with No Comments
Ulasan Frame Arm Girls Episode 1
Ekspresi Ao saat Gourai memanggilnya dengan sebutan “Master”.
Bermodal rasa penasaran, saya mencoba untuk menonton anime yang berjudul Frame Arms Girl. Jujur saja, awalnya saya tidak tahu bahwa anime Frame Arms Girl dapat ditonton secara resmi di Indonesia (dan negara Asia Tenggara lainnya) melalui laman Facebook resmi Frame Arms Girl, lengkap dengan subtitle Bahasa Inggris. Karena sedang senggang saat itu, saya pun mencoba menonton anime ini.

Cerita dimulai saat Gennai Ao menerima kiriman Gourai dari ayahnya. saat membuka kiriman tersebut, Ao tak sengaja mengaktifkan Gourai. Layaknya anak kecil saat melihat mainan, Ao terkesima dengan kemampuan Gourai yang dapat berbicara layaknya manusia.

Gourai yang saat itu masih “telanjang” (tanpa armor) meminta Ao untuk merakit armor miliknya. Setelah mendapat penjelasan panjang mengenai fungsi armor tersebut, Ao pun bergegas untuk merakit armor milik Gourai. Ao yang masih awam dalam merakit plastic model pun mendapat pelajaran berharga dari Gourai, mulai dari cara memotong menggunakan nipper, memerhatikan nomor part, dan mengikuti buku petunjuk. Saat semua part akan selesai terpasang, Ao tak sengaka melempar part kecil yang tersisa. Alih-alih mencari part tersebut (mereka sempat mencari, tapi tidak ketemu), Ao tak sengaja menemukan album foto. Ao pun membuka album foto tersebut bersama Gourai; Gourai bertanya kepada Ao dan mempelajari berbagai perasaan yang ada dalam foto seperti sedih, menangis, dan tertawa.

The moment where we equip the part is the moment where we become “Frame Arms Girl”

Tak terasa, hari menjelang malam; Ao bergegas menuju pasar swalayan untuk membeli makan malam. Saat berdiri, ternyata part kecil yang hilang terselip di baju Ao. Sementara Ao membeli makanan, Gourai kembali membuka album foto; ia pun mencoba meniru berbagai ekspresi yang dia lihat sebelumnya. Saat Ao kembali dari pasar swalayan, Ao berkata pada Gourai bahwa dia mengingatkan dirinya saat kecil yang terus bertanya saat melihat album foto. Ao pun membuka makanan yang ia beli, termasuk kue ulang tahun yang ia berikan kepada Gourai sebagai hadiah ulang tahun pertamanya. Sayangnya, Gourai tidak dapat memakan kue tersebut.

Ulasan Frame Arms Girl Episode 1
Saat bertemu Gourai, Stylet langsung menantangnya untuk bertarung!

Cerita paruh ke-2 episode pertama berlanjut dengan kedatangan dua Frame Arms Girl lain, Stylet dan Baselard. Baselard menjelaskan kepada Ao bahwa mereka datang untuk bertarung dengan Gourai dan mengumpulkan data yang diperlukan oleh Factory Advance (pabrik pembuat Frame Arms Girl). Setelah menjelaskan dan mempersiapkan semua hal (termasuk mengunduh aplikasi smatphone), akhirnya pertarungan Stylet melawan Gourai pun dimulai. Saat bertarung, Ao berperan sebagai “navigator” bagi Gourai; Ao dapat memberikan masukan kepada Gourai mengenai strategi bertarung untuk melawan Stylet. Pertarungan Stylet melawan Gourai berlangsung tidak seimbang, smoothbore cannon milik Gourai tidak berfungsi seharusnya (tembakannya terus meleset) karena Ao tidak memotong bagian tersebut secara “mulus”. Ao pun memerintahkan Gourai untuk menyerang Stylet dari jarak dekat menggunakan smoothbore cannonnya.

Don’t tell me that you have not read the mail from “Factory Advance”?

Akhirnya Gourai pun memenangkan pertarungan. Ao menghibur Stylet yang terlihat sedih dengan menyebutnya “keren”. Stylet pun terlihat malu-malu kucing, sambil tetap bersikap sok kalem, Stylet berjanji bahwa dia akan memenangkan pertarungan berikutnya melawan Gourai. Stylet pun menjelaskan bahwa Factory Advance akan memberikan bayaran kepada Ao atas bantuannya mengumpulkan data.

Episode pertama pun ditutup dengan AO yang bergegas berangkat sekolah; dia telat karena malah asik menyaksikan pertarungan Stylet melawan Gourai!

Kesan pertama yang saya dapat saat menonton Frame Arms Girl adalah “Wow, ini semacam Medabots, hanya saja ukurannya kecil dan pemeran utamanya perempuan”. Dari episode pertama ini, Frame Arms Girl tampaknya cukup menjanjikan untuk ditonton rutin, ceritanya ringan untuk diikuti.

Tampilan Frame Arms Girl cukup menarik, karakter manusia seperti Ao ditampilkan layaknya anime lainnya. Namun, karakter Frame Arms Girl seperti Gourai, Stylet, dan Baselard ditampilkan pseudo-3D. Perpaduan dua model animasi ini menjadi keunikan tersendiri. Dari segi cerita, Frame Arms Girl mampu menyelipkan beberapa pelajaran bagi pemain baru dalam dunia plastic model, yaitu untuk selalu memotong menggunakan nipper, memerhatikan nomor part, dan mengikuti buku petunjuk saat merakit. Satu nilai minus, terdapat fanservice yang sebenarnya terkesan dipaksa, yaitu saat daya Gourai diisi-ulang.

Oh iya, satu lagi nilai minus, tapi tidak berhubungan dengan unsur animenya, video yang disediakan melalui laman Facebook Frame Arms Girl hanya memiliki resolusi paling tinggi 853×480 (480p). Bukannya tidak berterima kasih, tapi.. Ayolah, di tahun 2017 ini, seharusnya video yang disediakan memiliki resolusi setidaknya 1280×720 (720p). Tentu saja, walaupun memiliki kekurangan, langkah Kotobukiya untuk menyediakan video anime Frame Arms Girl melalui laman Facebook resmi mereka patut diacungi jempol.

Akhir kata, saya akan melanjutkan menonton Frame Arms Girl dengan harapan episode berikutnya semakin menarik.
Frame Arms Girl dapat disaksikan melalui laman Facebook resmi Frame Arms Girl setiap hari Jum’at pukul 20.00 WIB.
Ulasan Frame Arms Girl Episode 1
Baselard menggoda Stylet yang malu-malu setelah dipuji oleh Ao.
Follow Zul Ahadi:

Editor in-chief

Biasa main game di Wii U, 3DS, dan PC.