with No Comments
Melanjutkan tradisi yang kami mulai dari tahun lalu, staff Wikiba Asia dan dua bintang tamu kaya raya, Raden Fajar Hadria Putra dan Iman Tulus Monang Hutagalung, akan berbagi hasil khilaf selama tahun 2016. In case kalian masil belum mengenal bintang tamu kita, Fajar adalah seniman di balik GHOSTY’s COMIC, komik strip online yang terkenal dengan tema sultan dan perkhilafan; sementara itu, Iman adalah teman dari Fajar yang menjadi inspirasi awal tentang karakter Sultan dan tema perkhilafan.
Tanpa basa-basi lebih, yuk kita intip khilaf besar 2016!

ADRIO KUSMAREZA

PLAYSTATION 4 HATSUNE MIKU PROJECT DIVA FUTURE TONE

Saat keluar pengumuman PlayStation 4 edisi Hatsune Miku Future Tone, saya tahu bahwa itu adalah takdir saya. Mengabaikan gosip PlayStation Slim dan Pro yang sedang hangat dibicarakan saat itu. Khilaf ini dapat dikatakan khilaf yang tidak terencana, tidak seperti Alienware yang menjadi khilaf tahun lalu.

Pembelian ini mungkin dapat dikatakan sebagai balas dendam karena tidak kedapatan PlayStation Vita Hatsune Miku f. Karena tidak ingin merasakan rasa sakit yang sama kembali, saya memutuskan untuk membelinya melalui Sony Store. Awalnya, PlayStation 4 ini ingin dicicil selama 6 bulan tapi karena melalui Sony Store, prosedur cicilan lebih rumit dari di Yodobasi dan saya menyerah dan membayar penuh di muka. Apa sih yang nggak buat kamu, Miku?

Saya melakukan live unboxing di Wikiba Asia bersama Uhyo-sensei. Luar biasa saya dikecewakan oleh Sony dan Sega. Saat membuka cover dari PlayStation 4 itu isinya sama. Bonus eksklusif yang diberikan pun merupakan bonus eksternal dan tidak disertakan dalam kardus PlayStation 4 tersebut. Sedikit gebah sih saat membeli ini karena dibutakan oleh Miku. Hal yang dapat dibanggakan hanyalah HDD cover yang hanya didapatkan dari melakukan pre-order online tersebu. Jadi iri dengan mereka yang beli Final Fantasy Luna Edition. Hahaha. Ketawanya maksa ini. T_T

RADEN FAJAR HADRIA PUTRA

POKÉMON VIDEO GAME

Jadi, tahun 2016 ini saya memutuskan untuk mencoba mewujudkan salah satu mimpi saya, melengkapi koleksi seluruh game Pokémon dan konsol/handheld Limited Edition Pokémon. Tahun ini kebetulan saya dapat penghasilan lebih dan dapat mengakses Amazon JP.

Saya beranikan diri untuk pesan semua game Pokémon yang tersedia di sana, mulai dari core series, berlanjut ke spin-off, harus lengkap sampai dus-dusnya juga!. Oh iya, teman saya, Rizky Fajar Ryanda, membantu untuk beli sebagian dari gamenya (termasuk N64 Pikachu dan GBA SP Venusaur). Belum bener-bener lengkap sih, masih kelewat game-game minor kaya Puzzle League, PokéROM, dll. Koleksi konsolnya juga baru sedikit, tapi minimal punya satu yang mewakili masing-masing generasi.

Harapan untuk 2017 semoga koleksi game saya bisa lebih lengkap lagi, dan mimpi saya untuk buat ‘Museum Pokémon’ bisa terpenuhi, atau minimal beberapa langkah lebih maju.

KENNARD WICOADY

APPLE IPAD AIR dan REPLIKA CONTROLLER SOUND VOLTEX

Setelah laku menjual Nintendo New 3DS pada akhir tahun 2015, dengan alasan produktivitas, akhirnya berhasil membeli Apple iPad Air generasi pertama. Sayangnya, karena spesifikasi tablet ini sangat bagus dalam hal grafik serta sangat cocok untuk memainkan permainan mobile yang membutuhkan perangkat yang lebih memadai (khususnya permainan musik, apalagi untuk “cuci mata” model 3D idol-idol dari deresute), akhirnya menjadi barang “khilafan” ketimbang menjadi suatu barang yang ditujukan buat produktivitas.

Selain aktif di Wikiba, penulis juga aktif dalam lingkaran permainan musik, khususnya seri permainan musik garapan BEMANI. BEMANI adalah sub-divisi dari Konami yang fokus pada pengembangan permainan musik dan terkenal serius dalam menggarapnya. Dalam lingkaran tersebut, penulis sangat menyukai permainan Sound Voltex. Pada September 2016, penulis kembali “khilaf” membeli replika controller Sound Voltex. Replika controller ini hanya dapat berfungsi dalam 1 jenis permainan saja, yaitu simulator Sound Voltex dalam PC, Kshoot Mania. Karena keterbatasan kegunaan barang ini (tidak dapat digunakan untuk bermain game lain) serta harganya yang cukup mahal, sehingga barang ini digolongkan sebagai barang “khilaf”.

IMAN TULUS MONANG HUTAGALUNG

GEFORCE GTX 1080 & PLAYSTATION 4

Khilaf yang paling berkesan di tahun ini sih dua barang dari dua “ras” yang berbeda, GTX 1080 dan PS4. Kalo untuk PS4 sendiri, sebenernya udah pengen punya next gen ps setelah PS2, namun, karena PS3 gak kebeli pada jamannya (keterbatasan anak SMA) akhirnya langsung nargetin buat punya PS4, ditambah game-game bagus dan PS4 exclusive makin banyak (master race, yea rite), jadi diputuskan ngambil PS4.

Kalo untuk 1080, memang dari tahun 2015 pengen upgrade dari “kubu merah” (sebelumnya RX 290x) hanya saja masih belum tau mau upgrade kemana hahaha, eh ada berita “kubu hijau” mau release GTX 10 series, langsung ngincer deh dan akhirnya kesampaian. Nyesal? Tentu tidak, worth every penny; why choose one side when you can be both?. Target berikutnya? Paling PSVR (hahaha); ditunggu saja di 2017.

WILLY CHANDRADINATA

PC COMPONENT

Khilaf terbesar di tahun 2016 ini untuk saya adalah belanja untuk upgrade PC, ritual yang pasti sudah pernah dilakukan oleh para gamer PC setidaknya 5 tahun sekali. Memang bermain game PC membutuhkan effort yang lebih namun memberikan kebahagiaan tersendiri juga dibanding dengan memainkan game console.

Khilaf yang memakan biaya cukup besar ini meliputi peningkatan hampir seluruh komponen PC mulai dari Processor i5 6600k, Motherboard Z170, Memory 16GB, SSD 500GB, SSD m.2 250GB, Power Supply Corsair 650 watt, VGA Sapphire Nitro+ 480 8GB, hingga Monitor AOC 24’ FreeSyncHigh-end? Sayangnya belum. Memang mengerikan harga yang harus ditebus jika anda benar-benar ingin merakit sebuah PC High End.

Apa yang memicu khilaf ini? Tentu saja ini semua salah Gaben dan teman-temannya.. Diawali dari The Division, The Withcer 3, sampai Overwatch (walaupun Overwatch tidak terlalu membutuhkan PC yang mumpuni) inilah yang memicu keinginan dari lubuk hati terdalam untuk meningkatkan kemampuan PC yang dulu jalannya sudah empot-empotan.

IRKHAM FARADAY

NINTENDO 2DS,  POKÉMON SUN, dan SHFIGUARTS

“Lebih baik menyesal beli daripada menyesal tidak beli.”

Dengan prinsip hidup seperti itu, sepanjang tahun tidak akan terlewatkan tanpa khilaf. Begitu pula dengan tahun 2016. Sebagai kolektor action figure khususnya SHFiguarts Kamen Rider, khilaf merupakan hal yang lumrah terucap setiap bulannya. Karena sudah terlalu sering khilaf, saya pun menyempitkan makna dari khilaf itu sendiri, yaitu “membeli suatu barang secara impulsive”. Dengan definisi khilaf tersebut, saya putuskan bahwa Item utama khilafan saya untuk tahun ini adalah Nintendo 2DS Red Color!

Sejak dulu saya sangat ingin membeli 3DS karena ingin memainkan game Pokémon seperti alpha sahpire atau XY. Namun pembelian tersebut tidak kunjung saya lakukan karena akhirnya saya memilih console game PSVITA. Akan tetapi, pada suatu hari, Adrio a,k.a. Aoji yang sudah memiliki 3DSXL versi US mengajak saya untuk pergi ke Akiba untuk membeli 3DS biasa region JP. Nah saat itulah gejolak dalam hati saya tersulut, apalagi saat itu Pokémon Sun Moon sudah dekat waktu rilisnya. Maka pada hari itu juga kami bertualang membeli 3DS dan 2DS. Akhirnya saya memutuskan membeli 2DS karena alasan budget dan unik (mostly budget). Meski banyak orang mengatakan 2DS ganjalan pintu dsb (bahkan teman jepang saya bilang Dasai yang artinya semacam cupu atau cemen), namun saya tidak peduli dan tetap mencintai 2DS saya. Dan pastinya, setelah Pokémon Sun Moon rilis, saya langsung membeli Pokémon Sun langsung dari Pokémon Center, sehingga mendapatkan hadiah khusus (yang ada pada live review). Ini pun saya kategorikan khilaf karena mendadak PO seminggu sebelumnya (rencana awal beli ketika rilis saja, namun terpancing bonus limited).

Other notable khilaf adalah SHFiguarts Ryuki Survive & Dragranzer set dan SHFiguarts Knight Survive & Darkraider set. Masing-masing dari SHF lebih mahal daripada 2DS itu sendiri. Sekalipun saya memang biasa membeli SHF, namun 2 SHF ini saya kategorikan khilaf dikarenakan sebenernya saya tidak mengikuti lini Ryuki. Hanya saja saat p-bandai mengeluarkan pengumuman PO-nya, saya tidak dapat menahan kekeranan dari kedua figure ini, terlebih dari segi warna kedua Rider dan kualitas dari SHF Lini Ryuki sendiri.

DHANI ANANDITO

GOCHUUMON WA USAGI DESU KA? LIMITED EDITION

Menurut saya khilaf terbaik 2016 adalah pergi ke Anime Festival Asia Singapore 2016, mengingat begitu banyak hal yang terjadi dan perjalanannya sungguh menyenangkan. Selain itu juga ada Busou Shinki Arnval Mk.2 Full Armor yang super langka dan salah satu yang terakhir. Akan tetapi untuk memenuhi ekspektasi beberapa anggota Wikiba lainnya, menurut saya khilaf terbaik 2016 ini adalah Limited Edition game PS Vita Gochuumon wa Usagi Desu ka?.

Seperti limited edition dari game-game 5pb. lainnya, harga limited edition untuk game ini dapat dianggap jatuh secara cepat dari 12.000 yen pada saat rilis menjadi 9000 yen pada saat saya membelinya (sekitar 3 bulan setelah rilis). Edisi ini berisi game, mini figure Chino Kafuu, CD OST.

Sampai sekarang saya belum berhasil menyelesaikan semua rute di visual novel tersebut. Secara umum sebagai visual novel kualitasnya bagus. Secara visual dan audio sangat terasa Gochiusa. Full voiced, illust CG, dan cerita yang menarik, dengan konten cerita yang banyak untuk masing-masing karakter yang tersedia.

Sebenarnya tahun ini bisa saja saya khilaf untuk PS4 namun harga PS4 Slim di Indonesia masih belum bersahabat untuk dompet dan perjalanan ke Singapore saya menghabiskan kebanyakan besar dari tabungan saya. Bagi orang yang suka moe stuff dan sering dituduh sebagai wibu akut, game ini sangat bagus. Semoga ada season ke-3 untuk anime Gochiusa. Amin.

VINCENT KURNIA

VIDEO GAME NINTENDO DS, NINTENDO 3DS, dan PLAYSTATION VITA

Berikut khilafan saya di tahun ini beserta alasannya:

  • Fire Emblem Fates Special Edition (Nintendo 3DS)
    Game ini merupakan game Fire Emblem pertama yang saya koleksi. Saya memutuskan membeli game ini karena sebelumnya mencicipi Fire Emblem Awakening. Well, game yang disuguhkan ternyata sesuai dengan selera saya.
  • Bravely Second (Nintendo 3DS)
    Game ini merupakan game sequel dari Bravely Default. Karena saya mengkoleksi Bravely Default, tentunya game ini wajib untuk saya koleksi.
  • God Eater Resurrection & God Eater 2 Rage Burst (PlayStation Vita)
    Tentu alasan membeli dua game ini karena saya Fanboy dari seri God Eater.
  • Pokémon Sun & Pokémon Moon
    Sama seperti sebelumnya, alasan membeli game ini karena saya Fanboy dari seri Pokemon. Bisa dibilang Pokémon Sun & Pokémon Moon adalah game yang paling saya nanti di tahun ini.
  • Fire Emblem Shadow Dragon (Nintendo DS)
    Satu – satunya game yang saya beli secara random karena harga yang ditawarkan menarik. Meski begitu game ini bisa dibilang game yang menarik. Game ini adalah remake dan bisa dibilang salah satu game terbaik dari seri Fire Emblem.

Begitulah Khilafan saya, Well, sebagian besar memang seri favorit saya yang tentu saja sangat worth it. Sebagian besar Khilafan saya tidak lepas dari toko favorit saya Gameplay Indonesia.,terima kasih Gameplay Indonesia yang telah membantu saya mendapatkan Fire Emblem Fates Special Edition dengan harga yang cukup murah dan bisa ready stock Pokémon Sun & Pokémon Moon pada pekan pertama peluncuran (sumpah, ini bukan pesan sponsor).

ZUL AHADI R

FIRE EMBLEM FATES SPECIAL EDITION dan TOKYO MIRAGE SESSIONS ♯FE SPECIAL EDITION

Pada Kilas Balik 2015 lalu, Fire Emblem Fates dan Tokyo Mirage Sessions ♯FE adalah dua video game yang saya nantikan di tahun 2016. Tentu saja, karena sangat dinantikan, saya tak segan-segan mengutamakan untuk membeli “edisi khusus” keduanya. Nintendo ternyata memberikan “edisi khusus” yang sama untuk keduanya. Fire Emblem Fates Special Edition terdiri dari tiga video game (Fire Emblem Fates Birthright, Conquest, dan Revelation), artbook, dan pouch; sementara itu, Tokyo Mirage Sessions ♯FE Special Edition terdiri dari video game, kode DLC, artbook, CD soundtrack dan kartu lirik lagu, dan satu set stiker.

Meskipun tidak terlalu “wah”, keduanya dapat memuaskan hati saya. Oh ya, karena Nintendo akan mengumumkan Nintendo Switch tahun depan, Tokyo Mirage Sessions ♯FE dapat dibilang sebagai simfoni terakhir untuk WIi U.

Terakhir, terima kasih kepada Gameplay Indonesia, tempat saya membeli dua khilafan ini (sumpah, bukan pesan sponsor).

Khilafan staff Wikiba Asia dan dua bintang tamu kita ternyata tidak kalah dengan khilafan mereka tahun lalu.
Bagaimana dengan kalian? Apakah wishlist tahun ini sudah terpenuhi? Atau ada barang khilafan lain yang tidak diduga? Apapun khilafannya, besar atau kecil, mahal atau murah, banyak atau sedikit, yang penting barang khilafan membawa kebahagiaan untuk kalian.
Semoga tahun 2017 kita bisa lebih khilaf dari tahun ini, muahahahaha~
Follow Wikiba Asia:

Konon, Emi Hoshino lah yang berada di balik akun ini.