with No Comments

Force Of Will National Grand Prix merupakan sebuah event international yang saya ikuti untuk pertama kalinya. Event kali ini diikuti oleh 32 orang peserta yang diadakan di Gameplay Indonesia . Selain peserta dari Indonesia, peserta dari Singapura, Malaysia, dan Swiss juga ikut serta meramaikan event kali ini.

Jujur, tujuan utama saya mengikuti event kali ini sebenarnya untuk mendapatkan playmat official yang memiliki kualitas baik. *tertawa* Terima kasih sebelumnya kepada Felix Nugraha Tendi yang telah meminjamkan decknya untuk dimainkan. Secara garis besar, deck yang saya pinjam untuk event ini adalah deck Gacha. Pertandingan ini berlangsung sebanyak 5 ronde.

Pada ronde pertama saya melawan pemain yang berasal dari Surabaya. Lawan saya kali ini cukup tangguh. Dia menggunakan Resonator yang menggunakan kartu Addition Water Kimono of Twelve Parts. Secara mengejutkan Resonator yang digunakan lawan memiliki power yang cukup tinggi. Ditambah J-Ruler yang digunakan lawan Kaguya, Tears of the Moon membuat saya mati kutu. Hasil akhir ronde pertama tentu saja saya kalah.

Pada ronde kedua saya melawan deck yang cukup unik. J-Ruler yang digunakan lawan tidak memperbolehkan saya untuk menambahkan Life Point. Lawan juga tidak dapat terkena damage dengan cara me remove kartu dari top deck per seratus damaged. Tentu saja lawan membawa deck yang berjumlah 60 kartu. Cukup tebal bukan. Hasil akhir ronde kedua ini tentu saja saya kalah.

Pada ronde ketiga saya melawan pemain yang cukup saya kenal dalam komunitas Force Of Will di Bandung. Dia tidak menggunakan deck Lapis andalannya kali ini. Dia menggunakan deck lain tapi tentu saja berwarna hitam. Sayangnya hoki gacha kali ini kurang baik. Permainan yang saya mainkan sudah terbaca dengan jelas. Hasil akhir ronde ketiga ini tentu saja saya kalah.

Pada ronde keempat saya kembali melawan pemain dari Bandung. Kali ini saya melawan deck argo. Pada awalnya saya dapat memberikan damaged yang cukup pada awal permainan. Namun keadaan berubah di tengah permainan. Secara mengejutkan resonator yang digunakan lawan menjadi banyak. Hasil akhir ronde keempat ini tentu saja saya kalah.

Pada ronde terakhir lawan saya mengundurkan diri. Saya sempat lupa akan pertandingan terakhir ini. *tertawa* Hasil akhir yang saya raih menempati ranking 31 dari 32.

Force of Will – Indonesia National Grand Prix ini dimenangka oleh Qing Wen yang berhasil mengalahkan sesama pemain Singapura Benjamin 2-1. Berikut adalah wawancara Wikiba Asia dan Qing Wen usah pertandingan final

Event kali ini juga mempunyai sebuah side event bernama admin challenge. Sayangnya saya lagi–lagi menerima kekalahan dan tidak berhasil membawa sedikit oleh–oleh yang didapatkan melalui admin challenge.

Setidaknya saya senang dapat bertemu secara langsung dengan  Franzeska Edelyn yang ikut serta memeriahkan event kali ini. Overvall saya have fun dengan permainan yang saya lakukan meski kalah total. Saya bertemu dengan teman–teman baru yang belum pernah saya temui sebelumnya. Termasuk rekan–rekan dari Orange.