rancher Advance (GBA) dan Monster Rancher Advance 2 (GBA), pemain menciptakan monster dengan menulis huruf/angka/karakter lain (sebagai contoh, menuliskan “Emi” akan menciptakan monster Pixie sementara menuliskan “EMI” akan menciptakan monster Arrow Head). Dalam Monster Rancher DS (DS), pemain menciptakan monster dengan menggambar di bagian layar sentuh Nintendo DS atau merapalkan mantra yang dideteksi melalui microfon Nintendo DS (sebagai contoh, dengan menggambarkan logo Wikiba Asia, kalian akan menciptakan monster Pancho).

Saya pertama kali memainkan Monster Rancher 2 di PlayStation. Monster terlama yang berhasil diurus adalah Excelent (ya, dulu saya typo, kurang satu “l”), seekor monster Tyrant yang merupakan gabungan Golem dengan sub-type Dragon. Tentu saja, fitur menciptakan monster menggunakan CD membuat saya ketagihan hingga akhirnya menemukan CD bajakan film “The Country Bears” yang berhasil menciptakan monster Phoenix.

Sayangnya, seri Monster Rancher “berakhir” pada tahun 2010 dengan peluncuran Monster Rancher DS untuk Nintendo DS. Ya, memang terdapat beberapa video game Monster Rancher lain seperti My Monster Rancher; tapi, let’s be honest, that game is not Monster Rancher.

Saat ini, Tecmo yang merupakan pengembang Monster Rancher sudah bergabung menjadi Koei Tecmo. Walaupun hampir mustahil (maklum, mereka disibukkan oleh seri Dead or AliveWarriorsAtelier, dsb.), bayangkan apabila mereka Koei Tecmo me-reboot Monster Rancher. Dengan pengalaman mengembangkan Toukiden, setidaknya Koei Tecmo dapat membuat tampilan monster dari Monster Rancher layaknya para Oni. Jika ingin memberikan sedikit fan service, mungkin karakter-karakter asisten pemain seperti Coltia dan Holly dapat dirancang sedikit Dead or Alive-ish. Tentu saja, untuk urusan sistem permainan, tetap menggunakan sistem permainan sebagaimana dalam Monster Rancher hingga Monster Rancher 4. Sistem menciptakan monster.. Jika melihat konsol sekarang, apaun boleh lah.

I’m not going to beg, Koei Tecmo. Just surprise us, maybe?

bar10

Nah, itulah video game yang kami rasa sangat cocok untuk di-reboot. Sebenarnya, masih terdapat seri lain yang kami rasa cocok untuk di-reboot. Mulai dari Crash Bandicoot, Mega Man, Spyro, dan lain sebagainya.

Dengan tren reboot beberapa tahun ini, tak jarang para fans membayangkan apabila seri video game kesayangan mereka dapat hadir kembali untuk konsol terbaru. Namun tentu saja, pada akhirnya keputusan ada di tangan developer dan publisher *LOL*

Seri video game apa yang menurut kalian pantas direboot?

Follow Wikiba Asia:

Konon, Emi Hoshino lah yang berada di balik akun ini.