with 2 Comments

Halo Wikiba Asia! Kali ini, kita kedatangan seorang Trainer gagah berani dari komunitas PKMN-ID. Bukan sembarang Trainer, Jack Kurniawan adalah semi-finalist dalam acara Pokémon VGC Taiwan National Championships yang diselenggarakan pada tanggal 11 Juni 2016 kemarin.
Dalam wawancara ini, Jack berbagi pengalamannya saat mulai bermain video game Pokémon, memasuki lingkup competitive battling, dan berbagai hal menarik lainnya. Tanpa panjang lebar, yuk kita simak petikan wawancara Wikiba Asia bersama Jack Kurniawan.

bar10

Wikiba Asia

Halo Jack, selamat siang~ Saya Zul Ahadi dari Wikiba Asia~

 

Jack Kurniawan

Halo juga, selamat siang

 

Wikiba Asia

Langsung saja ya, gimana sih ceritanya saat Jack bermain video game Pokémon pertama kali?

 

Jack Kurniawan

Awal main Pokémon sekitar tahun 2005 saat masih SD. Saat itu, Jack dibelikan Game Boy yang gak ada warna oleh orangtua. Jack dibelikan Game Boy karena saat itu sedikit anak-anak di daerah tempat tinggal Jack. Pertama kali main Pokémon FireRed yang sampai sekarang jadi video game Pokémon favorit.

 

Wikiba Asia

Loh? Game Boy yang gak ada warna? Pokémon FireRed? Maksudnya Pokémon Red?

 

Jack Kurniawan

Eh, bukan. Maksudnya, Game Boy Advance yang warnanya bening agak biru (red: Glacier Clear Blue)

 

Wikiba Asia

Tentu saja Jack tidak langsung bermain secara competitive kan? Kapan sih pertama kali bermain Pokémon secara competitive?

 

Jack Kurniawan

Saya bermain Pokémon secara competitive saat Pokémon X & Y diluncurkan pada tahun 2013. Saat itu, ada turnamen Pokémon X & Y di FX Sudirman. Saat itu, Jack langsung kalah di ronde pertama karena sama sekali tidak paham competitive battling, sekadar memilih Pokémon yang keren untuk bertarung.
Saat itu, Jack bertemu dengan Hashegi Hanjaya, dia datang ke turnamen lengkap dengan topi a la Ash Ketchum, berbagai plush doll, dan Pokémon andalan Mega Garchomp. Sayangnya, Hashegi dibully oleh Meowstic milik Trainer yang masih SD. Kasihan dia.

 

Wikiba Asia

Muahahahahaha, lebih menarik cerita Hasheginya. Eh, berarti, sebelumnya sudah kenal dengan Hashegi? Atau baru kenalan saat itu?

 

Jack Kurniawan

Kenalan saat itu. Lalu, karena kasihan, Jack mengajak Hashegi makan bareng setelah kalah. Kalau tidak salah, makan di restoran Wendy’s.

 

Wikiba Asia

Wah, romatis sekali ya Jack dan Hashegi, bisa jadi bahan doujin ini. Nah, kemarin kan Jack ikut serta dalam acara Taiwan National Championships; sengaja pergi ke Taiwan kah?

 

Jack Kurniawan

Oh tidak, sejak 2014 Jack kuliah di Taiwan (National Central University, jurusan Management of Information System). Saat itu, karena Jack kenal dengan Trainer Indonesia dan Taiwan, dan kebetulan kedua negara belum mendapatkan turnamen resmi, Jack mengajak para Trainer dua negara tersebut untuk bertarung.

Sejak saat itu, Indonesia menjadi sering mengadakan turnamen persahabatan dengan negara lain seperti Malaysia, Filipina, Cili, dan Australia. Oh ya, baru-baru ini Indonesia juga bertarung melawan jepang loh! Indonesia juga telah rutin mengikuti PKMN Asia Cup.

 

Wikiba Asia

Wah, sasuga Jack-kun, dapat mempersatukan Trainer antar dua negara. Oh ya, saat Taiwan National Championships kemarin, Jack kan membuat heboh karena membawa Pikachu level 27. Kenapa Pikachu dan harus level 27?

 

Jack Kurniawan

Pikachu level 27 memiliki Speed 84, pas satu poin di bawah Primal Groudon/Kyogre level 50 yg minus Speed (85). Dengan demikian, Pikachu dapat dipastikan menerima serangan mereka dan mengaktifkan Focus Sash (HP tersisa 1 poin) dan menyerang balik dengan Endeavor. Selain itu, dengan Speed 84, apabila Tailwind aktif, maka Speed akan menjadi 168, satu poin di atas Salamence nature Naive 252 Speed (total 167 Speed).

Pikachu level 27 juga digunakan untuk membuat lawan bingung secara psikologis; lawan pasti bingung sehingga mereka harus berpikir keras dan tertekan.

 

13453164_1167697166585604_1651051744_o (1)

Wikiba Asia

Wah, dari penjelasan Jack, tampaknya Pokémon bukan sekadar permainan untuk anak-anak ya. Oh iya, biacara soal anak-anak, Pokémon kan sering dianggap video game “anak-anak”; padahal, banyak Trainer yang bisa dibilang bukan “anak-anak” lagi tetap bermain, terutama secara kompetitif. Menurut Jek, apa sih yang membuat PKMN itu bukan sekadar video game “anak-anak”?

 

Jack Kurniawan

Sebenarnya semua kembali ke kita sendiri sih, namanya society pasti selalu nge-judge. Memang, Pokémon sangat dekat dengan konsep “anak anak” karena animasinya yang ditujukan untuk anak-anak, konsep video gamenya yang juga tampak tidak rumit, penuh dengan mahluk lucu dan keren sehingga sangat appealing untuk anak-anak. Tetapi di sisi lain, permainan kompetitif Pokémon mengandung unsur perhitungan dan mind games yang sangat kuat.

Sebagai contoh, dalam peraturan VGC 2016, Trainer diperbolehkan membawa maksimal dua Legendary Pokémon seperti Groundon, Kyogre, dan Rayquaza. Ketika dua Trainer membawa PKMN yang sama, maka terjadilah pertarungan kalkulasi (dan sedikit bumbu RNG). Misalnya, saat dua Groudon berhadapat, terdapat banyak kemungkinan yang dapat terjadi. Dalam Pokémon, layaknya video game MMORPG klasik (Ragnarok Online, Seal Online, dll.), terdapat konsep yang memungkinkan Trainer membagikan sedikit poin untuk stats tertentu pada PKMN (dikenal dengan istilah Effort Value/EV). Dengan EV tersebut, maka dua Groudon yang berhadapan dapat sangat berbeda; mungkin Groudon A memiliki HP yang lebih (sehingga lebih tahan serangan lawan) dan Groudon B memiliki Speed yang lebih (sehingga dapat bergereak lebih dahulu), mungkin Groudon A memiliki Attack yang lebih (sehingga kemungkinan menggunakan physical attack seperti Precipice Blades) dan Groudon B memiliki Special Attack yang lebih (sehingga kemungkinan menggunakan special attack seperti Earth Power), dan kemungkinan lainnya. Dengan kemungkinan tersebut, Trainer tentu harus berpikir keras untuk menghadapi Groudon lawan.

 

Wikiba Asia

Setelah selama ini aktif di Indonesia dan Taiwan, bagiamana kesan Jack terhadap komunitas Pokémon di masing-masing negara?

 

Jack Kurniawan

Komunitas Pokémon menurut saya merupakan salah satu komunitas paling bagus yang pernah saya ikuti. Tidak ada diskriminasi dari Trainer veteran terhadap Trainer yang baru belajar, malah jika ada pemain baru, saya sendiri yakin banyak orang yang dengan senang hati bersedia mengajarkan Trainer tersebut secara pelan pelan.

Setelah 2 tahun lebih tinggal di Taiwan, saya pun cukup aktif di dalam komunitas Pokémon Taiwan dan saya rasa mereka pun sangat amat friendly. Meski saya tidak mengerti Bahasa Mandarin (sama sekali), pertama kali saya mengikuti acara komunitas (turnamen), banyak orang yang masih berusaha menemani saya dan menjelaskan kepada perlahan-lahan dengan Bahasa Inggris

Tiga tahun lebih di komunitas Indonesia dan 2 tahun lebih di komunitas Taiwan, saya tidak pernah melihat ada drama di komunitas-komunitas Pokémon VGC keduanya.

 

Wikiba Asia

Hahahaha, drama ya. Berarti komunitas Pokémon punya nilai plus nih ya; selian friendly, juga bebas drama. Nah, sekarang kan Jack sudah mengumpulkan poin (CP) yang dibutuhkan untuk mengikuti 2016 Pokémon World Championships. Apakah Jack akan ke San Fransisco?

 

Jack Kurniawan

Jadi, walaupun Jack mengumpulkan cukup CP, The Pokémon Company hanya membiayai empat Trainer dari  Asia Pacific; Jack tidak kebagian travel award. Berhubung tiket pesawat ke San Fransisco cukup mahal, Jack rencananya akan kerja sampingan saat liburan musim panas ini, kerja shift pagi dan malam, dengan harapan dapat mengumpulkan biaya yg cukup untuk pergi ke San Fransisco dan mengharumkan nama Indonesia

0001388548
Jack Kurniawan berfoto bersama Junichi Masuda dari GameFreak (sumber foto)

Wikiba Asia

Waaaah, sayang sekali ya tidak kebagian travel award. Mungkin, ada pembaca Wikiba Asia yang mau membiayai Jack demi mengharumkan nama Indonesia?

Oke deh Jack, sebagai penutup, saya mau mengajak Jack memilih salah satu dari berbagai pilihan yang akan diberikan. Let’s beginRed atau Ash?

 

Jack Kurniawan

Red. Jack suka sekali sama Red. Kalau ditanya kenapa.. Jack bakal balas, “memangnya suka sama orang butuh alasan?”. Eh, tapi bukan berarti Jack gay ya gara-gara suka sama Red.

 

Wikiba Asia

Damn, jawabannya keren. Oke, pertanyaan kedua.. Dragon atau Fairy?

 

Jack Kurniawan

Fairy, karena Jack suka Gardevoir (tipe Psychic/Fairy) dan waktu kecil suka nonton The Fairly OddParents.

 

Wikiba Asia

Ciee.. Hati peri nih. Pertanyaan ketiga; Cynthia, Iris, atau Diantha?

 

Jack Kurniawan

Waduh, jelek semua. Tapi, kalau memang harus pilih, Jack pilih Cynthia karena dia cantik dan berambut panjang sesuai selera Jack.

 

Wikiba Asia

Wah, Cynthia disebut jelek? Awas dikeroyok fans Cynthia! LOL! Pertanyaan keempat; saat melewati cave, pilih pakai Repel atau tidak?

 

Jack Kurniawan

Tergantung mood. Kalau buru-buru mau ketemu Gym Leader/Rival cantik, Jack pakai Repel, persetan Zubat. Kalau Gym Leader berikutnya om om mah.. Jack pelan-pelan gak pakai Repel, menikmati pemandangan.

 

Wikiba Asia

Pertanyaan kelima; Rowlet, Litten, atau Popplio?

 

Jack Kurniawan

ROWLET. ROWLETTTT. ROWLETROWLETROWLET. Jack suka dengan burung hantu, mereka melambangkan kepintaran. Lagipula, Pokémon berwujud burung hantu cuma sedikit, jadi Jack sangat menanti kedatangan Rowlet di Pokémon Sun & Moon.

 

Wikiba Asia

Wah, lagi-lagi penggemar Rowlet. No love for Popplio. Oke Jack, pertanyaan terakhir.. Pilih main Pokémon bersama Hashegi atau bersama Matthew?

 

Jack Kurniawan

Hashegi. Bisa dibilang, Hashegi salah satu orang yang bikin Jack bisa main Pokémon hingga seperti sekarang. Berkat bertemu dan ngobrol dengan Hashegi lah Jack dapat teman Pokémon pertama dan memiliki motivasi untuk main. Hashegi juga bisa dibilang rival Jack sampai sekarang.

 

Wikiba Asia

Waaaaah….. Jack x Hashegi OTP!

jackpikachu
Artwork oleh Dyelinne yang menggambarkan kekuatan Pikachu milik Jack

bar10

Itulah wawancara Wikiba Asia bersama Jack Kurniawan, Semi-Finalist Pokémon VGC Taiwan National Championships. Dengan prestasi Jack ini, semoga saja muncul Trainer-Trainer berbakat lain yang siap membuktikan kemampuan Trainer Indonesia di tingkat internasional.
Tentu saja, apabila kalian ingin mulai bermain Pokémon secara kompetitif, jangan segan-segan untuk bergabung dengan komunitas PKMN-ID (PKMN-id: Pokémon Indonesia VGC Community).
13410578_10207254308735701_97630334_o
Komik strip karya GHOSTY’s COMIC khusus untuk merayakan prestasi Jack Kurniawan.
Sekali lagi, selamat untuk Jack Kurniawan! Terima kasih telah mengharumkan nama Indonesia di Taiwan! Semoga sukses di San Fransisco~
Oh ya, jika kalian penasaran dengan kekuatan Pikachu level 27 milik Jack, silakan tonton rekaman pertandingan melalui video di bawah ini, mulai 5:01:45.
Follow Zul Ahadi:

Editor in-chief

Biasa main game di Wii U, 3DS, dan PC.

  • Anonymous1213

    nice Fanfic

    • Jack Kurniawan

      pls dont