with No Comments

Xenoblade Chronicles (judul asli Xenoblade) merupakan salah satu JRPG yang dikembangkan oleh Nintendo dan Monolith Soft yang pertama kali diluncurkan pertama kali untuk Nintendo Wii pada tahun 2010 di wilayah Jepang, dilanjutkan pada tahun 2011 di wilayah Eropa, dan 2012 di wilayah Amerika Serikat. Walaupun telah memiliki penggemar sebelumnya, Xenoblade Chronicles mulai lebih terkenal lewat Super Smash Bros. for Nintendo 3DS/Wii U yang diluncurkan pada tahun 2014, di mana Shulk, karakter utama dari Xenoblade Chronicles, hadir sebagai playable character. Kemudian pada tahun 2015, Nintendo meluncurkan ulang Xenoblade Chronicles untuk New Nintendo 3DS dengan judul Xenoblade Chronicles 3D dan meluncurkan Xenoblade Chronicles X untuk Nintendo Wii U.

Tahun ini, Nintendo bersama dengan Monolith Soft meluncurkan video game Xenoblade Chronicles terbaru dengan judul Xenoblade Chronicles 2 untuk Nintendo Switch. Xenoblade Chronicles 2 merupakan sekuel langsung dari Xenoblade Chronicles, berbeda dengan Xenoblade Chronicles X yang merupakan sekuel spiritual. Masih dikembangkan oleh Monolith Soft, Xenoblade Chronicles 2 menghadirkan beberapa fitur baru yang tidak ada sebelumnya dalam Xenoblade Chronicles dan Xenoblade Chronicles X.

Penasaran? Simak ulasan Xenoblade Chronicles 2 berikut ini!

STORY

Alkisah, di pohon raksasa yang disebut sebagai World Tree, manusia tinggal bersama dengan dewa bernama Architect di Elysium yang terletak di atas World Tree. Tiba tiba saja, umat manusia terpaksa harus keluar dari Elysium dan berjuang sendiri, mengakibatkan bencana yang menimpa mereka. Hingga pada akhirnya, Architect memutuskan untuk mengirimkan anak buahnya yang disebut sebagai Titan. Semenjak saat itu, manusia tinggal diatas maupun didalam tubuh Titan dan melanjutkan kehidupan mereka di Alrest, latar dunia di Xenoblade Chronicles 2. Sayangnya, para Titan tidak hidup kekal, sedikit demi sedikit para Titan mulai tenggelam kedalam lautan awan dan manusia terancam dalam kepunahan.

Dalam cerita utama, Rex yang merupakan karakter utama dalam cerita Xenoblade Chronicles 2, mendapat sebuah tugas dimana dia harus mencari sebuah pedang legendaris yang disebut sebagai Aegis di sebuah kapal tua. Namun dalam misi pencarian Aegis tersebut, tiba tiba saja dia dibunuh oleh Jin, yang diketahui adalah pemimpin dari organisasi Torna yang merupakan organisasi kriminal di Alrest. Beruntung, Rex dihidupkan kembali oleh Pyra, sang pedang Aegis dengan syarat mengantarkan Pyra kembali ke Elysium yang dia sebut sebagai rumah. Rex-pun menerima syarat tersebut dan menjadi Driver –sebutan untuk orang yang mengendalikan senjata hidup yang disebut Blade– dari Pyra, berpetualangan di Alrest dan mengantarkan Pyra pulang. Seiring berjalannya waktu, Rex dan Pyra kelak akan mengetahui kenyataan yang sesungguhnya dibalik latar belakang dan takdir dari Alrest itu sendiri.

Menurut pemahaman umum, Xenoblade Chronicles 2 menghadirkan banyak istilah dalam kartun Jepang yang sudah umum. Namun bukan berarti membuat unsur cerita tidak menarik. Xenoblade Chronicles 2 menyajikan cerita yang menitik-beratkan tentang kemanusiaan, peperangan, kenangan bersama seseorang yang dicintai, konsep tentang keabadian, serta masa depan dan takdir dari dunia itu sendiri. Tentu saja ada beberapa karakter yang tewas dalam cerita, bahkan diantaranya merupakan karakter yang berperan cukup “penting” dengan karakter utama.

Meskipun cerita utamanya menawarkan latar dan karakter baru, Xenoblade Chronicles 2 memuat beberapa kisah yang menghubungkan dengan Xenoblade Chronicles. Saya tidak akan menyebutkan beberapa, namun bagi pemain yang sudah memainkan Xenoblade Chronicles sebelumnya akan menemukan beberapa elemen di Xenoblade Chronicles 2 yang mirip dengan Xenoblade Chronicles ataupun Xenoblade Chronicles X. Seperti persamaan karakter ataupun situasi pada cerita utama maupun sampingan.

VISUAL

Berbeda dengan dua judul video game Xenoblade Chronicles sebelumnya, rancangan karakter Xenoblade Chronicles 2 kini menggunakan gaya gambar ala kartun Jepang. Pada rancangan karakter utama ditangani oleh seniman bernama Saito Masatsugu yang terkenal akan merancang karakter film animasi Expelled from Paradise. Sedangkan untuk rancangan karakter organisasi Torna ditangani oleh Tetsuya Nomura yang terkenal akan merancang karakter seri video game Final Fantasy dan Kingdom Hearts. Selain itu, beberapa perancang karakter lain juga hadir merancang karakter Rare Blade seperti Yusuke Kozaki (perancang karakter dari Fire Emblem Awakening dan Fire Emblem Fates) , Soraya Saga (penulis scenario dari Xenogears), Kunihiko Tanaka (perancang karakter dari Xenogears dan Xenosaga), dan lain lain.

Pada saat dimainkan pada mode TV, visual yang ditawarkan berjalan sangat mulus dengan resolusi yang cukup tajam, terutama di bagian cutscene. Namun sayangnya, pada saat dimainkan ke mode handheld maupun tabletop, terjadi penurunan visual yang membuat resolusinya menjadi sedikit buram. Bahkan pada saat bagian cutscene, penulis menggunakan tombol capture untuk mengambil gambar dalam game dalam mode handheld, beberapa gambar ada yang sedikit “pecah”. Hal ini dikarenakan untuk mempertahankan perfoma pada video game Xenoblade Chronicles 2

AUDIO

Masih sama dengan Xenoblade Chronicles, sulih suara Xenoblade Chronicles 2 menggunakan bahasa Inggris beraksen Eropa. Namun dub Xenoblade Chronicles 2 mengalami penurunan kualitas, sehingga beberapa adegan yang seharusnya berkesan menjadi sedikit ternodai oleh suara karakter yang tidak pas dengan adengan tersebut *LOL*. Beruntung pada saat awal peluncuran, Nintendo langsung memberikan pilihan bahasa Jepang. Terdapat beberapa seiyuu yang mungkin sudah tidak asing lagi yang turut serta dalam Xenoblade Chronicles 2 seperti Hiro Shimono (Yurick dari The Last Story, Protagonis/Nanashi dari Shin Megami Tensei IV: Apocalypse), Mitsuki Saiga (Kliff dari Fire Emblem Echoes: Shadows of Valentia, Tiz Arrior dari Bravely Default), Kenjiro Tsuda (Zaveid dari Tales of Zestiria, Seto Kaiba dari Yu-Gi-Oh!), hingga Takahiro Sakurai (X dari Megaman X, Cloud Strife dari Final Fantasy VII).

Musik dalam Xenoblade Chronicles 2 masih memiliki kualitas yang sama bagus dengan Xenoblade Chronicles. Ditangani oleh composer Yasunori Mitsuda, ACE, Kenji Hiramatsu dan Manami Kiyota, beberapa music memiliki aliran yang mirip dengan musik dalam Xenoblade Chronicles. Tak lupa, lagu yang berjudul “Shadow of the Lowlands” yang dinyanyikan oleh grup paduan suara asal Irlandia, ANÚNA. Kalian dapat mendengar musik dibawah ini yang merupakan latar musik pada saat berada di Kerajaan Tantal.

GAMEPLAY

Sistem permainan Xenoblade Chronicles 2 secara garis besar masih sama dengan dua video game Xenoblade Chronicles sebelumnya. Namun terdapat beberapa perbedaan dan tambahan fitur baru yang menjadikan Xenoblade Chronicles 2 lebih menarik. Pertama, penempatan HUD (head up display) pada Art tidak lagi sama layaknya Xenoblade Chronicles maupun Xenoblade Chronicles X; Kini, setiap karakter Driver hanya dibekali 3 Driver Art per-Blade, dan apabila setiap Driver membawa maksimal 3 Blade, Driver tersebut bisa menggunakan 9 Driver Art. Driver Art akan terisi apabila Driver melakukan serangan otomatis yang disebut Auto-Attack. Pemain dapat membatalkan animasi serangan yang kemudian dapat dilanjutkan ke serangan lain yang disebut sebagai Cancel Attack dan Cancel Attack dinyatakan berhasil dengan lingkaran biru yang merupakan tanda jika pemain menekan tombol Driver Art setelah serangan Auto-Attack masuk. Pada Driver Art bagian kanan, terdapat sebuah ikon “kosong” yang merupakan Blade Art yang dapat terisi dengan Driver Art dan lebih cepat dengan Cancel Attack. Blade Art dapat terisi sampai empat level dan apabila digunakan, karakter Driver dapat melepaskan senjatanya sementara untuk berpindah tempat maupun mengambil barang yang berserakan. Saat itu juga, akan muncul perintah QTE (Quick-Time Event) yang jika berhasil akan menghasil kerusakan lebih pada musuh.

Driver Combo pada Xenoblade Chronicles 2 sedikit berbeda dengan dua judul Xenoblade Chronicles sebelumnya. Jika combo pada dua judul Xenoblade Chronicles terbagi ke dalam tiga fase, yaitu Break, Topple, dan Daze; Driver combo pada Xenoblade Chronicles 2 menjadi 4 fase: Break, Topple, Launch dan Smash. Pemain harus menggunakan Driver Art yang memiliki atribut Break yang terdapat pada bawah nama Driver Art tersebut. Apabila musuh masuk ke dalam kondisi Break, akan muncul satu bar tambahan yang menyatakan fase berlangsung. Sebelum bar tersebut habis dan musuh kembali ke kondisi normal, pemain harus segera melancarkan serangan berikutnya dengan atribut Topple yang membuat musuh tersungkur, kemudian dilanjutkan dengan Launch yang akan menerbangkan musuh ke udara dan yang terakhir Smash yang akan membanting musuh ke tanah secara berurutan.

Blade Combo dapat dilakukan setelah karakter Driver melancarkan Blade Art. Pada sisi atas kanan layar terdapat rangkaian kombo yang berujung efek ekstra. Rangkaian kombo itu harus dibaca dari kiri ke kanan dengan memperhatikan setiap elemen yang ada. Contohnya jika ada ikon api, air, dan es, maka pemain harus melancarkan urutan Blade Art level I berelemen api, dilanjutkan dengan Blade Art level II berelemen air, dan yang terakhir Blade Art level III berelemen es. Setiap Blade Combo memiliki efek yang berbeda, tergantung cabang dari Blade Art yang dipilih. Contonya urutan Blade Combo api-air-api dapat menyegel musuh melakukan peledakan diri atau Blade Combo es-es-tanah dapat mencegah musuh mengunci Driver untuk sementara.

Layaknya Xenoblade Chronicles, saat pertarungan, pemain dapat mengisi 3 bar di sisi atas kiri layar. Selain digunakan untuk membangkitkan kembali karakter party yang pingsan, apabila 3 bar tersebut terisi penuh, dapat digunakan untuk melakukan Chain Attack dengan menekan tombol “+”. Berbeda dengan Chain Attack yang ada di Xenoblade Chronicles, Chain Attack pada Xenoblade Chronicles 2 diminta untuk memilih Blade dari tiap karakter Driver, lalu dilanjutkan dengan munculnya QTE pada layar. Chain Attack hanya bisa digunakan 3 giliran karakter Driver per-putaran, namun apabila pemain berhasil memecahkan bola dari hasil Blade Combo, pemain dapat memperpanjang putaran Chain Attack dan menghasilkan kerusakan lebih pada musuh. Setelah Chain Attack berakhir, akan muncul statistik kombo dari Chain Attack yang menunjukan daya rusak yang dihasilkan.

Kedua, sisi eksplorasi. Selama eksplorasi, pemain dapat mencari titik tertentu yang disebut Landmark dan dapat kembali ke titik tersebut dengan Skip Travel. Pemain dapat menemukan rintangan atau peti harta karun yang terkadang harus membutuhkan skill para Blade yang disebut sebagai Field Action. Apabila kriteria Field Action terpenuhi, pemain dapat melewati rintangan tersebut atau membuka peti harta karun. Selain Field Action, fitur tambahan yang paling terasa adalah fitur salvaging, fitur dimana pemain mencari item dan harta karun tertentu. Selama salvaging, pemain membutuhkan sebuah item khusus yang disebut sebagai cylinder dan dalam proses tersebut, akan muncul tombol QTE yang akan menentukan tingkat kelangkaan item yang diperoleh. Hasil dari salvaging tersebut dapat dijual di tempat pertukaran untuk menaikkan level perkembangan suatu kota maupun hanya sekedar mendapatkan uang. Tempat salvaging dapat ditemukan di tepi area dengan ikon kait pancing.

Satu lagi fitur tambahan yang paling menonjol dalam Xenoblade Chronicles 2 adalah Bond Blade. Pemain dapat menambahkan Blade baru asalkan pemain memiliki item yang disebut sebagai Core Crystal. Ada 3 jenis Core Crystal yang dapat diperoleh pemain: Common Core Crystal, Rare Core Crystal, dan Legendary Core Crystal. Jenis Blade dibagi menjadi 2: Common Blade yang memiliki desain yang hampir serupa satu sama lain dan Rare Blade yang memiliki desain dan suara khusus. Layaknya game smartphone yang menggunakan sistem gacha pada umumnya, membangkitkan Blade menggunakan sistem acak dan langsung auto-save pada saat itu juga (artinya, pemain tidak bisa melakukan soft-reset hanya untuk mendapatkan Blade tertentu seperti KOS-MOS *LOL*).

Blade yang tidak berada dalam party masih bisa diberi tugas yang disebut sebagai Merc Group. Setiap misi dalam Merc Group bisa diselesaikan dengan jangka waktu tertentu dan memiliki kriteria tertentu untuk menjalani misi tersebut untuk Blade yang dipilih seperti jenis senjata ataupun jenis elemen. Selama misi, pemain tidak dapat menggunakan Blade yang menjalankan misi sampai kembali. Hadiah dari misi tersebut cukup berguna untuk pemasukan ekstra dan dapat meningkatkan affinity tertentu agar Blade tersebut semakin kuat.

Walaupun sistem Armour ditiadakan (ya kali ini kalian tidak dapat menggantikan penampilan karakter party dalam Xenoblade Chronicles 2), karakter Driver dapat menggunakan asesoris tambahan yang menggantikan sistem Armour. Blade juga dapat di kustomisasi dengan menggunakan Chip tertentu yang berfungsi merubah statistik pada Blade itu sendiri maupun merubah penampilan bentuk senjatanya. Selain dengan menggunakan chip, Blade dapat menggunakan asesoris tambahan yang disebut sebagai Aux Cores yang dapat dipasang asal terisi dengan item tertentu. Khusus untuk Poppi, Blade tiruan milik Tora tidak dapat menggunakan Aux Cores. Sebagai gantinya, dia dapat dikustomisasi dengan menggunakan Ether Crystal. Ether Crystal hanya bisa didapat dengan bermain mini-game ala video game NES bernama Tiger! Tiger! yang terletak di rumah Tora.

Xenoblade Chronicles 2 merupakan video game yang tepat bagi pemain yang menyukai video game role-playing games dengan cita rasa sci-fi. Dalam Xenoblade Chronicles 2, pemain dapat dipuaskan dengan cerita utama dengan waktu permainan 60-70 jam. Namun jika ditambahkan dengan misi sampingan yang disediakan, pemain dapat menghabiskan waktu lebih dari 100 jam.

Meskipun memiliki cerita yang menarik, sayangnya beberapa adegan yang seharusnya menarik menjadi ternodai karena dub Inggris dari karakter yang terkadang tidak pas dengan adegan tersebut, seolah olah dub bahasa Inggris-nya mengalami penurunan kualitas. Meskipun begitu, mengganti suara karakter dengan bahasa Jepang mungkin menjadi sedikit lebih baik.

Pertarungan pada awal permainan memang lambat dan membosankan, namun jika pemain tetap bertahan, namun seiring berjalannya waktu, variasi pertarungan akan semakin berkembang secara bertahap.

Dengan peluncuran Xenoblade Chronicles 2 untuk Nintendo Switch, para penggemar-pun memiliki harapan bahwa Nintendo dan Monolith Soft dapat meluncurkan ulang ataupun membuat sekuel dari Xenoblade Chronicles X untuk Nintendo Switch.

Akhir kata, Xenoblade Chronicles 2 merupakan video game yang wajib bagi pecinta JRPG dan penggemar seri Xenoblade Chronicles.

Xenoblade Chronicles 2

Xenoblade Chronicles 2
8.6

Story

10.0 /10

Visual

8.0 /10

Audio

7.5 /10

Gameplay

9.0 /10

Pros

  • Sistem pertarungan yang menarik
  • Desain dunia Alrest yang menawan
  • Musik yang masih mempertahankan kualitas yang sama
  • Cerita yang mendalam
  • Ekspresi karakter yang unik

Cons

  • Sulih suara bahasa Inggris mengalami penurunan kualitas
  • Penurunan kualitas visual pada mode handheld maupun tabletop
  • Ketiadaan pilihan untuk mengganti penampilan karakter Driver
Follow Sizuka:

An enthusiasctic Nintendo fan who also loves J-Music.

Latest posts from