with No Comments

Pertengahan juli lalu, Internet dihebohkan dengan kemunculan konsol lawas yang memiliki nilai nostalgia tinggi. Diciptakan oleh perusahaan yang pernah mendominasi pasar konsol game pada tahun 90’an, yaitu Nintendo. Konsol Nintendo Entertainment System atau disingkat NES diproduksi ulang oleh Nintendo dalam bentuk mini dan diberi nama NES Classic. Banyak orang bertanya-tanya, ide apa yang muncul dalam benak Nintendo untuk membuat NES Classic. Setidaknya, ini adalah suatu hal yang dapat meredam rasa kangen main game Nintendo dengan bermain di konsol yang sebenarnya dan dikemas dalam bentuk mini.

Di sisi lain, akhir juli 2016, muncul penantang yang sudah lama menjadi rival pasar konsol game pada tahun 90’an. SEGA, salah satu perusahaan yang maskotnya landak biru yang selalu ”Gotta go fast!” muncul dengan konsol baru besutan mereka, yaitu SEGA Mega Drive. Meskipun tidak dirilis secara resmi oleh SEGA, hal ini akan membuat perang konsol di kalangan retro semakin memanas. Apa yang akan dilakukan para perusahaan game untuk menarik perhatian para pemain retro games? Yuk disimak!

 

NES Classic, Mini dan Memiliki Banyak Memori

NES

NES Classic, adalah konsol mini yang menggunakan referensi konsol game pendahulunya, Nintendo Entertainment System. Bentuknya persis dengan kakaknya, hanya saja lebih mini, lebih enak dibawa untuk jalan-jalan, dan juga tidak perlu repot-repot memilih dan membawa kaset-kaset favorit, karena NES Classic sudah memiliki built-in games yang berjumlah 30 judul. Mayoritas pemain yang pernah tahu tentang kerennya memiliki Konsol NES pada jamannya ingin membeli konsol baru ini. Namun tidak untuk beberapa kolektor retro yang mengatakan bahwa, konsol NES Classic hanya untuk pemain yang ingin merasakan bagaimana rasanya bermain game retro, tetapi tidak untuk dikoleksi karena tidak begitu berharga.

NES Classic sendiri punya kelebihan tersendiri untuk masa kini. HDMI Port untuk TV dengan teknologi saat ini, yang memungkinkan menikmati game dengan grafisnya yang baik, AC Adapter dalam bentuk Micro USB yang memungkinkan pemain bisa menggunakan charger HP untuk menyalakan konsol, dan juga kontroler baru yang bisa digunakan juga untuk Wii maupun Wii U yang dapat digunakan untuk memainkan NES Virtual Console pada konsol tersebut.

Untuk kekurangan pada konsol ini, tidak adanya slot cartridge pada NES Classic, yang membuat banyak kolektor yang memiliki konsol NES pada tahun 90’an memikir dua kali untuk mengkoleksi konsol ini. Bentuk port controller pada NES Classic pun berbeda sekali dengan NES yang asli. Cukup wajar karena arsitektur konsol NES Classic berbeda dengan NES yang asli.

Dengan cukup banyak judul games yang diberikan oleh NES Classic seperti Bubble Bobble, Super Mario Bros. 1 sampai Super Mario Bros. 3, NES Classic memiliki banyak potensi untuk maju pada pasar market retro masa kini. Untuk bundling NES Classic sudah disertai mesin konsol NES Classic, kabel HDMI, AC Adapter, dan 1 NES Classic Controller. Untuk membeli kontroler tambahan, pemain dapat membelinya dengan harga US$9.99.

SEGA Mega Drive, Pesaing Klasik Yang Menemani Perang Konsol Retro

Mega Drive

SEGA Mega Drive, meskipun namanya persis dengan pendahulunya, bentuk konsolnya berbeda sekali dengan pendahulunya. Meskipun begitu kecil bentuknya, konsol ini memiliki banyak kelebihan dari pendahulunya, ataupun dengan pesaingnya, NES Classic. Konsol ini bukanlah konsol resmi yang dikeluarkan langsung oleh SEGA, melainkan oleh perusahaan pihak ketiga yang tidak ada hubungannya dengan SEGA, yaitu AtGames. AtGames sendiri sudah merilis replica Sega Mega Drive ini lebih dulu ketimbang NES Classic, namun SEGA sendiri pasarnya sudah lemah setelah menurunnya pembelian SEGA DreamCast yang diusung sebagai konsol yang memiliki kemampuan untuk menyamakan kualitas arcade yang bisa dimainkan di rumah.

SEGA Mega Drive memiliki kelebihan yang hampir sama dengan NES Classic sendiri, dengan tambahan didukungnya slot cartridge SEGA Mega Drive atau Genesis yang menjadi nilai plus bagi kolektor yang ingin mengecilkan sedikit ruangan koleksinya agar bisa menyimpan lebih banyak kaset maupun konsol lawas. Untuk kontroler itu sendiri menggunakan teknologi nirkabel agar dapat bermain tanpa terlilit kabel saat kesal kalau si landak biru jatuh ke jurang. Pembeli konsol ini juga dapat menikmati permainan yang sudah disematkan pada mesin konsol yang berjumlah 80 judul game, juga dilengkapi Firecore Passport yang memungkinkan pemain memainkan game menggunakan SD Card, tentunya harus menggunakan SD Card Adapter untuk bisa terbaca pada mesin konsol tersebut.

Ada beberapa kekurangan pada konsol ini yang mungkin bisa menjadi referensi untuk membeli atau tidak. Seperti misalnya tidak ada stereo support pada bagian suara, meskipun memiliki soundchip yang lebih baik dari SEGA Mega Drive yang lama. Belum lagi dengan tidak adanya save support bila menggunakan ROM yang dipakai dari SD Card Adapter, yang menyebabkan mempersulit pemain untuk menyimpan data petualangan mereka dalam suatu permainan. Ini menjamin bahwa kualitas konsol yang dibuat oleh AtGames sendiri tidak bisa dibandingkan dengan NES Classic, meskipun memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh NES Classic sendiri.

Secara kesimpulan, ini akan menjadi pilihan bagi retro gamers. Dimana Nintendo yang merilis secara resmi NES Classics dengan modelnya yang apik namun ada beberapa hal yang dikurangi dari segi fisik maupun fungsionalitas aslinya, dan SEGA yang diwakili oleh AtGames sebagai produsen replika SEGA Mega Drive dengan bentuk mini dengan kualitas yang terkesan tidak dapat dimainkan secara baik. Tetap saja, membeli salah satu konsol ini akan membuat pemainnya mengarungi perjalanan memorial yang memiliki gameplay ciamik, grafis pixel yang memanjakan mata para pemain baru, dan juga meracuni diri sendiri demi membeli koleksi yang lebih keren.

Author : Muhammad Rheza Aji Paramarta / Re_Kyo

Follow Wibu Berkualitas:

Sosok misterius yang berada di balik kewibuan.
Konon, dia adalah jelmaan dari dewa Wibu yang turun ke bumi.