with 4 Comments
Ulasan The Legend of Zelda: Breath of the Wild
The Legend of Zelda merupakan salah satu seri video game Nintendo yang berusia lebih dari 30 tahun. Dalam seri ini, pemain akan menjelajahi Hyrule sebagai Link untuk menyelamatkan Putri Zelda dari cengkraman Ganon (atau tokoh antagonis lainnya). Dungeon yang penuh dengan teka-teki, hingga rahasia yang membuat rasa penasaran membuat seri ini menjadi salah satu seri Nintendo yang sangat terkenal bersama dengan seri Super Mario.
Setelah menunggu 5 tahun pengembangan, tahun ini Nintendo meluncurkan The Legend of Zelda: Breath of the Wild untuk Nintendo Switch dan NIntendo Wii U. The Legend of Zelda: Breath of the Wild menghadirkan konsep open-world berbasis physics.
Seperti apakah konsep open-world berbasis physics yang ditawarkan dalam seri yang ke-19 ini? Simak ulasan The Legend of Zelda: Breath of the Wild berikut ini!

STORY

So much feels.

Cerita utama dalam video game ini mengisahkan tentang Link yang tiba tiba terbangun dari tidur panjangnya selama 100 tahun di sebuah tempat misterius. Setelah menemukan perangkat canggih bernama Sheikah Slate, Link segera berpakaian dan keluar dari tempat misterius tersebut. Dalam perjalanannya Link menyadari bahwa Hyrule berada diambang bahaya. Kehancuran bernama Calamity Ganon yang terjadi selama 100 tahun terakhir  akan mengakhiri segalanya, namun ditahan oleh kekuatan suci Putri Zelda.

Sedikit demi sedikit, Link mulai mengetahui siapa dirinya. Dahulu dia adalah ksatria Hyrule yang sempat berjuang bersama 4 orang terpilih dari ras yang berbeda yang disebut sebagai Champions 100 tahun yang lalu. Namun, usaha untuk mengalahkan Ganon gagal, karena teknologi mekanikal yang disebut sebagai Guardian dan Divine Beasts yang didesain untuk mengalahkan Ganon malah diambilalih oleh Ganon dan berbalik menyerang Hyrule.

Link yang merupakan satu satunya harapan harus mendapatkan kembali ingatannya tentang peran Zelda serta para Champions, membebaskan Divine Beasts dan menyelamatkan Hyrule dari Calamity Ganon sebelum semuanya terlambat.

VISUAL

Ulasan The Legend of Zelda: Breath of the Wild
Adegan memanjat seperti ini benar-benar dapat kalian lakukan dalam The Legend of Zelda: Breath of the Wild.

Secara visual, baik Nintendo Switch dan Nintendo Wii U memiliki perangkat keras yang terbatas. Sama seperti The Legend of Zelda: The Wind Waker yang dirilis untuk GameCube dan Nintendo Wii U, grafis The Legend of Zelda: Breath of the Wild menggunakan cel-shading. Pendekatan visual cel-shading, desain dunia dari tempat berbeda dengan efek cuaca yang acak, serta siklus siang dan malam memberikan suatu kesan tersendiri.

Dunia yang ditawarkan dalam The Legend of Zelda: Breath of the Wild ini tidak hanya luas dan mengundang rasa ingin tahu, tetapi juga memuat tantangan lebih, bahkan membahayakan Link yang membuat permainan ini memberikan elemen survival. Sebagai contoh, apabila Link berada di daerah bersalju dan tidak mengenakan pakaian tebal, dia akan mengigil kedinginan. Maka solusi yang diberikan adalah mengenakan pakaian tebal atau memakan makanan yang tahan dingin.

HUD (heads up display) yang ditampilkan begitu sederhana namun sarat akan informasi yang dibutuhkan. Seperti prediksi cuaca, sensor shrine di daerah sekitar, dan juga jumlah hearts (life meter) yang dimiliki Link.  Namun sayangnya, salah satu kekurangan The Legend of Zelda: Breath of the Wild adalah terjadi masalah penurunan framerate. Meskipun tidak sering, penurunan framerate ini masih dibilang dalam tahap wajar.

AUDIO

Ulasan The Legend of Zelda: Breath of the Wild
Suara Yū Shimamura memberikan “kehidupan” pada karakter Putri Zelda.

Tidak seperti seri The Legend of Zelda sebelumnya, Breath of the Wild dipengaruhi oleh musik piano. Saat memasuki pagi, siang, dan malam, musik piano akan terdengar. Selain piano, ada juga musik akordion yang berasal dari Kass, seorang(?) Rito yang muncul setiap Link datang ke daerah tertentu.

Untuk pertama kalinya dalam seri The Legend of Zelda, Breath of the Wild menghadirkan sulih-suara. Bukan suara “Haaa..”, “Hmm..”, “Oh!” seperti seri sebelumnya. Namun pada saat peluncuran, isu utama yang dikeluhkan oleh penggemar yaitu suara Putri Zelda yang terdengar seperti putri yang manja di luar kepribadiannya yang tegar. Untungnya dalam update 1.2.0, Nintendo memberikan pilihan 9 bahasa yang ada, termasuk Bahasa Jepang.

Saya sendiri memilih suara bahasa Jepang. Terdapat beberapa seiyuu (voice actor dalam bahasa Jepang), diantaranya Kengo Takanashi sebagai Link (juga mengisi suara sebagai Nelson dari King of Fighters XIV), Yu Shimamura sebagai Putri Zelda (juga mengisi suara sebagai Zelda dalam The Legend of Zelda: Skyward Sword dan Cindy Aurum dari Final Fantasy XV), hingga Rei Shimoda sebagai Urbosa (juga mengisi suara sebagai Impa dari The Legend of Zelda: Skyward Sword dan Sonya dari Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia).

Walaupun mungkin sulih suara Bahasa Jepang lebih bagus dari Bahasa Inggris, tidak salahnya mencoba sulih suara bahasa lain seperti Bahasa Amerika Latin.

GAMEPLAY

Tidak seperti video game action lainnya, sistem pertarungan di The Legend of Zelda: Breath of the Wild bisa dibilang sederhana. Namun yang membuat sistem pertarungannya cukup unik adalah adanya kehancuran senjata jarak dekat, panah, dan tameng. Benar sekali, senjata jarak dekat (kecuali Master Sword), panah, tameng dapat hancur permanen setelah digunakan berkali-kali dan pemain harus mencari senjata yang baru.

Melee weapon atau senjata jarak dekat dibagi menjadi pedang satu tangan, tombak, pedang dua tangan, kapak, gada, bumerang, tongkat, bahkan tangan tengkorak. Beberapa di antaranya ada yang terbuat dari kayu atau logam. Lingkungan juga mempengaruhi senjata. Apabila Link berada di gunung berapi, maka senjata yang terbuat dari kayu akan mudah terbakar. Begitu juga dengan senjata yang terbuat dari logam. Apabila Link membawa senjata logam pada saat hujan petir, akan mengakibatkan sambaran petir yang dapat merengut nyawa Link. Selain digunakan untuk bertarung, ada juga senjata yang digunakan untuk kegiatan lainnya. Seperti obor untuk menghangatkan Link di pegunungan bersalju dan menerangi kegelapan, atau Korok Leaf untuk mempermudah pelayaran menggunakan rakit.

Ulasan The Legend of Zelda: Breath of the Wild
Saat menyerang musuh, pastikan senjata kalian kuat dan tidak cepat rusak.

Sama seperti senjata jarak dekat, panah juga memiliki keterbatasan pengunaannya serta dipengaruhi lingkungan tergantung bahan dari panah tersebut. Busur dan panah merupakan alternatif apabila ingin menyerang dari jarak jauh. Menembak musuh di bagian kepala memberikan damage lebih. Terdapat lima jenis anak panah: panah biasa, panah api, panah es, panah listrik, dan panah bom. Lingkungan juga mempengaruhi anak panah. Contohnya, apabila menggunakan panah bom di daerah gunung berapi, maka panah tersebut akan langsung meledak dan Link akan mendapatkan damage.

Meskipun tidak sering digunakan, tameng juga dapat hancur apabila mendapatkan serang secara terus menerus. Selain digunakan untuk bertahan, tameng juga dapat berfungsi sebagai papan seluncur. Namun hati-hati, apabila berseluncur selain di tempat bersalju atau berpasir, maka akan menerima kerusakan bahkan hancur saat sedang meluncur. Apabila memanfaatkan waktu yang tepat pada saat serangan dari musuh, pemain dapat melakukan parry dan melakukan serangan counter apabila parry berhasil.

Ulasan The Legend of Zelda: Breath of the Wild
Ryū ga waga teki wo kurau!

Runes adalah fitur yang ada dalam Sheikah Slate yang dapat mendukung petualangan pemain. Ada terdapat 5 jenis runes: Remote Bomb, Magnesis, Stasis, Cryonis, dan Camera. Remote Bomb dibagi menjadi 2 yaitu Remote Bomb berbentuk bulat dapat mengelinding dan Remote Bomb berbentuk kubus yang lebih stabil. Magnesis berfungsi untuk menarik objek yang terbuat dari logam. Stasis berfungsi untuk menghentikan waktu pada objek tertentu dan dapat memukul objek tersebut sebelum melayang jauh. Cryonis berfungsi untuk membuat pilar es di genangan air. Camera berfungsi untuk memotret objek. Pemain bisa memotret objek untuk mendeteksi objek yang ada di layar.

Ulasan The Legend of Zelda: Breath of the Wild
Dengan Runes Stasis, pemain dapat menggerakan semua benda yang terbuat dari logam.

Layaknya video game role-playing game pada umumnya, The Legend of Zelda: Breath of the Wild dilengkapi dengan sistem armor untuk melindungi Link dari berbagai serangan. Armor dibagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian kepala, bagian atas, dan bagian bawah. Berbagai armor memberikan banyak atribut. Namun apabila mengenakan satu set armor yang sama, armor tersebut akan memberikan efek bonus. Contohnya apabila Link mengenakan satu set Climbing Armor, maka armor tersebut memberikan bonus kecepatan memanjat berkali kali lipat. Armor dapat di-upgrade melalui Great Fairy agar defense yang diberikan bertambah dan memberikan efek bonus.

Open-world menjadi konsep baru dalam The Legend of Zelda: Breath of the Wild. Layaknya video game open-world lainnya, pemain dapat pergi kemana saja sesuka hati. Namun setelah mengaktifkan menara untuk membuka peta dalam suatu wilayah, pemain hanya akan mendapatkan sebuah peta buta yang berarti pemain harus mencari dan memberi tanda dengan bereksplorasi. Ada banyak kejutan dari setiap wilayah. Mulai dari menemukan harta karun hingga berhadapan mini boss seperti Stone Talus, Hinox, Lynel, dan lain lain.

Tidak seperti The Legend of Zelda sebelumnya, dalam Breath of the Wild, Link tidak bisa lagi memulihkan hearts dengan cara memotong rumput atau memecahkan kendi. Sebagai gantinya, Link harus memulihkan hearts dengan cara makan. Link akan menemukan jamur, buah, ikan, dan tanaman untuk dimakan langsung atau dimasak di perapian terbuka atau di panci yang apinya menyala. Makanan yang dimakan mentah hanya akan memulihkan sedikit hearts. Namun ketika dimasak, bahan yang dimasak akan menghasilkan masakan yang memulihkan lebih banyak hearts bahkan memberikan efek sementara. Contohnya apabila Link memasak hingga 5 buah cabai di panci, masakan tersebut tidak hanya memulihkan hearts, tetapi juga memberikan efek tahan dingin. Link juga bisa mengkombinasikan serangga dan bahan dari monster yang dikalahkan untuk menghasilkan elixir yang memberikan efek sementara.

Ulasan The Legend of Zelda: Breath of the Wild
Sebelum bertualang, pastikan kalian membawa perbekalan yang cukup dengan memasak berbagai makanan.

Ada 120 shrine yang tersebar di seluruh Hyrule. Shrine merupakan sebuah mini-dungeon yang berisi teka-teki dan tantangan agar pemain mendapatkan Spirit Orb yang nantinya akan ditukar dengan Heart Container ataupun Stamina Wheel setelah terkumpul sebanyak 4 buah. Shrine dapat mudah ditemukan secara kasat mata atau tersembunyi sehingga harus dibuka dengan kriteria tertentu. Setiap shrine memiliki tantangan yang berbeda-beda, hingga pemain harus memutarkan otak untuk memecahkan teka teki tersebut. Tak jarang, teka-teki yang ditawarkan berbasis physics, sehingga ada banyak cara yang dilakukan untuk memecahkan teka-teki tersebut. Sebagai contoh, saya menemukan sebuah teka-teki di suatu shrine di mana saya harus menggunakan motion control untuk membawa sebuah bola melewati labirin. Labirin tersebut harus digerakkan secara perlahan agar bola tersebut tidak terkena lubang jebakan yang akan membuang bola tersebut dan mengulanginya dari awal. Alih-alih menggerakan labirin tersebut secara perlahan, saya membalikan labirin tersebut untuk permukaan yang datar bebas hambatan. Hasilnya, bola tersebut lebih mudah diseberangkan dan pemain juga bisa melakukannya.

Terkadang pemain akan menemukan suatu kondisi lingkungan yang cukup aneh dimana kondisi tersebut memancing pemain untuk mengetahuinya dengan cara memecahkan teka-teki tersebut. Setelah memecahkan teka-teki tersebut, Korok akan keluar dan memberikan pemain Korok Seeds. Contohnya adalah ketika Link menemukan daun teratai yang membentuk lingkaran di sebuah perairan, pemain harus melompat ditengah-nya agar Korok tersebut keluar. Korok Seeds berguna untuk memperbesar ukuran inventory senjata jarak dekat, busur, dan tameng dengan cara berbicara kepada Hestu.

Ulasan The Legend of Zelda: Breath of the Wild
A wild Korok appeared!

Quest dibagi menjadi 3: Main Quest, Shrine Quest, dan Side Quest. Dalam Main Quest, pemain akan mengikuti cerita utama dari The Legend of Zelda: Breath of the Wild. Shrine Quest di mana pemain menjalankan misi sampingan untuk membuka shrine dengan kriteria kriteria yang cukup aneh yang dapat membuat pemain bertanya tanya maksud dari misi tersebut. Sebagai contoh, ada sebuah misi dimana pemain harus berdiri di sebuah tumpuan pada saat blood moon tanpa mengenakan armor ataupun senjata. Saat pemain melakukannya, Shrine tersebut akan muncul dari bawah tanah. Sedangkan Side Quest, layaknya video game role-playing games, merupakan misi sampingan dimana pemain akan mendapatkan rupee (mata uang dalam seri The Legend of Zelda) atau barang tertentu. Misi ini biasanya merupakan permintaan NPC untuk mengumpulkan benda yang diminta, mencari orang hilang, hingga mencari harta karun.

Terkadang pemain akan berhadapan dengan malam yang aneh dimana bulan purnama akan berwarna merah darah yang disebut sebagai Blood Moon. Blood Moon adalah situasi dimana musuh yang dikalahkan dan benda yang diambil akan kembali dalam posisi semula. Blood Moon juga membuat musuh menjadi semakin kuat bahkan agresif. Pemain bisa menghindari situasi ini dengan cara melewati malam hari menuju keesokan harinya. Jika pemain merasa khawatir dengan kehabisan senjata yang dirampas dari musuh ataupun benda yang dikumpulkan, Blood Moon merupakan jawabannya.

The Legend of Zelda: Breath of the Wild merupakan salah satu game yang wajib untuk dimainkan bagi pemain yang menyukai video game open-world dengan bumbu survival. Nintendo memberikan kebebasan dalam The Legend of Zelda: Breath of the Wild, sehingga pemain dapat bebas kemana saja setelah keluar dari Great Plateau, termasuk langsung menuju final boss. Cerita yang disampaikan memang gampang ditebak, namun mendalam dan bahkan menyentuh hati pemain.
Tampilan visual cel-shaded memang pantas untuk diacungi jempol. Namun, penurunan framerate membuat waktu permainan menjadi tidak nyaman. Hal ini mungkin disebabkan karena terbatasnya hardware Nintendo Switch maupun Wii U.
Sistem pertarungan yang kesulitannya cukup memadai, hingga kehancuran senjata membuat pemain dituntut untuk memikirkan strategi yang efektif. Eksplorasi Hyrule yang cukup luas dan penuh misteri, membuat pemain mencari sendiri untuk mengungkapkan misteri tersebut.
Saya berani bertaruh bahwa The Legend of Zelda: Breath of the Wild merupakan kandidat terkuat dalam perebutan gelar Game of the Year 2017 nanti.
Akhir kata, The Legend of Zelda: Breath of the Wild merupakan salah satu video game yang wajib dicoba bagi pemilik Nintendo Switch dan penggemar video game open-world.

The Legend of Zelda: Breath of the Wild

USD59.99
The Legend of Zelda: Breath of the Wild
9.5

Story

10/10

Visual

10/10

Audio

9/10

Gameplay

10/10

Pros

  • Dunia Hyrule yang luas dan penuh misteri
  • Visual cel-shading
  • Sistem senjata yang tidak permanen
  • Tingkat kesulitan memadai
  • Tingkah laku NPC yang seolah olah hidup

Cons

  • Penurunan framerate yang menggangu kenyamanan
Follow Sizuka:

An enthusiasctic Nintendo fan who also loves J-Music.

Latest posts from
  • Hafizh Derian

    Yay! Gamenya memang sempurna! Salut! ❤

  • Mr.Sly

    Penulisanya terlalu lebay dan bertele-tele
    Sudut pandang dari fanboy akut
    Ga netral penilaiannya
    Jadi Ampas

  • Duh, pengen main ini tapi tidak punya Wii U atau Switch. T_T

  • Alma Arif

    Ulasan yang sangat menarik dan segar. Mengingatkan saya pada review kak Hafizh Derian, cucu kakek sugiono. Review nya juga bagus.