with No Comments

Valkyria Chronicles_20160415192038.pngValkyria Chronicles Remastered, sesuai namanya, adalah versi remaster untuk PS4 dari Valkyria Chronicles yang pertama rilis untuk PS3 di tahun 2008 garapan Sega. Versi remaster ini dibuat dengan peningkatan dalam segi grafis, trophy support, dan semua DLC sudah termasuk di dalamnya. Valkyria Chronicles sendiri termasuk salah satu judul yang sangat populer dan sering dipuji-puji. Saya sendiri juga dulu sempat memainkan versi Steam-nya yang rilis tahun 2014 lalu karena mendengar pujian-pujian dari banyak kalangan gamer. Penasaran apakah Valkyria Chronicles ini benar-benar sebagus pujian-pujian yang diterimanya, dan hal apa saja yang berubah di versi remaster ini? Ulasan berikut ini mungkin bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kamu tentang judul yang satu ini.

bar10

CERITA

Valkyria Chronicles Remaster tetap mempertahankan cerita yang persis sama dari versi aslinya tanpa perubahan atau tambahan apapun, berlatarbelakang di sebuah dunia yang mirip dengan dunia nyata, di sebuah benua yang namanya pun sama dengan benua di dunia nyata, Europa. Benua ini sedang dilanda peperangan antara dua negara besar: Federasi dan Kekaisaran. Peperangan antara kedua negara ini pada akhirnya melibatkan sebuah negara kecil di benua yang sama, Galia, yang menjadi incaran kekaisaran karena banyak tambang ragnite, sebuah sumber energi utama di dunia Valkyria Chronicles. Tokoh utama kita, Welkin Gunther, adalah seorang pelajar yang pulang ke kampung halamannya di Bruhl, Galia, untuk membantu adiknya, Isara, mengungsi dari serangan kekaisaran. Ketika prajurit Kekaisaran tiba-tiba menyerang Bruhl sebelum pengungsian selesai, Welkin dan adiknya pun membawa tank tempur milik almarhum ayah mereka, seorang pahlawan perang, untuk membantu warga Bruhl yang belum berhasil mengungsi. Bersama Alicia Melchiott, seorang penjaga kota yang ikut mempertahankan Bruhl, mereka bergabung dengan milisi Galia, prajurit yang ditarik dari warga sipil, untuk mempertahankan Galia dari serangan Kekaisaran.

Valkyria Chronicles_20160410165059.png

Latar belakang yang sebetulnya tidak begitu unik dan banyak ditemukan. Tidak jadi masalah kalau progresi cerita dan perkembangan karakternya ke depannya bagus, namun sayangnya, cerita dan karakter secara keseluruhan pun terasa terlalu klise, generik, dan terlalu dramatis. Terutama mengingat tema yang diangkat adalah tema militer, banyak kejadian dan tindakan para karakter yang terkesan tidak masuk akal, hanya untuk memberi kesan dramatis. Di mana lagi kamu bisa melihat seorang komandan memberi sinyal ke bawahannya untuk menyusul setelah ia berhasil membawa tanknya menyusup ke kamp musuh tanpa diketahui, dengan menembakkan pistol suar ke langit? Atau anggota militer yang mencari posisi penembak jitu sambil berdiri di tempat terbuka? Itu hanya contoh kecil dari tindakan-tindakan tidak masuk akal yang dilakukan karakter-karakter di sini. Kebanyakan mungkin bisa diabaikan kalau tema ceritanya berbeda, namun dengan tema militer, di mana semua karakternya adalah anggota milisi, hal ini terasa sangat janggal. Meskipun mereka direkrut dari warga sipil, dalam latar belakang cerita, sempat disebutkan bahwa semua warga Galia wajib mengikuti pelatihan militer untuk persiapan rekrut ke milisi, yang membuat tindakan mereka makin tidak masuk akal.

Valkyria Chronicles_20160410221400.png

Efek dramatis yang diberikan pun terasa hampa. Dua kali saya memainkan Valkyria Chronicles, dua kali saya merasa kosong melihat drama yang terlalu dipaksakan dan terasa hambar di sini. Mungkin karena efek tindakan-tindakan mereka yang tidak masuk akal. Tetapi karakter-karakter yang ada pun terasa kurang dikembangkan dengan baik, ditambah lagi dengan dialog-dialog yang juga terasa dipaksakan. Banyak karakter yang dengan kepribadian yang dipaksakan, dengan perkembangan yang sangat kurang. Jujur, saya sepanjang permainan tidak merasa ada karakter yang benar-benar menarik secara kepribadian dan perkembangannya.

Selain itu, penceritaan Valkyria Chronicles ini didesain seolah cerita ini diambil dari buku yang membahas sejarah peperangan tersebut, dengan judul ‘To the Galian Front’. Buku, yang, kalau menurut penulisnya, membahas tentang perjuangan negara Galia melawan Kekaisaran. Pada kenyataannya, hanya Skuadron 7, yang dikomandani oleh tokoh utama, Welkin, yang dibahas. Ya, sepanjang cerita, kamu akan sangat jarang sekali mendengar bagian militer lainnya di Galia di bahas. Kecuali angkatan bersenjata Galia sendiri, yang selalu digambarkan sebagai orang-orang keras kepala yang tidak mengerti strategi perang. Seakan-akan kekuatan militer Galia hanya terdiri dari skuadron 7.

bar10

GAMEPLAY

Salah satu titik kuat dari Valkyria Chronicles, adalah sistem permainannya yang menarik. Ketika saya bermain pertama kali, saya sendiri sangat senang mempelajari sistem-sistem yang ada di sini. Valkyria Chronicles Remaster masih menggunakan sistem yang sama dengan versi aslinya, sebuah sistem SRPG yang cukup unik, dimana setelah memilih karakter yang mau dijalankan, pemain bisa menggerakkan karakter tersebut secara semi real-time. Ada batasan seberapa jauh masing-masing karakter bisa berjalan yang disebut AP (Action Points), yang berbeda-beda tergantung class karakter tersebut. Karena semi real-time, selagi kamu berjalan, unit lawan juga bisa menembak unit pemain yang sedang berjalan, jadi pemain harus lebih berhati-hati supaya jangan sampai unit mereka malah mati sebelum berhasil melakukan tujuannya karena ditembak oleh musuh di tengah perjalanan.

Valkyria Chronicles_20160410233246

Di awal setiap giliran, pemain akan mendapat sejumlah CP (Command Points). Setiap kali pemain memilih karakter yang ingin digerakkan akan menghabiskan satu CP. Dengan sistem ini, pemain bisa menggerakkan satu karakter lebih dari satu kali, atau bahkan tidak menggerakkan karakter tertentu sama sekali dalam satu giliran. Namun, semakin banyak suatu karakter dipilih dalam satu giliran yang sama, AP yang mereka miliki akan berkurang. Pemain juga bisa mengakhiri giliran tanpa menghabiskan CP, CP yang tersisa akan disimpan untuk giliran berikutnya.

Terdapat lima jenis class yang bisa pemain gunakan untuk membentuk satuan kamu. Ada Scout, yang memiliki AP yang tinggi sehingga bisa langsung mencapai tempat yang jauh dengan cepat, serta memiliki jarak penglihatan yang jauh untuk memudahkan melihat posisi lawan, namun memiliki daya serang dan pertahanan yang relatif rendah. Untuk keperluan ofensif, ada Shocktrooper, tipe penyerang dengan kekuatan serang dan pertahanan yang tinggi terhadap prajurit lawan. Ada juga Lancer, yang menggunakan senjata khusus yang sangat efektif untuk melawan tank dan unit-unit lain yang berpelindung. Senjata khusus ini hanya bisa membawa tiga peluru, sehingga ada lagi Engineer, support class yang bisa mengisi peluru Lancer, serta granat milik Scout dan Shocktrooper. Engineer juga bisa memperbaiki tank kamu, atau mengangkat ranjau di medan perang. Yang terakhir, ada Sniper, sesuai namanya bisa menyerang lawan dari jarak yang sangat jauh dengan akurat. Sama seperti Lancer, Sniper juga hanya bisa membawa tiga peluru, yang juga bisa diisi oleh Engineer.

Tiap akhir stage, kamu akan diberi peringkat, poin pengalaman, dan uang. Peringkat ini ditentukan oleh seberapa cepat kamu menyelesaikan stage, dan akan mempengaruhi jumlah poin pengalaman dan uang yang didapat. Unit-unit khusus yang kamu kalahkan, seperti tank, pemimpin pasukan, dan ace juga akan memberi tambahan poin pengalaman dan uang yang kamu dapat.

Valkyria Chronicles_20160415195404

Sistem secara keseluruhan menarik, dan cukup solid, sayangnya, penyeimbangan atau balancing di sini sangat buruk. Scout, unit yang seharusnya memiliki daya serang yang rendah, tetap bisa membunuh kebanyakan prajurit lawan dalam sekali jalan dengan membidik kepala. Ada beberapa kasus yang tidak bisa selesai hanya dengan sekali jalan, tetapi dengan jarak jalan maksimum yang sangat jauh, Scout bisa mencapai lokasi target lebih cepat, sehingga secara keseluruhan, Scout lebih efektif untuk menghabisi lawan di tempat-tempat yang jauh. Karena banyaknya stage di Valkyria Chronicles yang luas dan dengan kondisi kemenangan dimana kamu harus menduduki kamp tertentu atau membunuh target tertentu di ujung peta, Scout menjadi jauh lebih berguna dibanding unit-unit lainnya.

Hal ini makin menjadi dengan terbukanya Order, sebuah pilihan di mana Welkin sebagai komandan menggunakan CP untuk memberi perintah kepada pasukannya untuk memberi efek-efek tertentu yang bisa memperkuat pasukannya. Salah satu order ini adalah untuk meningkatkan kekuatan serang unit terhadap unit-unit berpelindung seperti tank dan lain-lain. Ya, dengan order ini, seorang Scout pun juga bisa menghancurkan tank berat dengan sekali jalan jika mengincar titik lemah. Dengan pergerakan mereka yang jauh dan ketepatan serangan yang juga cukup tinggi sehingga mempermudah mereka mengincar titik lemah tank, Scout pun sering bisa difungsikan untuk menggantikan Lancer sebagai unit anti-tank, dan sering lebih efektif juga, kecuali untuk beberapa stage dengan target-target khusus yang lebih kuat dan harus diserang dengan Lancer. Ngomong-ngomong soal order, ada juga order untuk meningkatkan pertahanan dan daya serang unit, tetapi tidak ada order untuk meningkatkan jarak jalan unit. Jadi, order bisa digunakan untuk menutupi kelemahan Scout, tetapi tidak bisa menutupi kelemahan unit lain.

Valkyria Chronicles_20160410195821.png

Oh ya, masih ada dua unit lagi ya. Engineer dan Sniper. Dua unit yang sangat jarang saya pakai. Memang ada 4-5 stage yang akan jauh lebih mudah dengan mereka, tetapi secara keseluruhan mereka sangat tidak diperlukan. Engineer bisa mengangkat ranjau, memperbaiki tank, dan mengisi peluru serta granat para prajurit. Tetapi, di kebanyakan stage, ranjau sangat mudah dihindari. Perbaikan tank pun tidak diperlukan, toh tank juga jarang digerakkan, dan unit-unit yang berbahaya bagi tank juga bisa dihabisi dengan cepat oleh Scout. Pengisian peluru sempat diperlukan di 1-2 stage tertentu, tapi di kebanyakan stage peluru yang ada sudah lebih dari cukup. Sniper juga kurang berguna, karena mudah terhalang gedung dan halangan lain, lebih efektif menggunakan Scout untuk langsung mendatangi target.

Ngomong-ngomong soal tank, tank juga tidak begitu berguna kecuali di situasi-situasi yang spesifik. Karena membutuhkan 2 CP sekali jalan dan jarak jalan yang dekat, menggunakan tank untuk menyerang menjadi sangat tidak efisien. Tank biasanya hanya digunakan untuk stage tertentu dimana ada musuh-musuh yang bergerombol di dekat tank di awal stage, karena tank memiliki serangan dengan area yang sangat luas.

Saya sangat menyayangkan penyeimbangan ini. Sistem yang menarik, tetapi karena penyeimbangan yang buruk, membuat permainan terasa terlalu mudah dan kurang menarik.

bar10

GRAFIS

Bagi yang pernah memainkan, atau hanya melihat screenshot Valkyria Chronicles, kamu pasti sudah tahu gaya visual Valkyria Chronicles yang unik. Menggunakan shading dan bayangan yang mirip dengan arsiran pensil untuk memberi kesan gambaran tangan, Valkyria Chronicles memang banyak menarik orang dengan gaya visualnya. Versi remaster ini menaikkan resolusi grafis dari 720p ke 1080p sehingga model 3Dnya terlihat lebih tajam, namun agak disayangkan karena resolusi teksturnya masih terlihat agak rendah. Banyak juga pre-recorded scene yang tetap pada resolusi lama, jadi terlihat banyak aliasing tidak seperti model 3Dnya yang halus, tetapi ada juga yang terlihat halus dan tajam.

Yah, memang pada dasarnya visual di Valkyria Chronicles memang unik dan enak dilihat, dan menjelaskan soal visual secara detail juga agak sulit, jadi di aspek ini saya tidak akan banyak bicara, kamu bisa lihat langsung di screenshot yang saya tampilkan di sini

bar10

AUDIO

Kita mulai dari aspek musik. Musik di Valkyria Chronicles lumayan baik, kebanyakan cukup cocok dengan situasi-situasi di mana musik-musik tersebut digunakan. Tidak banyak musik yang terdengar tidak sesuai, tetapi tidak banyak juga musik yang benar-benar menempel di telinga. Berbeda dengan, misalnya, game garapan Gust, Square Enix, atau Arc System Works yang banyak berisi musik-musik yang luar biasa, mudah menempel di kepala, bahkan enak untuk dimasukkan ke dalam playlist untuk didengarkan biasa di luar permainan, menurut saya tidak banyak musik di sini yang seperti itu.

Valkyria Chronicles_20160411223636.png

Dalam hal pengisian suara, Valkyria Chronicles menghadirkan dua bahasa, bahasa Jepang dan bahasa Inggris. Pengisi suara untuk kedua bahasa ini secara keseluruhan bagus. Tetapi ada beberapa karakter kurang penting yang suaranya kurang pas dan cara bicaranya terasa dipaksakan. Biasanya ini juga dibarengi dengan dialog yang juga terasa dipaksakan seperti yang saya bahas di bagian cerita, sehingga terasa sangat aneh. Untungnya ini biasanya hanya untuk karakter yang kurang penting jadi tidak sering terjadi.

Ngomong-ngomong, sedikit melenceng, tapi mungkin satu hal yang menjadi kekurangan di audio adalah jika kamu bermain dengan suara Jepang dan teks Inggris. Valkyria Chronicles menggunakan prinsip penerjemahan yang relatif liberal. Banyak dialog yang ditulis ulang, dan kadang teks dengan audio tidak sesuai. Bahkan kadang ada kalimat di suara Jepang yang tidak diterjemahkan ke Inggris dan tidak ada di suara Inggris, atau sebaliknya, kalimat yang ditambahkan di terjemahan Inggris. Liberalisasi ini sejujurnya tidak buruk, seingat saya tidak ada perubahan yang benar-benar mengubah makna utama dari inti percakapan secara keseluruhan, dan kebanyakan liberalisasi ini juga ditujukan untuk menyesuaikan suara versi Inggris dengan lip-sync di video yang diambil berdasarkan suara versi Jepang. Tetapi hal ini tetap agak mengganggu jika bahasa yang kamu gunakan untuk suara dan teks tidak sama.

bar10

KESIMPULAN

Seperti yang bisa kamu lihat, ulasan ini sebagian besar bernada negatif. Jujur saja, mungkin komplain saya terlalu berlebihan, tetapi itu memang hal-hal yang saya rasakan ketika memainkan game ini. Mungkin juga ditambah dengan ekspektasi saya sebelum menyentuh pertama kali yang terlalu tinggi, sehingga kekecewaan saya juga makin berat.

Saya pribadi tidak bisa menyarankan Valkyria Chronicles Remaster ini. Kalau kamu belum pernah bermain Valkyria Chronicles, kamu tidak kehilangan apa-apa kalau kamu melewatkan game ini meskipun banyak sekali pujian yang dilayangkan oleh gamer di mana-mana. Dan bagi yang sudah pernah bermain, peningkatan yang ada hanya dalam grafisnya, dan itupun bukan peningkatan yang sangat signifikan. Saya hanya menyarankan Valkyria Chronicles Remastered ini untuk penggemar lamanya yang memang sudah menyukai seri ini dan ingin mengoleksi atau ingin bermain ulang. Kalau kamu belum pernah memainkan dan tetap sangat penasaran karena pujian-pujian yang banyak, saya pribadi menyarankan versi Steamnya, yang bisa didapat dengan harga yang lebih murah terutama jika sedang diskon.

Valkyria Chronicles Remastered

US$29.99
6.9

Story

5.5/10

Gameplay

7.0/10

Visual

8.0/10

Audio

7.0/10

Pros

  • Sistem permainan yang menarik
  • Gaya visual yang unik

Cons

  • Balancing yang kurang baik
  • Cerita dan karakter terlalu klise, generik, dan dilebih-lebihkan
  • Peningkatan tidak begitu signifikan dibanding versi PS3 atau Steamnya
Follow Ketampanan:

Seorang wibu-in-denial (kata orang sih, padahal sih emang bukan wibu). Senang bermain game, terutama JRPG yang relatif kurang terkenal, Dungeon RPG, dan Hunting game, tapi kadang juga main FPS, RTS, atau Rhythm game.