with No Comments

Halo pembaca sekalian, kali ini saya berkesempatan berbagi pengalaman mengenai acara Game Developer Bandung Ngariung #11 yang diselenggarakan oleh Game Developer Bandung. Apa sih Game Developer Bandung? Game Developer Bandung merupakan komunitas pengembang video game dari daerah Bandung.

Acara ini diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 14 maret 2017 di Dicoding space yang beralamat di Jalan Batik Kumeli No. 50 Sukaluyu yang terbilang agak jauh dari perkotaan. Ketika saya sampai di tempat tersebut, saya sedikit ragu apakah tempat yang saya tuju itu benar *tertawa*. Kesan saya ketika pertama kali masuk ke Dicoding Space bisa dibilang seperti datang ke tempat kost, suasananya hening dan sepi membuat saya ingin cepat-cepat tidur.

Orang pertama yang saya temui di acara ini adalah Kak Yodi Pramudito. Well, tidak terlintas di benak saya bahwa Kak Yodi merupakan seorang senior di bidang game developing. Beliau sudah rela datang pagi-pagi sekali untuk mengadakan acara ini. Orangnya sendiri bisa dibilang asik dan bisa diajak bertukar pikiran.

Tidak disangka, peminat acara ini cukup banyak; kursi yang tersedia dalam acara ini sudah terisi penuh dalam waktu yang singkat. Peserta yang mengikuti acara ini beragam, mulai dari mahasiswa/i yang tertarik mengikuti acara ini, pengangguran seperti saya, dab kemudian beberapa senior yang bekerja di dunia game seperti Geger Kalong Studio.

Acara ini menghadirkan dua bintang tamu, yaituRaden Fajar H.P yang lebih dikenal dengan Ghosty’s CORP dan Steven Lim dari Nilem Studio. Kedua orang tersebut membawakan dua materi yang menarik. Raden Fajar H.P membawakan materi “Being Intellectual with your Property: How to Market Your IP“ sedangkan Steven Lim membawakan materi “Integration Story Into Gameplay Mechanic and Visual“.

Raden Fajar memulai acara dengan membawakan materinya. Saya agak kebingungan dengan kehadiran Raden Fajar yang merupakan komikus Ghosty Comic; apa ada hubungan antara game dengan komik? Ternyata memang tidak ada berhubungan *tertawa*. Akan tetapi, kita mendapatkan ilmu yang sudah dia pelajari selama beberapa taun belakangan sehingga komik Ghosty Comic sesukses sekarang. Dia mengaku mendapatkan 1000 like dalam waktu kurang lebih tiga bulan loh.

Ketika kita mendengar IP, mungkin pertama kali yang teringat adalah Indeks Prestasi; ternyata, IP yang dimaksud adalah Intellectual Property, suatu nilai jual yang kita punya. Tentu kita perlu mengenal dan mengenalkan produk yang kita buat. Maka dari itu, kita perlu strategi pemasaran yang tepat, salah satunya adalah melalui acara pakoban (Pasar Komik Bandung). Meskipun nama acaranya Pakoban, tetapi banyak juga loh game developer yang memasarkkan gamenya melalui acara tersebut. Video game Tahu Bulat yang populer beberapa bulan lalu juga dipasarkan melalui Pakoban.

Namun kita juga jangan berhenti di satu produk saja, kita juga perlu membuat produk-produk lainnya agar IP lebih dikenal. GHOSTY’s Comic sampai saat ini selain mengeluarkan komik strip setiap minggunya juga menghadirkan beberapa produk miliknya seperti stiker LINE, Webtoons, dan beberapa merchandise. Sungguh keren sekali yah komikus satu ini.

Setelah itu, giliran Steven Lim yang membawakan materi miliknya. Materi yang dibawakan terkesan seperti materi dalam suatu mata kuliah. Materi yang dibawakan benar-benar serius, tentang betapa pentingnya script dalam membuat video game. Tentu saja, dalam membuat suatu video game, kita membutuhkan kerja dalam suatu tim; pembuat script juga dituntut untuk dapat membuat cerita dalam berbagai format. Selain itu pembuat script harus dapat mengarahkan layaknya seorang sutradara, membuat bentuk game, dan menulis naskah game; intinya, script memang harus bisa membuat materi yang matang. Saya tidak terbayang betapa sulitnya menjadi seorang penulis script. Dalam sesi materi, Steven Lim sempat memperlihatkan sedikit game rahasia yang akan dirilis di waktu mendatang.

Bagaimana? Menarik bukan? Alasan saya mengikuti acara ini karena saya tertarik berkecimpung di dunia video game; namun sayangnya, saya masih “galau dan merasa kehilangan arah dan tujuan *lebay*. Apakah pembaca merasakan “dilema” yang sama seperti saya?

Mungkin pembaca yang tinggal di bandung bisa mengikuti acara Game Developer Bandung Ngariung di lain waktu; jangan khawatir, acara ini GRATIS. Saya berharap acara ini akan terus ada setidaknya sebulan sekali dengan menghadirkan bintang tamu yang tidak kalah menariknya.