with No Comments
helpdesk dirjen pajak amnesti pajakKamu pasti pernah mendengar tentang “Amnesti Pajak”, bukan? Ya, sejak beberapa bulan lalu Amnesti Pajak memang telah menjadi topik hangat pembicaraan banyak orang. Ada yang merasa bersyukur karena diberikan kesempatan “mengaku dosa”, ada juga yang merasa panik dan gelisah karena harus mengeluarkan biaya tebusan yang “lumayan” besar.
Lantas, untuk menghindari “perpecahan” lebih jauh, kami mendatangi salah satu konsultan Amnesti Pajak di Helpdesk Gedung Utama Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Pusat untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut. Berikut beberapa poin yang dapat disimpulkan dari pembicaraan kami dengan sang konsultan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar koleksi mainan dengan Amnesti Pajak.

bar10

Masih kurang ngerti nih… Amnesti Pajak itu apa sih?

amnesti pajakImage by Pajak.go.id

Dikutip dari Pajak.go.id,

Amnesti Pajak adalah program pengampunan yang diberikan oleh Pemerintah kepada Wajib Pajak yang meliputi penghapusan pajak yang seharusnya terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, serta penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan sebelumnya yang belum dilaporkan dalam SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan), dengan cara melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki dan membayar uang tebusan.

Mungkin para newbie di dunia perpajakan masih sedikit asing dengan istilah-istilah yang ada di dalam pengertian di atas. Untuk itu, kita akan mencoba men-simple-kan penjelasan yang ada.

Jadi, di Indonesia itu ada berlaku pajak penghasilan (PPh). Setiap orang, perusahaan atau badan hukum lainnya yang ada di Indonesia yang menghasilkan pendapatan diharuskan untuk membayar pajak. Selain itu, setiap orang juga harus melaporkannya dalam bentuk surat pemberitahuan secara tahunan atau yang disebut dengan SPT. SPT sendiri akan menjadi salah satu acuan pemerintah untuk menganalisa apakah seorang Wajib Pajak telah menyelesaikan seluruh kewajiban untuk membayar pajak penghasilannya. Di sana akan tertera seberapa besar penghasilanmu selama satu (1) tahun dan seberapa banyak harta yang kamu miliki hingga tanggal 31 Desember setiap tahunnya. Apabila kamu memiliki harta yang sangat banyak, namun memiliki pendapatan (yang dilaporkan) dalam jumlah yang tidak sebanding, dapat disimpulkan bahwa kamu memiliki sumber pemasukan lain yang tidak dilaporkan dan tidak dibayarkan pajak penghasilannya.

Nah, apabila ketahuan nih kalo kamu mempunyai harta lain dari pendapatan yang selama ini tidak kamu bayarkan pajak penghasilannya, kamu akan diharuskan untuk membayar pajak terhutang tersebut dan ditambah dengan sanksi pelanggaran yang besarannya dapat mencapai 48% dari jumlah pajak yang terhutang. Wow! Mahal banget dong yah! Di sini nih peranannya Amnesti Pajak. Amnesti Pajak adalah sebuah program pengampunan dosa oleh Pemerintah kepada masyarakat-masyarakat Indonesia yang sebelumnya menyembunyikan harta kekayaannya dan tidak membayar pajak penghasilan. Masyarakat diberikan kesempatan untuk mengungkap dosa/harta, menebusnya (hanya 2% dari nilai wajar harta yang ingin diungkapkan di periode pertamanya) dan merasakan kelegaan setelahanya tanpa harus membayar sanksi yang luar biasa besar atas pajak yang terhutang. Apapun yang diamnesti pajakkan tidak akan diperiksa lebih lanjut oleh pihak yang berwenang. Jadi jangan takut, ini memang merupakan kesempatan yang bagus untuk mengaku dosa kepada pemerintah.

bar10

Apakah koleksi mainan termasuk harta kekayaan yang harus dilaporkan juga melalui SPT?

koleksi mainan amnesti pajak
Image by SonicOfTheHedge

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebuah mainan saat ini dapat bernilai hingga jutaan rupiah. Lalu, apakah mainan-mainan “mahal” ini harus dianggap sebagai harta dan dicantumkan dalam SPT? Jawabannya adalah “tergantung”. Mainan bisa dianggap sebagai harta, namun bisa juga dianggap sebagai bukan harta. Hal ini tergantung pandangan individu-individunya sendiri. Apabila mainan itu hanya mainan untuk anak kecil yang dianggap kurang bernilai, maka mainan tersebut bisa dianggap sebagai bukan harta dan tidak perlu dicantumkan dalam SPT. Namun, apabila nilai mainan tersebut sangat besar, apalagi bila mainan itu memang ditujukan sebagai objek investasi, maka sebaikanya mainan tersebut dianggap sebagai harta dan dilaporkan atau dicantumkan dalam SPT. Hal ini perlu dilakukan agar apabila terjadi pengecekan oleh Direktur Jendral Pajak (DJP), sang Wajib Pajak tidak dianggap sedang menutup-nutupi harta kekayaan guna menghindari pajak.

Selain itu, ternyata ada Undang-Undang Perpajakan yang menjelaskan tentang harta yang tidak diungkapkan dalam Amnesti Pajak ini loh.

Pasal 18 ayat 2 berbunyi:

Dalam hal:

  1. Wajib Pajak tidak menyampaikan Surat Pernyataan sampai dengan periode Pengampunan Pajak berakhir; dan
  2. Direktur Jenderal Pajak menemukan data dan/atau informasi mengenai Harta Wajib Pajak yang diperoleh sejak tanggal 1 Januari 1985 sampai dengan 31 Desember 2015 dan belum dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan,

atas Harta dimaksud dianggap sebagai tambahan penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak pada saat ditemukannya data dan/atau informasi mengenai Harta dimaksud, paling lama 3 (tiga) tahun terhitung sejak Undang-Undang ini mulai berlaku.

Maksudnya, proses pemeriksaan history harta kekayaan Wajib Pajak sejak 1 Januari 1985 sampai dengan 31 Desember 2015 akan dilakukan selama 3 tahun kedepan. Apabila ditemukan bukti bahwa sang Wajib Pajak memiliki harta yang tidak dilaporkan menggunakan Amnesti Pajak, maka harta tersebut malah akan dihitung sebagai pendapatan di tahun ditemukannya informasi tersebut dan harus dibayarkan pajak penghasilannya. Berikut merupakan tabel tarif pajak penghasilan pribadi yang diatur dalam Undang-Undang PPh Pasal 21 dengan metode perhitungan progresif:

tarif pajak pribadi

Malah jadi lebih besar bukan dana yang harus dikeluarkan?

bar10

Tapi, tetap aja Amnesti Pajak itu mahal! Boleh tidak kalau saya tidak ikut Amnesti Pajak?

pembetulan spt
Image by Presidenri.go.id

Amnesti Pajak merupakan hak setiap Wajib Pajak dan bukanlah sebuah kewajiban! Jadi sah-sah saja jika kamu tidak ingin mengikuti Amnesti Pajak. Namun, agar hartamu tidak dianggap sebagai penghasilan dikemudian hari, kamu tetap harus melakukan pembetulan SPT. Berbeda dengan Amnesti Pajak, aset baru yang dilaporkan dalam pembetulan SPT akan diperiksa dan ditelusuri asal-usulnya oleh aparat pajak terlebih dahulu. Jika kamu yakin bahwa koleksi mainan atau harta yang ingin kamu cantumkan dalam pembetulan SPT diperoleh dari penghasilan yang telah dipotong pajaknya, maka pilihan ini merupakan pilihan yang tepat.

Dengan menggunakan metode pembetulan SPT ini, kamu tidak harus membayarkan sanksi atas apapun. Kamu cukup membayar biaya administrasi pembetulan SPT saja. Di sisi lain, pembetulan SPT akan menjadi cerita yang berbeda jika harta tersebut didapat dari penghasilan yang tidak dipotong pajak. Pembetulan SPT malah akan menjadi boomerang bagimu sendiri karena hal ini malah akan membuka dosamu sendiri tanpa adanya pengampunan dosa (Amnesti Pajak). Tentunya kamu akan disuruh membayar pajak atas penghasilan yang tidak dilaporkan sebelumnya dengan bonus sanksi pelanggaran yang nilainya akan jauh lebih tinggi dari biaya tebusan Amnesti Pajak. Jadi, bijak-bijaklah dalam memilih antara Amnesti Pajak atau pembetulan SPT!

bar10

Ya, itulah beberapa informasi yang dapat kami simpulkan dari konsultasi kami dengan salah satu konsultan Amnesti Pajak di Helpdesk Gedung Utama Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Pusat. Apabila ada pertanyaan lain yang masih belum terjawab, kamu bisa bertanya secara langsung dengan menghubungi nomor 1500745 atau menghampiri meja Helpdesk Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di daerah sekitar rumahmu.
BTW… Seperti penutupan post Colony lainnya, post kali ini juga tidak akan lupa untuk mengajakmu datang keannual thematic event kami, yaitu Colony Collection Market: Toys & Games yang akan diselenggarakan pada tanggal 3-4 Desember 2016 di Jakarta Convention Center. Selain itu, kami juga telah membuka pendaftaran bagi kamu yang ingin membuka tenant atau menjual toys & games koleksimu secara lelang di acara ini loh. Jangan sampai ketinggalan yah.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi website Colony Collection Market atau hubungi cs@colony.co.id.

(Reviewed by Sindu L. Ismoyo)banner-blog

bar10

SUMBERColony.co.id & Colony Collection Market: Toys & Games

Follow wibul:

Gamer , Otaku , Weaboo and a Pervert..