with No Comments
Ulasan Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia
Dua karakter utama dalam Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia, Alm dan Celica.
Setelah meluncurkan dua video game Fire Emblem baru sejak tahun 2012, Nintendo dan Intelligent Systems memutuskan untuk kembali sejenak dan merancang ulang Fire Emblem Gaiden dan meluncurkannya kembali dalam wujud Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia. Pemain baru mungkin akan merasa kehilangan dengan beberapa fitur yang sebelumnya hadir dalam Fire Emblem Awakening dan/atau Fire Emblem Fates; namun, hal tersebut justru membuat Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia sangat menarik dan menantang untuk dimainkan.
Penasaran? Yuk kita simak ulasan Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia.

STORY

Ulasan Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia
Ukiran kuno yang menggambarkan peperangan antara Duma (warna merah) dan Mila (warna hijau).

Alkisah, dua naga bernama Duma dan Mila sepakat untuk membagi benua Valentia menjadi daerah kekuasaan masing-masing. Duma menguasai wilayah utara dan membangun Kekaisaran Rigel sementara Mila menguasai wilayah selatan dan membangun Kerajaan Zofia. Duma meyakini bahwa manusia harus mengutamakan kekuatan demi mencegah kerusakan. Sementara itu, Mila meyakini bahwa manusia harus diberikan kebebasan untuk mengejar kehidupan yang nyaman dan penuh kenikmatan. Sayangnya, pada akhirnya dua keyakinan tersebut membawa petaka yang tidak bisa dihindarkan.

Berpegang pada keyakinan Duma, penduduk Kekaisaran Rigel hidup secara keras hingga akhirnya hati mereka menjadi dingin dan tak mengenal kasih sayang. Berpegang pada keyakinan Mila, penduduk Kerajaan Zofia hidup dengan penuh kesenangan hingga mereka tenggelam dalam kemalasan dan kemanjaan. Dari perbedaan latar belakang tersebut, akhirnya Kekaisaran Rigel dan Kerajaan Zofia harus bertikai dalam peperangan. Dalam suasana peperangan dan konflik dalam negeri dari Rigel dan Zofia, dua orang anak bernama Alm dan Celica terlahir; kelak keduanya akan menjadi penyelamat seluruh Valentia meskipun harus menempuh cara yang berbeda.

Alm dan Celica merupakan karakter utama dalam cerita Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia. Kedua karakter tersebut memulai perjalanan mereka dari Kerajaan Zofia dengan cara yang berbeda; Alm dan bersama teman-temannya dari desa Ram bergabung dengan pasukan Deliverance untuk menghentikan kudeta yang direncanakan Desaix. Sementara itu, Celica bersama teman-temannya dari biara di pulau Novis memutuskan untuk bertemu dengan Mila di Kuil Mila demi mencari tahu sebab terjadinya bencana yang menimpa Zofia. Seiring berjalannya waktu, Alm dan Celica kelak akan mengetahui kenyataan yang sesungguhnya di balik peperangan Valentia serta mengetahui latar belakang dan takdir mereka.

Cerita utama Fire Emblem Echoes; Shadows of Valentia tidak berbeda Fire Emblem Gaiden. Namun, dalam versi remake ini, Intelligent Systems menyelipkan beberapa karakter baru yang cukup berpengaruh dengan jalan cerita utama. Selain itu, Intelligent Systems pun menambahkan “rantai” yang menghubungkan antara Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia dan Fire Emblem Awakening (sebagai pengingat, benua Valentia kelak berganti nama menjadi Valm dalam Fire Emblem Awakening).

VISUAL

Ulasan Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia
Cuplikan dari animasi tarian antara Berkut dan Rinea dalam Fire Emblem Echoes; Shadows of Valentia.

Berbeda dengan dua judul video game Fire Emblem sebelumnya, rancangan karakter Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia tak lagi ditangani oleh Yusuke Kozaki melainkan oleh seniman yang dikenal dengan nama samaran Hidari. Hidari sebelumnya juga turut terlibat sebagai perancang karakter seri video game Toukiden dan Atelier Ayesha: The Alchemist of Dusk. Dari sisi animasi, peran studio anima inc. digantikan oleh studio khara inc. dalam Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia. Untuk kalian yang belum mengetahui, studio Khara dikenal dengan produksi animasi mereka dalam film Evangelion: 1.0 You Are (Not) Alone, Evangelion: 2.0 You Can (Not) Advance, dan Evangelion: 3.0 You Can (Not) Redo.

Paduan karya Hidari dan studio Khara dalam Fire Emblem Echoes; Shadows of Valentia merupakan “angin segar” bagi penikmat Fire Emblem. Pemain mungkin sudah terbiasa dengan gaya seni Yusuke Kozaki dan animasi studio Anima, tampilan visual Fire Emblem Echoes; Shadows of Valentia masih memiliki “aura” Fire Emblem yang sangat kental. Namun, animasi Fire Emblem Awakening dan Fire Emblem Fates dari studio Anima menurut saya masih sedikit lebih baik dari animasi  Fire Emblem Echoes; Shadows of Valentia karya studio Khara.

AUDIO

Masih sama dengan Fire Emblem Fates, Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia tidak memiliki pilihan bahasa Jepang. Walaupun hal tersebut mungkin menjadi masalah bagi beberapa pemain, kualitas pengisi suara Fire Emblem Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia sangat baik. Terdapat beberapa pengisi suara kelas atas yang turut serta dalam Fire Emblem Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia, seperti Cherami Leigh (Makoto Niijima dari Persona 5, A2 dari NieR: Automata), Max Mittelman (Ryuji Sakamoto dari Persona 5, Saitama dari One Punch Man), Eden Riegel (Hifumi Togo dari Persona 5, Isabeau dari Shin Megami Tensei IV), hingga Doug Stone (Xu Zhu dari seri Dynasty Warriors, Valkenhayn R. Hellsing dari seri BlazBlue). Berbeda dengan dua game sebelumnya, Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia dilengkapi dengan sulih suara penuh, termasuk saat cut scene dan in-game conversation.

Musik dalam Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia masih memiliki kualitas yang sama bagus dengan Fire Emblem Awakenig dan Fire Emblem Fates. Terdapat beberapa musik yang diaransemen-ulang dari Fire Emblem Gaiden, termasuk musik tema Fire Emblem yang menjadi ciri khas seri ini. Untuk lebih memahami, kalian dapat mendengar musik di bawah ini yang merupakan musik dari animasi pembuka (dan juga merupakan favorit saya pribadi).

GAMEPLAY

Ulasan Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia
Adegan Celica saat berdoa di depan patung Dewi Mila. Ritual class change pun dapat dilakukan di depan patung Dewi Mila.

Sistem permainan Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia tentu saja secara garis besar masih sama dengan berbagai video game seri Fire Emblem sebelumnya. Namun, terdapat beberapa perbedaan kecil dan tambahan fitur baru yang menjadikan Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia lebih menarik. Pertama, sistem equipment tak lagi sama layaknya dalam Fire Emblem Awakening maupun Fire Emblem Fates; kini, setiap unit hanya dapat menggunakan satu equipment yang beberapa di antaranya memiliki arts apabila telah dikuasai. Sistem arts bisa dibilang sebagai “jurus” yang dapat digunakan unit; terdapat berbagai macam arts yang tersedia, misalnya Armorcrush yang efektif apabila digunakan melawan unit armored musuh dan Ward Arrow yang mencegah unit musuh menggunakan serangan sihir. Sistem permainan lain yang berubah adalah jarak serangan penyihir dan pemanah. Dalam Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia, kini pemanah dapat menyerang dari dekat dan memiliki jarak serang lebih jauh; sementara itu, penyihir memerlukan HP untuk melancarkan serangan.

Sistem dungeon adalah fitur tambahan paling menonjol dalam Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia. Selama permainan, pemain dapat memasuki berbagai dungeon dan tampilan berubah menjadi third-person. Selama berada di dalam dungeon, pemain dapat mencari “uang”, berbagai item, maupun melawan musuh yang ditemukan. Oh iya, di dalam dungeon pun pemain dapat menemukan patung Dewi Mila yang dapat digunakan untuk memberi sesajen (untuk menyembuhkan fatigue), melihat Memory Prism (semacam flashback kecil yang dapat ditemukan selama bermain), hingga melakukan ritual Class Change. Apabila memasuki tempat tertentu (biasanya perkampungan warga), pemain dapat melakukan examine untuk mencari berbagai hal di sekitar atau berbicara dengan orang-orang yang ada (kadang, kalian dapat merekrut orang tersebut untuk bergabung).

Ulasan Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia
Saat memilih mode Classic, pemain harus tetap tegar walaupun salah satu unit gugur dalam pertarungan (walaupun, biasanya pemain akan melakukan soft-reset karena tidak siap menerima kematian unit).

Dari sisi tingkat kesulitan, mode Hard Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia secara keseluruhan lebih sulit daripada mode Hard dari Fire Emblem Fates. Tentu saja, terdapat pilihan mode Classic dan Casual; dalam mode Classic, unit yang sudah kalah dianggap tewas sedangkan dalam mode Casual, unit tersebut dapat kembali dalam pertarungan berikutnya. Satu lagi tambahan fitur yang membantu permainan adalah Mila’s Turnwheel; Selama pertarungan, Mila’s Turnwheel dapat digunakan untuk memutar kembali waktu asalkan pemain memiliki item yang diperlukan. Dengan demikian, walaupun memilih mode Classic, pemain tetap memiliki “kesempatan ke-dua” apabila siasat dirasa kurang berhasil ataupun gagal.

Walaupun sistem Weapon Triangle ditiadakan (ya, kali ini kalian tak perlu pusing memikirkan lingkaran pedang-kapak-tombak a la kertas-gunting-batu.), sistem Support Conversation tetap hadir dalam Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia, walaupun sedikit berbeda. Support conversation hanya dapat dilakukan dalam pertarungan; pemain pun tidak dapat memilih untuk “memasangkan” unit tertentu layaknya dalam Fire Emblem Awakening dan Fire Emblem Fates (maaf pendukung Alm-Faye, pasangan Alm-Celica adala harga mati).

Setelah menyelesaikan cerita utama, pemain dapat menyelesaikan cerita post-game. Pemain akan dibawa menuju benua Archanea (kampung halaman Palla, Catria, Est, dan berbagai karakter Fire Emblem: Shadow Dragon lainnya) untuk menjelajahi dungeon terakhir. Dungeon tesebut memiliki tingkat kesulitan yang tinggi sehingga pemain harus memastikan bahwa unit mereka mampu menghadapinya. Selama dalam dungeon tersebut, pemain dapat mengetahui sedikit kisah yang memiliki hubungan dengan kisah dalam Fire Emblem Awakening. Pemain pun dapat melawan sosok makhluk misterius yang mungkin tidak asing di dalam bagian akhir dungeon tersebut.

Secara keseluruhan, Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia merupakan penutup sempurna seri Fire Emblem untuk Nintendo 3DS. Alih-alih mengembangkan video game baru, Nintendo dan Intelligent Systems menutupnya dengan Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia yang memberikan gambaran video game Fire Emblem pada saat awal peluncuran lebih dari 25 tahun yang lalu. Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia mungkin merupakan video game yang tepat untuk mempertemukan penggemar lama dan penggemar baru seri Fire Emblem yang biasanya “terpecah”.
Dengan peluncuran Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia, para penggemar pun memiliki harapan bahwa Nintendo dan Intelligent Systems dapat meluncurkan kembali video game Fire Emblem, terutama yang tidak pernah diluncurkan sebelumnya di luar Jepang (saya pribadi sangat beraharap versi remake Fire Emblem: Genealogy of the Holy War dan/atau Fire Emblem: Thracia 776).
Ulasan Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia
Sampai jumpa di tahun 2018!
Tentu saja, penggemar Fire Emblem dapat menyiapkan diri mulai saat ini untuk menyambut kedatangan video game Fire Emblem for Nintendo Switch; atau, jika memang menyukai, penggemar dapat menyiapkan diri untuk Fire Emblem Warriors yang merupakan crossover antara Fire Emblem dengan seri Warriors dari Tecmo Koei.

Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia

USD39.99
Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia
8.1

Story

8/10

Visual

8/10

Audio

8/10

Gameplay

10/10

Pros

  • Rancangan karakter baru dari Hidari
  • Sulih suara penuh dan pengisi suara berkualitas
  • Dungeon menambah pengalaman bermain
  • Mila's Turnwheel sangat membantu pemain

Cons

  • Animasi dari Studio Khara sedikit lebih buruk
  • Ketiadaan pilihan suara Bahasa Jepang
Follow Zul Ahadi:

Editor in-chief

Biasa main game di Wii U, 3DS, dan PC.